Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 80


__ADS_3

Alea tengah berada dibandara menunggu kedatangan sepupunya. Alea menjemput Steve sendirian, dikarenakan Arini sibuk mengurusi pernikahan Alea yang diadakan besok.


Tidak lama kemudian, ia melihat Steve yang melambaikan tangannya dan menuju ke arah Alea.


"hay sepupuku, aku merindukanmu" ujar Steve seraya merangkul Alea.


"tampaknya wajahmu sudah mulai bersinar akhir-akhir ini, sungguh kekuatan cinta memang membuat semua orang menjadi lebih baik" goda Steve.


"ayolah Steve, hentikan omong kosongmu. Seharusnya kau sudah mencari wanita diumurmu yang sudah hampir lanjut usia" ejek Alea.


"hey. . aku masih muda dan masih gagah. Jangan mengatakanku seperti itu" timpal Steve.


"kau memang sudah tua Steve, kau pria lapuk" ujar Alea seraya menjulurkan lidahnya.


"apa? pria. . pria lapuk? Hey kau wanita bar-bar, usiaku baru menginjak 34 dan kau bilang aku pria lapuk. Lihatlah wajahku yang masih memancarkan aura ketampananku. Kau lihat wanita yang ada di ujung sana sedari tadi memperhatikanku" ucap Steve yang menunjuk ke arah wanita yang sedari tadi menatapnya.


Steve pun langsung mengerlingkan matanya pada wanita tersebut, wanita itu pun tertunduk malu saat Steve mengerlingkan mata ke arahnya.


"hey Steve, nanti saja jika kau ingin menggoda wanita. Ayo kita pulang, aku masih punya sesuatu yang harus ku urus" tukas Alea.


"oke baiklah. Berikan kunci mobilnya padaku" ujar Steve seraya menadahkan tangannya.


"biar aku saja, kau lelah setelah beberapa jam diperjalanan Steve" tukas Alea.


"aku rindu jalanan yang ada disini, ayolah aku tidak lelah" ucap Steve seraya merebut paksa kunci tersebut dari tangan Alea.


"awas saja jika terjadi sesuatu, besok adalah hari besarku" ancam Alea.


"tenang saja, akan ku pastikan kau masih bisa menikmati malam pertamamu" ejek Steve.


Bughhhh. .


"hentikan omong kosongmu Steve! ayo kita pulang" ujar Alea yang berjalan duluan meninggalkan Steve.


Wajah Alea mendadak merah seketika saat Steve mengucapkan kata-kata yang baru saja dilontarkan kepadanya. Ia pun pergi meninggalkan Steve mencoba menghilangkan rasa malunya akibat ucapan Steve tadi.


💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

__ADS_1


Siang ini Roland berada di klinik Abizar, ia duduk manis seraya menunggu Abizar yang masih mengecek pasien.


Ia ingin menceritakan pada saudaranya tersebut, bahwa besok adalah pernikahan Alviro dan Alea.


Setidaknya Roland ingin memastikan abangnya itu membuang jauh-jauh perasaannya pada wanita yang sebentar lagi menjadi istri sah dari sahabatnya itu.


CEKREKK. .


Pintu terbuka, Abizar langsung menampakkan dirinya dan terkejut melihat adiknya berada diruangannya.


"loh Land, kenapa lo disini? lo gak kerja?" tanya Abizar.


"libur bang, bos lagi sibuk buat. ." kata-lata Roland langsung disela oleh Abizar.


"pernikahan mereka yang mau diadakan besok" ujar Abizar.


"tahu dari mana bang?" tanya Roland.


"ya tahulah, Alviro sendiri yang nelpon gue. Terus si Alea juga kemarin udah nganterin undangan ke gue" ujar Abizar seraya mendudukan bokongnya di kursi.


"lo gak apa-apa kan bang?"


"lo gak sakit kan bang? dada lo gak sesak gitu pas si Aleanya langsung nyamperin lo buat ngasih undangan" tanya Roland.


"lah kenapa gue sesak Land, yah enggak lah" sahut Abizar.


" ya takut aja gitu, secara lo pernah ngarepin Alea setengah mati" ucap Roland.


"gue udah buang perasaan gue jauh-jauh Land, dan sekarang dihati gue cuma ada Irsya" ujar Abizar tulus.


"syukurlah kalau lo sadar. Tapi, kenapa pas gue ngmng pertama kali Alea pulang, loe mendadak menghindar bang" tukas Roland.


"perasaan gue udah gue buang jauh-jauh, dan masalah itu gue. ."


Tiba-tiba Abizar teringat akan perkataan Alea yang menyuruhnya untuk tidak menceritakan hal tersebut ke orang lain.


Abizar tahu jika adiknya ini tahu akan hal tersebut. Namun Abizar tidak ingin mengatakannya karena Roland yang tidak tahu jika Abizar telah mengetahui semuanya.

__ADS_1


"masalah apa bang? ett dahh malah diem" ucap Alea.


"yah pokoknya adalah, lo jadi orang mah kepo amat" ujar Abizar.


"jiwa kepoku sudah mendarah daging bang" ucap Roland seraya terkekeh, sontak saja hal tersebut membuat Abizar melayangkan jitakan cantiknya pada Roland.


"busyet, lama-lama gua jadi **** juga nih dijitak melulu" keluh Roland.


"begonya lo juga udah dari lahir" cerca Abizar.


"tega amat lo bang, ngomongin gue" ujar Roland.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


"ma. . kenapa harus pakai acara dipingit segala" ujar Alviro yang masih berbaring di kamarnya.


"pamali geh sebelum hari nikah udah deket-deketan" sahut Regita.


Alviro mengambil ponselnya dan melihat walpaper gadis yang pernah menjadi istrinya dulu, terpampang di layar ponselnya.


"aku rindu berat Leah" ujar Alviro setengah berbisik seraya mengusap layar tersebut.


"semoga besok dilancarkan dalam pengucapan ijab kabul" ujar Alviro dalam hati.


.


.


.


Terimakasih sudah membaca😊. jangan lupa like, komen, serta votenya yah supaya author lebih semangat nulisnya.


salam manis RPS😊



Hay readers, babang mau nyebar undangan nih. sebutin gih dari kota mana aja yang baca. biar babang langsung kirim undangannya kesana😂😂. awas ya kalo gak dateng wkwkwk. salam sayang dari babang Al😘😘

__ADS_1



Tetep stay disini yah, dateng ke acara kita😂. jangan lupa amplop poinnya harus tebel yah buat vote novel ini😂. inget yah sayang harus tebel amplopnya 😁 kecup manja dari jauh😘😘


__ADS_2