
Jangan lupa makan siang, biar selalu sehat dan kuat saat mencintaiku.
Miss you honey.
Aurel mengembangkan senyumnya saat mendapat pesan singkat dari kekasihnya itu. Pertemuan mereka hanya berselang beberapa jam yang lalu, namun rasa rindu pada pria itu sudah menghinggapinya. Aurel pun dengan segera membalas pesan singkat yang ia dapat dari lelaki yang kini telah mengisi relung hatinya.
Miss you too❤️
###
Seperti biasanya, Reyhan bersama teman-temannya asyik berkumpul tepat dibawah pohon belakang kampus. Tempat tersebut merupakan tempat favorit mereka saat jam kosong.
Jika yang lain tampak sedang asyik berbicang bahkan tertawa dengan candaan masing-masing, namun beda halnya dengan Reyhan. Tubuh pria itu disana namun fikirannya entah kemana.
"Hei sob, lo kenapa? gue perhatiin dari tadi cuma diam" ujar David.
"Gue gak apa-apa" timpal Reyhan singkat.
"Gue merhatiin lo dari tadi bro" tukas David lagi.
"Han, lo galau?" tanya Vanesha tiba-tiba.
"Apaan sih, siapa juga yang galau" kilah Reyhan.
"Lo nggak bisa bohong bro, di kening lo udah tercetak tebal ' gue galau' " cerca Dito seraya terkekeh. Ia pun sukses dihadiahi oleh Reyhan dengan tatapan tajam.
"Gue penasaran cewek yang udah buat lo galau, cewek yang kemarin cantiknya luar biasa lo tolak mentah-mentah" tutur David.
"Kak Aurel?" tanya Vanesha.
"Iya" sahut David.
Reyhan hanya bungkam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Teman-temannya itu memang tidak mengetahui tentang Reyhan yang bekerja dengan Aurel dan bahkan wanita itu lah yang ia kencani.
"Kak Aurel udah dapat pria yang lebih menghargai dia, bukan pria macam Reyhan" ujar Vanesha, benar saja berita tentang hubungan asmara antara Aurel dan Rasya telah sampai ke telinga gadis itu. Berita tersebut tentunya ia dapat dari papanya, mengingat Alviro yang dekat dengan Roland dan sering berbagi cerita.
Kalimat yang baru saja diucapkan oleh Vanesha seolah menjadi tamparan keras bagi Reyhan. Abangnya itu memang selalu memperlakukan Aurel dengan baik, berbanding terbalik dengannya.
Reyhan pun sadar, tatapan mata Aurel tak seperti dulu yang memandangnya penuh puja. Saat Aurel bersamanya, seperti dua kencan yang telah ia lewati, Raga Aurel bersamanya namun pikiran Aurel entah kemana.
Lantas pantaskah ia bertahan? karena yang bahagia saat bersama itu hanyalah Reyhan, tidak dengan Aurel.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Aurel melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 4 sore. Kerjaan yang menumpuk membuat waktu berjalan begitu cepat. Aurel merenggangkan jemarinya yang terasa pegal. Ia pun berjalan keluar dan menuju ke lantai bawah melepas penat usai bekerja.
Setelah pintu lift terbuka yang mengantarkannya menuju lantai bawah. Aurel dapat melihat dari kejauhan, Reyhan yang sibuk mengerjakan lukisannya. Ia pun menghampiri pria tersebut.
"Tampaknya tidak lama lagi lukisanmu akan selesai" ucap Aurel.
Reyhan yang terlalu fokus dengan pekerjaannya terkejut saat mendapati suara Aurel tepat berada dibelakangnya.
"Iya, aku ingin menyelesaikannya malam ini" ucap Reyhan seraya mengembangkan senyumnya.
"Kau yakin? Aku rasa, kau membutuhkan waktu sekitar dua atau tiga hari lagi untuk benar-benar menyelesaikannya" ujar Aurel yang tak melepaskan pandangannya dari tembok yang sudah tak polos lagi.
"Aku akan lembur malam ini" sahut Reyhan.
Aurel pun tak menggubris apa ya g diucapkan Reyhan. Ia hanya menimpalinya dengan sebuah anggukan.
"Apakah kau mau menemaniku?" tanya Reyhan.
"Maksudmu?"
"Apakah kau mau menemaniku menyelesaikan ini, cukup melihatku dan duduk manis disana" ujar Reyhan seraya menunjuk bangku panjang yang terletak di sudut tembok.
