Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 1. Pulang


__ADS_3

Jakarta, Indonesia.


Reyhan baru saja tiba di bandara. Dengan mengenakan jaket kulit serta kacamata senada dengan warna jaket tersebut, membuat aura ketampanan dari dalam pria itu keluar. Beberapa pasang mata melihat ke arahnya yang sedang berjalan seraya menarik kopernya.


Seolah pria itu yang paling bersinar diantara yang lainnya, bak dewa yang baru saja turun ke bumi.


Reyhan mempercepat langkahnya saat melihat dua pasangan yang sudah mulai menua menunggunya. Pria itu langsung melepaskan kaca matanya dan memberikan pelukan kepada sang wanita pemilik surga yang berada di telapak kaki itu.


"Reyhan rindu mama.." gumam Reyhan.


"Kamu anak nakal, mama sudah bilang kalau kamu jangan terlalu lama bermain di negeri orang" ujar sang mama sembari menghadiahi pukulan kecil.


Reyhan pun tersenyum melihat sang mama memarahi dirinya seperti itu.


"Kamu sudah mendewasa nak, tubuhmu juga semakin tinggi" lanjut Irsya menatap putra bungsunya.


"Dan juga semakin bodoh" ujar pria yang rambutnya sudah mulai memutih, memperhatikan keduanya sedari tadi.


Reyhan pun menghampiri pria tersebut dan memeluknya.


"Ayolah pa, berhenti untuk memarahiku. Aku tahu jika papa juga merindukanku" ucap Reyhan tanpa melepaskan pelukannya.


"Kamu jangan terlalu percaya diri" ketus Abizar yang mencoba melepaskan pelukannya.


"Ya sudah kalau begitu besok Reyhan akan kembali ke Kanada" sungut Reyhan.


Tanpa aba-aba, Abizar langsung menjewer telinga anaknya itu.


"Jangan harap! ayo pulang!" ucap Abizar tanpa melepaskan tangannya dari telinga Reyhan.


"Awww.. pa sakit pa" ujar Reyhan sembari mengikuti langkah papanya.


"Hancurlah imej tampanku"keluh Reyhan saat beberapa gadis yang melihat ke arahnya menertawakannya.


Sedangkan Irsya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan ayah tersebut.


...****************...


Di lain tempat, seseorang yang tengah memakai kostum boneka beruang besar tampak melambaikan tangannya kepada semua orang yang berada di taman hiburan tersebut.


Dari mulai menari, melambaikan tangan serta beberapa orang sebagian mengajaknya berfoto.


Saat waktu istirahat tiba, sosok boneka beruang besar itu mulai mencari tempat untuk berteduh dari teriknya matahari siang itu. Ia kemudian bagian atas kepalanya memperlihatkan wajahnya. Keningnya yang tampak berkeringat serta rambut panjangnya yang sedikit berantakan.

__ADS_1


"Huhhh.. panas sekali hari ini" keluh wanita tersebut sembari mengibaskan tangannya.


Wanita tersebut berjalan menuju loker untuk melepaskan kostumnya sementara ,saat ia hendak makan siang.


Ia mengecek ponselnya yang memperlihatkan 20 panggilan tak terjawab dan 8 pesan belum terbaca.


Wanita tersebut mengecek panggilan tersebut yang tak lain dari pemilik kontrakan. Dan ia membuka satu persatu pesan yang tertera disana.


Jangan lupa untuk melunasi tunggakan


Saya kasih batas waktu lima hari


Jika kamu belum melunasi semuanya, maka saya tidak segan-segan untuk mengusir kamu


Balas pesan saya


Angkat telepon saya


Heyy..


Kenapa kamu tidak angkat


Intinya saya minta kamu segera melunasinya, titik.


Fix! diantara banyak pesan tersebut merupakan pesan dari pemilik kontrakan yang menagih hutang. Wanita tersebut mengacak rambutnya dengan frustasi.


Hubungan yang mereka jalani bisa dikatakan sedikit rumit, mereka memang jarang untuk berkomunikasi dan bahkan bisa dikatakan satu bulan hanya dua kali atau sekali pertemuan keduanya.


Namun hubungan yang mereka jalani cukup memakan waktu yang lumayan lama, yakni dua tahun lamanya. Meskipun jarang berkomunikasi dan jarang bertemu, tak sedikit pun ia berniat mencari tambatan hati yang lainnya. Baginya cukup lelaki itu yang mengisi ruang di hatinya. Dan ia juga memberikan kepercayaan penuh pada kekasihnya, karena ia yakin jika pria itu tak akan mengkhianatinya.


"Irene ayo kita ke pantry" suara dari belakangnya membuyarkan lamunannya seketika.


"Iya, tunggu sebentar" ucap Irene pada teman kerjanya yang bernama Santi. Ia kembali memasukkan ponselnya di loker tersebut.


Setelah siap, ia pun menghampiri Santi seraya melangkahkan kaki mereka menuju ke pantry.


......................


"Om Han.." seru kedua anak kembar yang berbeda gender itu menghambur ke pelukan Reyhan saat pria itu tiba di rumahnya.


"Hai Arden, Aretha.." ucap Reyhan sembari merangkul kedua anak yang berusia lima tahun itu.


Tak heran jika kedua anak itu mengenal Reyhan, karena Rasya selalu menghubungi adiknya itu melalui video call. Dan terkadang saat Rasya berbicara pada Reyhan, kedua anak kembarnya itu selalu mengganggunya dan berebut untuk melihat wajah om nya dari layar datar tersebut.

__ADS_1


Jika anak seusia mereka sedikit malu bertemu dengan orang baru, namun tidak dengan si kembar. Meskipun itu adalah pertemuan pertama mereka, akan tetapi keduanya tampak sangat akrab dengan Reyhan.


"Kalian kesini sama siapa?" tanya Reyhan.


"Di jemput kakek" ujar keduanya serentak.


"Mereka sangat antusias saat mendengar kabar kepulanganmu" tukas Abizar.


Reyhan pun mengangguk paham.


"Ayah sama bunda kalian kemana?" tanya Reyhan lagi.


"Kerja om" kali ini Arden lah yang menimpali.


"Om.. om mau kan main sama kita berdua" cicit Aretha.


"Iya nanti, tapi om istirahat dulu ya" bujuk Reyhan.


Keduanya pun menangis serentak.


"Kalian main sama kakek dan nenek ya" bujuk Irsya.


Kedua anak kembar itu menggeleng.


Abizar pun menghampiri Reyhan, menepuk pundak putra bungsunya itu.


"Tugas pertamamu saat pulang adalah mengasuh mereka" bisik Abizar yang kemudian berlalu.


Reyhan pun menepuk keningnya, setibanya di rumah waktu istirahatnya tersita oleh kedua anak kembar dari Rasya dan Aurel. Aurel yang dulu adalah wanita yang dicintainya. Ya, rasanya sama saja mengasuh anak dari sang mantan.




.


.


.


Bersambung...


Hai sayang-sayangku..

__ADS_1


Si babang tamvan udah naik ke permukaan ya😁 jangan lupa untuk like, komen, dan votenya.


Salam manis Ryn ❤


__ADS_2