
Roland memberhentikan mobilnya, Regita tanpa aba-aba langsung turun dari mobil.
"Tan. . tunggu. ." ujar Roland.
"buruan. . tante mau lihat calon mantu tante" tukas Regita seraya menarik paksa Roland.
"iya. .iya Tan, sabar dikit gak usah diseret-seret akunya" ucap Roland dengan ekspresi memberengut yang dibuat-buat.
"Tante udah gak sabar mau liat calon mantu bule" ujar Regita dengan wajah yang berbinar.
Roland mencebikkan bibirnya seraya merapikan lengan bajunya yang kusut akibat ulah Regita.
"Tan, hari ini aku baru aja dapet mama tiri Tan" ujar Roland.
"yang bener kamu? papanya Abizar cari istri lagi?" tanya Regita terperangah.
"bukan itu Tan" ujar Roland dengan raut wajah sedih.
"lantas gimana bisa?" sambung Regita lagi.
"ya Tante. Tante tu udah kayak mama tiri tau gak, aku di jewer, diteriakin, ditarik-tarik" tukas Roland.
"dosa ya ngomongin orang yang lebih tua kayak gitu" ujar Regita melemparkan tatapan tajam.
"maaf Tante cuma bercanda kok, aku takut dosa Tan pengennya masuk surga gak mau masuk neraka" ucap Roland dengan wajah polosnya.
"iya tante doain semoga kamu nanti bakalan masuk surga kok" ujar Regita.
Roland pun langsung berbinar mendengar penuturan ibu dari atasannya itu.
"tapi direbus dulu di neraka" lanjut Regita.
"amsyonggg. . ."
Belum lama kemudian Regita mengalihkan pandangannya. Dilihatnya putranya dari kejauhan melambaikan tangannya kemudian membuka kaca mata hitam yang dipakainya.
Benar saja putranya tersebut tidak sendiri melainkan membawa seorang wanita yang juga menggunakan kaca mata hitam namun wanita tersebut tidak membuka kacamatanya hanya melambai-lambaikan tangan.
Roland dan Regita hendak menghampiri Alviro dan kekasihnya, namun langkah mereka terhenti saat menyadari siapa yang bersama Alviro.
"Land apa Tante gak salah lihat" tanya Regita sambil mengucek matanya.
"kayaknya gak deh Tan" sahut Roland yang juga mengucek matanya.
"Leah. ." gumam Regita.
"mama. ." ujar Alea yang langsung menyalami Regita.
"ini beneran kamu kan nak? mama gak salah lihat kan?" ucap Regita sambil memeluk Alea.
"iya ma ini Leah, mama gak salah lihat kok" timpal Alea membalas pelukan Regita.
"ya ampun sayang kamu tambah cantik sekarang" tutur Regita melepaskan pelukannya dan mencubit pipi Alea.
Alea hanya mengembangkan senyumnya.
"cie. .cie. . CLBK, Cinta Lama Belum Kelar wikwiwww. ." ledek Roland.
"apaan sih lo" ujar Alviro.
"Tan, calon mantu yang lama diperbarui lagi, yang dikira bule ternyata yang dateng adalah buk lek lengkap dengan pak lek nya" tukas Roland seraya terkekeh.
Jitakan cantik dari Alviro mendarat dikening Roland.
"awww. ." ringis Roland.
__ADS_1
"gaji lo gue potong bulan ini" ujar Alviro tegas seraya melangkahkan kakinya meninggalkan Roland.
Regita dan Alea pun terkekeh kemudian menyusul langkah Alviro.
"yah bos jangan dipotong gaji gue, itu modal buat gue ngehalalin Melly" rengek Roland yang juga menyusul langkah Alviro.
Alviro mendengar penuturan Roland barusan hanya menahan tawanya.
.
.
.
.
.
"tujuan kemana nih?" tanya Roland sambil fpkus menyetir.
"ke rumah" ucap Regita dan Alviro serentak.
"maksudnya ke rumah tante" ujar Regita
"gak ma ke rumah Al aja" tutur Alviro.
"enak aja, sah juga belum udah mau tinggal satu atap aja" ketus Regita.
"ya udah langsung ke KUA aja deh" tukas Alviro.
"ehhh. ." Regita dan Roland langsung terperangah.
"aku pulang ke rumah mama Arini aja ma, kebetulan mama Arini lagi ada di sini." ucap Alea.
"mama angkatnya Alea, selama ini Alea tinggal di New York bersama mama angkatnya ma" timpal Alviro sedangkan Alea hanya menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Alviro.
Regita pun ber oh ria mendengar penjelasan dari Alviro.
"tapi nginep dulu gih sama mama yah semalem aja, mama kangen nih sama kamu" sambung Regita.
"tapi ma. ."
"ayolah Leah, nginep yah" rengek Regita.
Alea pun mengiyakan permintaan Regita, ia langsung menyambar ponselnya mencari kontak Arini dan memberitahukan pada mama angkatnya itu untuk menginap di rumah Regita.
.
.
.
.
Mereka pun sampai di kediamannya Regita, dengan cekatan Regita langsung menyuruh Alea untuk masuk.
Alviro juga hendak ikut serta dengan membawa tas yang berisi pakainannya.
"eittsss. . mau kemana?" tanya Regita pada Alviro.
"ya mau masuklah ma, emang mau kemana lagi akunya mau istirahat." ucap Alviro.
"istirahat di rumah kamu aja ya sayang, kalau disini kamunya bukan istirahat tapi godain Alea, nanti kalau kebablasan kan repot juga" bujuk Regita.
"gak lah ma, aku beneran istirahat kok" timpal Alviro.
__ADS_1
"tapi mama kok mencium bau bau dusta nih"
"apaan sih ma" ujar Alviro seraya menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
"udah ya sayang kita cari aman aja, kamu mendingan pulang gih ke rumah kamu, kalau mau kesini nunggu papa pulang aja ya. duh anak mama makin ganteng deh" ucap Regita seraya mendorong anaknya kembali ke mobil.
"Land, anterin anak tante ke rumahnya ya" ujar Regita.
"siap tante" timpal Roland
Roland pun melajukan mobilnya sedangkan Alviro memberengut kesal.
"gini nih nasib gue, anak kandung rasa anak tiri" ketus Alviro.
Sedangkan Roland melihat ke arah atasannya itu sekilas dan langsung terkekeh melihat ekspresi kesal dari sahabatnya itu.
.
.
.
.
.
"diminum dulu Leah" ujar Regita sambil menyodorkan segelas jus mangga
"makasih ma" ucap Alea seraya meminum jus tersebut.
"besok pulangnya biar papa, mama, sama Alviro yah yang anterin kamu" tukas Regita.
"gak usah repot-repot ma, biar Leah sendiri aja" timpal Alea.
"gak apa-apa kok sayang, sekalian mau ngomong sama mama kamu untuk rencana pernikahan kalian" tutur Regita yang tampak bersemangat.
"uhukkk" Alea langsung tersedak mendengar apa yang baru saja dilontarkan oleh orang yang pernah menjadi mertuanya dan akan menjadi mertuanya lagi.
"pelan-pelan dong sayang, lagian umur kalian sudah kepala tiga jangan ditunda-tunda lagi dong mama gak sabar nih pengen nimang cucu"
"hehe. ." Alea hanya membalas Regita dengan cengiran seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
.
.
.
.
Terimakasih sudah membaca sejauh ini, jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah.
•Like
•Komen
•dan Vote
sampai jumpa di episode selanjutnya
salam manis RPS😊
__ADS_1