"Tapi.."
"Aku janji akan menyelesaikannya dengan cepat dan rapi. Aku hanya ingin kau lah orang yang pertama kali melihat lukisan ini dengan utuh" jelas Reyhan.
"Aku akan menunggumu" ujar Reyhan yang kemudian mengulas senyumnya.
❤️❤️❤️
Rasya tengah menunggu Aurel di parkiran. Ia melirik ke arah motor yang biasa dikendarai oleh adiknya itu. Rasya meraih ponselnya menghubungi Reyhan, menanyakan keberadaannya. Namun adiknya itu berbohong padanya dan berkata bahwa ia sedang dirumah temannya untuk menyelesaikan tugas.
Alhasil Rasya hanya menunggu Aurel di parkiran. Akan menjadi canggung jika ia masuk ke dalam dan bertemu dengan adiknya itu.
"Rasya.." seru Aurel sembari melambaikan tangannya.
Rasya pun tersenyum simpul seraya membalas lambaian tangan kekasihnya itu.
"Kenapa tidak menunggu didalam?" tanya Aurel yang sudah berada tepat dihadapan pria itu.
"Tidak apa, aku juga baru saja tiba" timpal Rasya mengembangkan senyumnya, sesaat kemudian ia pun membukakan pintu mobil untuk Aurel.
"Lain kali aku tidak akan ikut bersamamu jika kamu selalu memperlakukan aku seperti itu" ucap Aurel.
__ADS_1
"Kenapa? wajar aku bersikap seperti itu sayang" sahut Rasya sembari menghidupkan mesin mobilnya.
"Aku memiliki kedua tanganku dan aku bisa membukanya sendiri" ujar Aurel memberengut.
"Baiklah, aku akan menuruti kemauanmu" ucap Rasya.
"Nanti malam jika aku diizinkan sama mama dan papa, rencananya aku akan kembali kesini untuk menemani Reyhan menyelesaikan pekerjaannya" tukas Aurel.
Rasya hanya menanggapinya dengan senyum tipisnya.
"Sebenarnya aku malu pada diriku sendiri. Aku terlalu banyak menyakitimu, tapi kamu selalu saja bersikap baik kepadaku" gumam Aurel dengan raut wajah yang murung.
Rasya memandang sekilas ke arah kekasihnya itu. Ia pun menepikan mobil yang dikemudinya.
Pria itu langsung meraih tangan Aurel dan menggenggamnya.
"Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk pria, bukan dari kakinya untuk diinjaknya, bukan pula dari kepalanya untuk ditinggikannya, tapi dari sisinya untuk bersama dengannya, dibawah lengannya untuk dilindunginya, dan disebelah hatinya untuk dicintainya" ucap Rasya memandang Aurel dengan seksama.
"Hal itu yang pernah papa ucapkan kepadaku. Aku tak bisa membencimu hanya dengan kesalahanmu saja sayang, sedangkan kamu bisa menerima kesalahanku. Kamu dan mama adalah wanita yang paling istimewa bagiku didunia ini, dan aku akan berusaha untuk tidak pernah menyakitimu dan mama" ujar Rasya dengan lugas.
Aurel pun tanpa sadar menitikkan air matanya mendengar ucapan manis dari Rasya. Ia sungguh merasa sangat beruntung dicintai oleh pria seperti Rasya.
"Terimakasih sayang, terimakasih sudah sabar menghadapi ku, terimakasih karena sudah mencintaiku, aku sungguh beruntung memilikimu" ucap Aurel tulus.
"Tidak sayang, aku lah yang harusnya berterimakasih kepadamu, terimakasih karena sudah memaafkan kebohonganku kemarin, dan terimakasih juga sudah membalas cintaku. Kau tahu, aku sudah sangat bahagia dengan mencintaimu" ujar Rasya seraya menghapus jejak air mata di pipi Aurel.
Aurel pun langsung memeluk Rasya. Ia sangat amat bersyukur telah dipertemukan pria yang luar biasa seperti Rasya.
"Terimakasih Tuhan, telah mengirimkan pria berhati malaikat kepadaku" ujar Aurel dalam hati.
.
.
.
Bersambung..
Sebelumnya aku minta maaf atas keterlambatan up nya dikarenakan kesibukan di RL.
__ADS_1
Untuk yang belum rate bintang lima, jangan lupa rate bintang lima ya biar makin cinta 😘
salam sayang Ryn❤️