Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 79


__ADS_3

"yang ini jangan, yang ini akunya kurang ganteng, nih yang ini aja" tunjuk Alviro pada salah satu potret yang diambil dari sang fotografer.


"kamu gitu aja udah ganteng kok mas, gak usah seteliti gitu deh, kita fotonya udah hampir dua puluh kali" ujar Alea kesal.


Benar, hari ini adalah hari dimana mereka melakukan foto prewedding. Alea yang tampak kesal dengan tingkah Alviro yang sedari tadi minta ulang kembali hasil jepretan yang diambil sang fotografer menurutnya kurang baik.


Padahal hasil tersebut sudah sangat baik menurut Alea tapi ntah lah sikap Alviro kali ini benar-benar menyebalkan menurut Alea.


"Leah, kayaknya tadi hasilnya kurang maksimal. Ayo kita ulang" ujar Alviro.


"ogah! aku capek! tuh kamu gandengan sama pohon beringin aja" ketus Alea yang kemudian meninggalkan Alviro.


"Leah. . tunggu. ." seru Alviro namun Alea tetap saja melangkah pergi.


"udah dong marahannya" bujuk Alviro seraya menyetir sesekali melirik ke arah Alea


Alea tidak menghiraukan ucapan Alviro.


"Leah. .tolong jangan diem begitu, ngomong dong" ucap Alviro.


"kamu tahu kan mas, kita dari jam 10 tadi sampai jam 2 siang cuma buat jeprat-jepret dan satu pun gak ada yang kamu bilang bagus" ujar Alea.


"Ma. ." baru saja Alviro membuka mulut, omongannya langsung diserang oleh Alea.


"aku capek harus cengar-cengir berjam-jam didepan kamera, pas kerja juga aku gak pernah selama itu untuk sesi pemotretanku"


"iya ta. ." perkataan Alviro kembali terputus karena Alea menyela perkataannya lagi.


"aku pegel harus pose berulang kali, terik matahari juga gak bersahabat" keluh Alea.


Alviro memilih bungkam dan hanya mendengar ucapan Alea.


KRUKKK. .


"dan aku juga laper" ujar Alea menunduk karena malu. Suara cacing yang meronta didalam perutnya begitu nyaring.


Alviro terkekeh karena tingkah calon istrinya itu begitu menggemaskan.


"ya udah kita cari makan" ujar Alviro seraya mengacak rambut Alea dengan sebelah tangannya.


Alviro pun melajukan mobilnya mencari tempat makan untuk mengisi perut mereka.


πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†


Di atap kantor, Roland tampaknya sedang tidak baik-baik saja dengan Melly. Pasalnya sikap Melly yang mendadak berubah menjadi dingin sejak pagi tadi menimbulkan sebuah pertanyaan besar bagi Roland.


"babe. . jangan marah dong" bujuk Roland.

__ADS_1


"siapa yang marah?" ujar Melly acuh.


"kamu dari tadi cuekin aku Mel, itu berarti tandanya kamu marah" tukas Roland.


"biasa aja kok" ucap Melly.


"kamu kenapa sih marah gak jelas gitu babe? ayolah jangan ngambek lagi" pinta Roland


Melly hanya diam tanpa menghiraukan ucapan Roland. Hal tersebut tentunya membuat Roland frustasi seraya mengacak rambutnya.


"ya udah deh, aku bingung sama kamu yang tiba-tiba bertingkah seperti ini sama aku" ujar Roland tampak kesal dan hendak meninggalkan Melly.


"kapan kamu mau ngelamar aku?" ujar Melly tiba-tiba.


Roland pun langsung menghentikan langkahnya dan mencoba menatap pujaan hatinya.


"kapan keluarga kita bakal dipertemukan? apa kamu cuma main-main ke aku sama seperti apa yang kamu lakukan dengan para mantanmu terdahulu?" ujar Melly dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"aku gak butuh pacaran lama-lama kalau kamu gak ada komitmen sama aku. Aku gak mau dikasih harapan jika nantinya kamu juga bakalan ninggalin aku. aku gak mau sia-siain waktu aku cuma buat nunggu hal yang gak pasti" terang Melly.


