Jangan Pergi

Jangan Pergi
SH Chapter 44


__ADS_3

" Bisakah kamu untuk tidak melakukan ini semua? ayo pergilah bersamaku semuanya belum terlambat.."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam ini Reyhan duduk diteras kontrakannya bersama dengan ketiga temannya. Dito yang tampak sedang memeluk gitar, dan David yang sedang mengotak-atik ponselnya, sedangkan Reyhan termenung sembari memangku dagunya.


"Harusnya aku yang disana.. Dampingimu dan bukan dia.."


Saat mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Dito rasanya Reyhan hendak mencekik temannya itu saat ini juga. Ada banyak lagu entah kenapa pria itu selalu saja menyanyikan lagu itu, seolah ia sedang mengolok perasaan Reyhan saat ini juga.


"Stop!! tolong bro nyanyi lagu lain aja, telinga gue rada panas dengarnya" ucap Reyhan gambalang. Bukan hanya telinganya, melainkan hatinya juga.


"Sayang menikahlah denganku.. Kau jawaban dari semua do'aku.."


Jika tadi Reyhan yang merasa diolok, kali ini Davidlah yang merasa ada didalam lagu itu. Jawaban dari semua do'anya adalah sebuah pengkhianatan besar akan sebuah penantian yang lama dan tidak memakan waktu satu hari ataupun dua hari.


" Bagusan gak usah nyanyi aja sekalian, berisik" ujar David sembari mengubah posisi duduknya.


"Kalian berdua kenapa? Dari tadi lo main handphone, sedangkan Reyhan melamun dari tadi, nah terus gue harus apa?" tukas Dito yang sedikit kesal.


"Lo diam aja.." ujar Reyhan dan David serentak.


Dito pun mendengus kesal, dan belum lama kemudian...


Cewek-cewek disini..


Diam-diam ngelayap..


Datang seorang Dito..


Happ..


Spontan Reyhan menarik kerah baju Dito yang baru saja beranjak hendak menemui wanita yang baru saja lewat.


"Mau kemana lo?" tanya Reyhan tanpa melepaskan tarikannya pada baju Dito.

__ADS_1


"Kesana bentar" ucap Dito santai.


"Enakan tetap duduk disini atau enakan diputusin sama sepupu gue malam ini juga?" ucap Reyhan membuat pilihan sulit yang dilontarkannya pada sahabatnya itu.


David terkekeh mendengar ucapan Reyhan, sementara yang dilempari pertanyaan hanya mengusap tengkuknya sembari kembali ke posisi semula.


Reyhan dengan wajah yang tegas menahan tawanya mati-matian, sementara David sedari tadi terkikih geli melihat tingkah konyol sahabatnya itu.


...----------------...


Rasya yang sudah tampak rapi mengenakan jas hitam disertai dasi kupu-kupu yang mempermanis penampilannya. Beberapa kali ia menghembuskan nafasnya dengan kasar, ujung tangannya terasa dingin, menandakan pria itu sedang nervous berat.


Hari ini adalah hari besarnya, dimana ia akan mengucapkan janji suci dihadapan orang banyak serta disaksikan oleh para malaikat. Dimana saat itu juga Aurel telah halal baginya.


Rasya kembali menghembuskan napasnya dengan kasar, dan sesekali mengepal kedua tangannya dan meniupnya hanya untuk menyalurkan rasa hangat di ujung jarinya yang terasa sangat dingin.


"Jangan terlalu tegang nak.." ucap Abizar yang tiba-tiba muncul dibelakang Rasya, ia pun menepuk pundak Rasya untuk menenangkan putra sulungnya itu.


Rasya menganggukkan kepalanya.


"Mama kamu melihat menantunya yang sedang dirias" sahut Abizar menunjuk ke arah kamar Aurel.


Rasya kembali menganggukkan kepalanya dan kembali memandang ke bawah melihat tamu undangan yang sudah banyak berdatangan.


...


Roland yang baru saja usai berbincang dengan rekan kerja sekantornya. Tentu saja ia akan banyak bertemu dengan rekan kerjanya disini, mengingat pesta pernikahan ini merupakan milik putri semata wayang pemilik perusahaan tempatnya mengais rezeki.


Belum lama kemudian,ia pun dikagetkan dengan kehadiran Vanesha yang tiba-tiba. Putrinya itu tidak sendirian, melainkan dengan seorang pria yang seumuran dengannya. Saat pertama kali Roland melihat pria bersama dengan Vanesha yang tampak tak asing. Ia pun mencoba mengingat-ingat pria tersebut.


"Kamu.. si Toto itu kan? iya saya masih ingat kamu. Kamu pria yang di apotek itu" ujar Roland yang baru saja ingat tentang pria yang ada dihadapannya.


"Toto? sejak kapan si Dito mengganti nama?" ucap Vanesha mengerutkan keningnya.


"Om.. ketemu lagi" ujar Dito sembari memamerkan deretan gigi putihnya.

__ADS_1


"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Vanesha yang sedikit bingung.


Keduanya pun menganggukkan kepalanya.


"Ini si Toto yang papa ceritakan waktu itu" jelas Roland.


"Berati om ini.."


"Iya, saya papanya Vanesha. Kebetulan yang indah bukan?" ujar Roland yang langsung memotong ucapan Dito.


"Dan dia Dito, pacarku pa.." ucap Vanesha dengan lugas.


"Dan itu kebetulan yang sangat sangat indah" ujar Roland mengembangkan senyumnya.


...


Reyhan begitu tampan dengan pakaian batik lengan panjang berwarna brown yang sangat pas ditubuhnya. Reyhan mendekati pintu kamar yang terbuka dimana tempat Aurel dirias. Dan kebetulan saja riasan Aurel telah selesai dan disana Reyhan hanya mendapati Aurel yang sedang seorang diri. Tanpa mengetuk Reyhan pun langsung menyelinap masuk dan menutup pintu tersebut.


"Reyhan.." gumam Aurel saat melihat sosok Reyhan dari balik pintu.


Reyhan menghampiri Aurel, ia menyeret kakinya perlahan demi perlahan tanpa melepaskan pandangannya pada gadis itu, sembari menahan perasaan yang bergejolak dalam dirinya.


Aurel sangat cantik hari ini. Sungguh Reyhan seakan tidak ikhlas melepaskan gadis itu. Langkah Reyhan terhenti tepat dihadapan gadis yang namanya masih terukir dihatinya. Dan apakah ini saatnya bagi Reyhan untuk...


" Bisakah kamu untuk tidak melakukan ini semua? ayo pergilah bersamaku semuanya belum terlambat.."


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian 🤗 vote seikhlasnya yak buat tambahan stamina jari-jariku❤️

__ADS_1


__ADS_2