
maafkan typo yang bertebaran🙏🙏🙏
happy reading guys 😉
.
.
.
Clara terlihat gusar, Alviro sedari tadi tidak dapat dihubungi.
berulang kali ia mencoba untuk menghubunginya lagi, namun yang terdengar hanya suara operator.
Clara berteriak frustasi membantingkan ponselnya di tempat tidurnya.
"kamu kemana sih Vi" ujar Clara yang tampak kesal.
fikirannya kacau karena Alviro yang tiba-tiba berubah, memasang jarak diantara mereka.
jika ia tau bahwa Alviro saat itu akan menikahi wanita lain, tentu saja ia akan dengan segera menerima lamaran dari Alviro. selama ini Clara terlalu menyepelekan Alviro, karena Alviro sudah berjanji untuk selalu bersamanya dalam keadaan apapun.
Clara sudah berusaha semaksimal mungkin, namun pada akhirnya Alviro tetap saja memperistri wanita lain bukan dirinya. perasaan Clara kala itu sangat hancur.
ia pun kabur dari Kalimantan hanya untuk menemui Alviro, ia terpaksa berbohong tentang keluarganya hanya untuk mendekati Alviro kembali. cara itu lah yang dapat digunakan Clara untuk mengambil hati Alviro.
Clara berfikir setidaknya Alviro akan tetap bersamanya dan tidak akan membiarkannya sendirian.
.
.
Alviro dan Alea pun telah sampai dirumah.
"makasih mas untuk malam ini" ujar Alea sambil tersenyum.
Alviro tersenyum mendengar ucapan Alea.
" ya udah kamu sekarang tidur, aku udah ngantuk" tukas Alviro mengucek matanya.
"ya mas. selamat malam mas" ujar Alea.
__ADS_1
mereka langsung menuju kamarnya masing-masing.
.
.
Alviro yang berada dikamar menatap langit-langit kamarnya.
ia masih memikirkan yang Alea ceritakan disaat mereka berada di taman. entah mengapa Alviro tiba-tiba saja teringat atas semua perbuatannya terhadap istrinya itu.
Alviro mengira bahwa Alea sama dengan wanita lainnya yang hanya melihat Alviro hanya karena harta semata. namun pemikirannya selama ini salah besar. jika memang ia hanya menginginkan harta dari keluarga Alviro ia pasti hanya akan bersantai ria dan menghambur-hamburkan uang namun tidak dengan Alea.
istrinya itu meskipun menyandang status istri dari pewaris tunggal perusahaan yang cukup terkenal ia tetap saja pada kehidupan sederhananya dan jauh dari kata glamour.
.
.
Alea sedari tadi gelisah berguling kesana-kemari diatas tempat tidurnya.
kemudian ia membuka matanya lalu tersenyum girang.
hari ini merupakan hari yang indah baginya, dimana ia dan suaminya itu dapat menikmati waktu bersama.
"semoga saja kelak kamu bisa mencintaiku mas, seperti kamu mencintai Clara" ujar Alea sambil mencoba untuk menutup matanya kembali dan memeluk gulingnya.
.
.
.
Roland membersihkan dirinya sepulang dari kantor. kemudian ia keluar dari kamar mandi tersebut.
ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat apartemennya yang sedikit berantakan karena semalam saudara tirinya harus bermalam disini.
ibu dan ayah Roland bercerai disaat Roland menduduki bangku SMA. Roland pun ikut dengan ibunya, namun ibunya menikah lagi disaat dia hendak melanjutkan pendidikannya dan ayah tirinya itu memiliki seorang putra yang usianya hanya terpaut 2 tahun diatas Roland. mereka berdua tampak sangat dekat meskipun bukan sekandung.
Drrrttt. . .
ponsel Roland bergetar dilihatnya saudara tirinya yang menelpon
__ADS_1
"ada apa bang? lo mah gitu main kabur aja." ujar Roland
"sorry adikku, tadi tiba-tiba ada keperluan darurat yang harus gue tangani, gak apalah lo olahraga dikit" ujar suara diseberang sana sambil terkekeh.
"emang ya, lo paling hobby kalo berantakin apartemen gue padahal lo udah punya tempat tinggal" ujar Roland
"gue kasian sama lo siapa tau lo takut disana sendirian, trus lo gak bisa tidur kalo gak liat gue dan meluk gue" ujar si penelpon dengan suara tawa yang membahana
"gua normal bang, alasan lo aja " tukas Roland yang tak mau kalah.
"ok. . gue minta maaf, lain kali kalo gue numpang tidur ditempat lo bakalan gue rapiin lah. udah dulu ya gue mau lanjutin kerja gue dulu" ujar si penelpon langsung mematikan sambungan telponnya.
Roland melangkah ke lemarinya dan mengambil setelan santai dan langsung memakainya.
kemudian ia pun mulai membersihkan kamarnya. mulai dari tempat tidurnya kemudian meja kerja Roland yang penuh dengan buku tentang ilmu kesehatan milik saudara tirinya itu.
saudaranya itu memang gemar sekali membaca jika ada waktu luang.
Roland merapikan buku tersebut satu persatu hendak menaruhnya di rak tempat buku.
namun sebuah foto terjatuh dari selipan buku yang ia rapikan.
Roland pun memungut foto tersebut dan betapa terkejutnya ia saat melihat potret wanita yang dikenalnya, tampaknya potret tersebut diambil secara diam-diam
"Alea. ." gumam Roland
.
.
.
.
Terimakasih sudah membaca sejauh ini😊
ikuti terus kisah selanjutnya di next episode.
dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian
like dan komen yah😆
__ADS_1
salam manis RPS😊