
Alviro kembali ke kantor dengan perasaan kacau. Ia pun menyingkirkan semua dokumen yang ada di meja kerjanya.
Tokkk. . Tokkk. .
Roland menampakkan dirinya dari belakang pintu.
"pak sudah waktunya untuk rapat" ujar Roland
Pandangan Roland sekilas menuju ke bagian sudut bibir Alviro yang agak membengkak dan berdarah serta dokumen yang sudah berserakan dimana-mana.
"bilang sama mereka rapat hari ini dibatalkan" tukas Alviro yang tampak malas meladeni Roland.
"tapi pak mereka semua orang sudah sedari tadi menunggu diruang rapat" timpal Roland.
Brakkk. .
Alviro menggebrak meja yang ada dihadapannya.
"kalau saya bilang dibatalkan ya dibatalkan! bilang sama mereka kalau rapat saya undur besok!" ujar Alviro yang setengah berteriak.
Roland langsung terkejut mendengar Alviro yang memukul meja dan berteriak seakan membuat telinganya menjadi berdengung.
"baik pak, kalau begitu saya pamit undur diri" ucap Roland.
Roland pun meninggalkan ruangan tersebut.
"dasar bos sialan! tiba-tiba marah kagak jelas, untung kuping gue buatan Tuhan kalau buatan Cina mungkin udah langsung konslet pas dengerin lo teriak-teriak. Bersyukur loe itu sahabat gue kalau bukan udah gue sumpahin kena stroke. Dasar toak berjalan!!" gerutu Roland sambil menuju ke ruang rapat.
Roland pun langsung menyampaikan pesan atasannya tadi ke seluruh anggota yang berada di ruang rapat. Alhasil mereka pun banyak yang berkomentar pedas dan bahkan ada yang sampai menyalahkan Roland karena tingkah bosnya itu.
Roland hanya tersenyum seraya mendengarkan komentar pedas yang dilontarkan oleh beberapa rekan kerja Alviro, namun didalam hatinya ia pun mengumpat.
"yah beginilah jika memiliki bos yang gendeng" batin Roland
__ADS_1
__________________________________
Alea melambaikan tangannya kepada Tiara yang baru saja dijemput oleh suaminya. Jam kerja mereka sudah habis dan waktunya mereka untukm menuju rumah masing-masing.
Alea berjalan kaki menuju rumah. Ia mengeluarkan ponselnya beserta earphone yang sudah dihubungkan ke ponselnya, kemudian Alea menanggalkan earphone tersebut ketelinganya menikmati alunan musik sambil menyusuri jalan pulang.
Alea yang sudah tidak jauh dari depan gang rumahnya itu melihat seorang pria berwajah bule yang tak dikenalnya menyenderkan tubuhnya ke mobil yang berada didekatnya sambil menendang-nendang kerikil yang ada dihadapannya.
Alea berjalan melewati pria bule tersebut.
"Allecia Casandra" panggil pria tersebut.
Alea terkejut dan reflek berbalik melihat pria tadi yang menyebut namanya dengan lengkap.
Alea pun memasang raut wajah yang tampak bingung, entah dari mana pria tersebut mengetahui namanya.
"oh jadi benar kalau itu namamu" ujar pria bule tersebut menggunakan bahasa Indonesia agak kaku.
"saya Steve Ernest, apakah kamu bisa ikut saya karena ada seseorang yang ingin bertemu denganmu" lanjutnya.
"tunggu. .!!" seru Steve seraya mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
"aku sudah menemukannya dan tampaknya dia tidak menpercayaiku dan mungkin mengira bahwa aku adalah seorang penjahat, lebih baik bicara saja langsung dengannya" ujar Steve seraya memberikan ponselnya dengan Alea.
"halo. ." ucap Alea.
Belum lama kemudian Alea pun membulatkan matanya saat mengetahui suara yang sudah amat dirindukannya.
πππππππππππππππ
Alviro menuju ke parkiran, dilihatnya wanita yang saat ini tak ingin ia lihat wajahnya sudah berada tepat didekat mobilnya.
"Vi. ." panggil Clara
__ADS_1
Alviro menulikan telinganya dan tetap berjalan melewati Clara.
"Vi tolong dengerin penjelasan aku dulu" ujar Clara yang langsung menarik tangan Alviro.
Alviro pun langsung menepis tangan Clara.
"mau jelasin apa lagi kamu hahh! tentang perceraian orang tua kamu? atau kamu yang berpura-pura tidak mengetahui pernikahan aku?" teriak Alviro.
"aku ngelakuin semua itu karena aku gak mau kehilangan kamu Vi, kamu ngelamar aku tapi nikah dengan wanita lain. Sumpah aku gak rela Vi" ujar Clara.
"lantas kamu nyalahin aku? yang nolak kemarin siapa?" tukas Alviro tersenyum remeh.
"waktu itu aku masih fokus sama karir aku Vi" timpal Clara.
"Stop!! mulai sekarang kamu gak usah ganggu aku lagi" ujar Alviro mengangkat kedua tangannya.
"puas kamu udah hancurin hidup aku Vi" teriak Clara sambil sesegukan.
"seharusnya aku yang berkata seperti itu ke kamu. Puas kamu sudah membuatku bercerai dari wanita yang ku cintai hanya untuk memilih wanita yang tidak tau malu seperti mu" tanpa sadar ucapan kasar tersebut keluar dari mulut Alviro.
Duarrrr. .
Bak petir disiang bolong Clara mendengar ucapan Alviro yang baru saja dilontarkan kepadanya.
Entah mengapa kali ini ia merasa sudah tidak termaafkan lagi oleh lelaki yang ada dihadapannya.
Alviro langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraan tersebut tanpa menghiraukan keberadaan Clara disana sedangkan Clara masih berdiri mematung sambil memandangi mobil Alviro yang semakin lama semakin menjauh.
CAST STEVE ERNEST
__ADS_1
**jangan lupa like dan komennyaπ
salam manis RPS**