Roland pun langsung melebarkan langkahnya mendekati Melly. Ia langsung membawa tubuh gadis tersebut ke dalam dekapannya.


Dihirupnya wangi shampo yang menguar dari rambut kekasihnya itu.


"maaf. ." ujar Roland yang kemudian melonggarkan pelukannya dan menyeka air mata Melly.


Roland berlari menghampiri Melly. Kemudian ia menyodorkan sekaleng softdrink yang dibelinya dari kantin.


"minum dulu, kamu butuh cairan yang lebih seusai menangis" ejek Roland seraya menyodorkan minuman tersebut.


Melly langsung menghadiahi pukulan kecil pada Roland yang kemudian mengambil minuman yang ada ditangan Roland.


"kenapa kamu bisa sampai berfikiran sejahat itu babe?" tanya Roland yang kemudian menyesap minumannya.


"lagian kamu kalau aku ngebahas tentang pernikahan jawaban kamu gak pernah serius. contohnya aja semalem" ujar Melly.


Roland pun terkekeh mengingat jawaban yang diberikannya pada Melly.


"ohh. . jadi itu masalahnya" tukas Roland.


"ya kamu pikir aja sendiri gimana kecewanya aku karena kamu yang selalu main-main jika aku nanya masalah pernikahan" tutur Melly.


"babe. . aku itu sedang proses menghalalkan kamu sayang, maka dari itu aku kerja keras buat cariin mahar untuk kamu" ucap Roland.


"aku butuh waktu mempersiapkan segala sesuatunya babe, aku mesti beli rumah karena aku gak mau kita nantinya tinggal di apartemen. Aku pengennya nanti punya halaman rumah yang luas supaya anak-anak kita nanti tempat bermainnya gak terlalu sempit" lanjut Roland.


"ya seharusnya kamu jelasinnya gitu dong, gak harus pakai candaan segala" tukas Melly.

__ADS_1


"biar kamunya gak bosen pacaran sama aku" timpal Roland.


"ya tetep aja kalau ditanya serius jawabnya jangan main-main kayak gitu" ucap Melly.


"jadi aku nih yang salah?" tanya Roland.


"ya iyalah udah jelas salah" ujar Melly.


"lagian ada undang-undangnya ya diantara kita" lanjut Melly.


"maksud kamu undang-undang yang kayak gimana babe?" tanya Roland yang tidak paham maksud dari kekasihnya itu.


"pasal satu, Melly selalu benar" ujar Melly.


Roland terkekeh mendengar penuturan dari Melly.


"terus. .terus. ." ujar Roland.


"pasal dua, jika Melly salah. ." ucapan Melly langsung dipotong Roland.


"Melly harus di hukum" tambah Roland.


"ihh. . bukan gitu. jika Melly salah ya kembali ke pasal satu" ucap Melly dengan wajah tanpa dosa.


"pasal tiga. ." sambung Melly namun Roland kembali menyerobot ucapannya.


"cukup sekian dan terima kasih. intinya kamu sebutin sampai sepuluh pasal pastinya bakalan balik ke pasal satu" ujar Roland.


"pororoku pintar" puji Melly dengan puppy eyesnya.


Roland pun langsung menarik hidung Melly karena tingkah kekasihnya itu yang sangat menggemaskan.


"sakit babe. ." ujar Melly seraya mengelus hidungnya.


"oh iya, kamu tiba-tiba ngomongin soal nikah jangan-jangan kamu lihat Pak Alviro sama Bang Abizar yang gak akan lama lagi nikah jadi kamu cemburu pengen buruan dihalalin juga" tukas Roland.


"ihhh gak lah" timpal Melly bohong.


"udah ngaku aja hayo" ejek Roland.


"nggak!!" ucap Melly menahan malu kemudian berjalan meninggalkan Roland.


Terimakasih sudah membaca😊.


Budayakan untuk meninggalkan jejak dengan like, komen, serta votenya supaya eike lebih semangat buat nulisnya yah sayπŸ˜‚πŸ˜Š


salam manis RPS😊

__ADS_1


__ADS_2