Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 52. Nikmat Terindah


__ADS_3

Malam ini, Reyhan tengah duduk di warung kopi bersama dengan Arya. Keduanya tampak berbincang-bincang dengan beberapa orang yang merupakan warga desa disana.


Selain kopi, Reyhan juga memesan beberapa bungkus rokok serta gorengan yang tersedia di warung tersebut.


"Rokok pak dan ini gorengan" ucap Reyhan sembari menggeser piring yang berisi gorengan tersebut.


Beberapa orang yang ada disana pun mengambil rokok yang dibeli oleh Reyhan tadi.


"Nak Reyhan membelikan kami rokok, tapi nak Reyhan sendiri tidak merokok?" tanya salah satu bapak-bapak yang ada disana.


"Saya memang tidak merokok pak" timpal Reyhan.


"Kami sangat berterima kasih kepada nak Reyhan karena sudah mendirikan tempat untuk berobat disini. Kadang kami harus menempuh jarak tiga puluh menit perjalanan hanya untuk berobat ke klinik" ucap pria yang satunya lagi.


"Sama-sama Pak, sebenarnya proyek ini sudah lama namun terhambat karena ada beberapa kendala. Mungkin sekitar lima atau enam bulan lagi sudah resmi dibuka" jelas Reyhan.


Beberapa orang yang ada disana pun mengangguk paham. Tak lama kemudian ponsel Reyhan bergetar. Ia pun izin pamit untuk mengangkat telepon tersebut.


Dilihatnya sebuah panggilan video dari keponakannya itu. Ia pun memilih untuk duduk di tempat yang agak sepi supaya lebih nyaman untuk mengobrol bersama keponakannya itu.


"Om Han.. kita punya adek" ucap Arden, pria kecil itu pun memperlihatkan Rasya yang tengah menggendong bayi yang masih kemerahan itu.


"Wah selamat, laki-laki atau perempuan?" tanya Reyhan.


"Laki-laki" ujar Rasya yang masih menggendong putra bungsunya.


"Kau kapan?" goda Rasya.


Reyhan hanya mengusap tengkuknya, pertanyaan yang sedikit sensitif namun dapat menjatuhkan harga dirinya.


"Aretha mana?" tanya Reyhan yang mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


"Itu.." tunjuk Arden yang mengarahkan ponselnya ke arah Aretha yang tengah duduk sembari melipat kedua tangannya.


"Dia sedikit kecewa karena adiknya laki-laki, ia berharap adiknya perempuan supaya bisa diajak main" timpal Rasya yang kini mengambil ponsel dari tangan putra sulungnya itu.


Reyhan pun tertawa sekilas mendengar penuturan dari Rasya tentang ulah kedua keponakannya itu yang mempermasalahkan gender adiknya itu.


"Kau kapan lagi? jangan menundanya" goda Rasya.

__ADS_1


"Tangan mama sudah gatal ingin menimang cucu" celetuk Irsya yang tiba-tiba mendekat dengan Rasya.


"Baiklah ma, sabar sedikit lagi. Akhir-akhir ini Reyhan masih sibuk dengan urusan kantor" alasan yang tepat untuk menutupi sebuah kebohongan.


"Luangkanlah waktumu untuk menghabiskan waktu berdua tanpa terganggu dengan pekerjaan, mama perhatikan kalian bahkan tidak melakukan perjalanan untuk berbulan madu" tukas Irsya.


Jeddderrr ...


Nasihat yang dilengkapi dengan sindiran halus ala mamanya itu memang tiada duanya. Reyhan hanya tertawa sembari mengusap tengkuknya.


"Baiklah ma, Reyhan akan berusaha semaksimal mungkin" timpalnya yang mengundang tawa renyah dari dua orang yang ada diseberang telepon.


Setelah cukup lama berbincang, mereka pun mengakhiri panggilan tersebut. Reyhan melirik jam yang ada di ponselnya sudah menunjukkan pukul sebelas malam, pria itu pun melangkah pergi kembali ke penginapannya.


...****************...


Setelah hampir lima hari berada didesa ini, Reyhan dan yang lainnya pun akan pulang pada pagi ini. Irene yang sudah tampak rapi menarik kopernya ke luar kamar dan di ikuti oleh Rania.


Selang beberapa lama, Reyhan pun muncul bersamaan dengan Arya. Kedua pria itu langsung menyambar koper para wanita itu dan langsung meletakkannya ke dalam mobil.


Beberapa warga desa mengantar kepulangan mereka, karena baik Reyhan maupun yang lainnya sudah cukup akrab dengan warga desa sini.


"Desa ini sangat asri, rasanya sedikit keberatan jika harus meninggalkan tempat ini" ujar Irene menatap ke luar jendela.


"Lain kali jika ada waktu kita berkunjung kesini lagi" ucap Reyhan.


Irene pun hanya mengangguk mendengar ucapan suaminya itu.


"Istriku, apa kau menginginkan perjalanan untuk bulan madu kita?" tanya Reyhan mendadak.


Irene tampak sedikit berpikir dengan apa yang diucapkan oleh suaminya itu.


"Kau tidak akan ada waktu untuk hal itu, jadi menurutku tidak perlu" timpal Irene.


"Emmmm... untuk waktu aku bisa mengaturnya kapan pun itu asal kau bersedia" ujar Reyhan sembari mengendalikan setirnya.


"Baiklah, itu bukanlah ide yang buruk" sahut Irene seraya tersenyum.


Reyhan melirik ke arah istrinya, kemudian menggenggam jemari Irene dengan begitu erat. Pria itu membawa tangan istrinya itu dan kemudian mengecupnya.

__ADS_1


Senyum keduanya pun terus terpatri diwajah masing-masing. Tatapan penuh cinta selalu di pancarkan oleh kedua insan yang tengah dimabuk asmara itu. Ternyata berpacaran setelah halal adalah nikmat terindah.


...


Di lain tempat, Arya tengah asyik mengobrol bersama Rania. Bersama dengan gadis itu selama beberapa hari terakhir membuatnya jauh lebih akrab. Bahkan sesekali Rania menceritakan tentang keluarganya dan kehidupan sehari-hari yang ia lalui.


Arya cukup tertarik pada Rania. Dari kepribadian gadis itu, suara lembutnya, dan juga yang pasti menambah nilai yaitu paras cantiknya.


"Oh ya, kita sudah kurang lebih saling mengenal. Namun aku tidak memiliki kontakmu" celetuk Arya.


"Baiklah" ucapnya.


Pria itu pun dengan segera mengambil ponselnya didalam kantong sweaternya.


"Biarkan aku yang menambahkannya, kau fokus mengemudi saja" ujar Rania yang langsung menyambar ponsel milik Arya.


"Sandinya?"


"Angka satu enam kali" timpal Arya sembari fokus ke jalanan.


Rania pun sedikit tercengang, bagaimana mungkin sandi ponsel pria yang ada dihadapannya ini sangat mudah ditebak?


"Kau adalah orang pertama yang memegang ponselku" ucap Arya sedikit malu.


Rania kembali tercengang mendengar ucapan Arya. Melihat Rania yang merasa sedikit heran, membuat Arya segera menepikan mobilnya.


"Berkencanlah denganku, Rania" ucap pria itu tiba-tiba.


.


.


.


Bersambung ...


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, dan vote❤️


yang masih setia menanti unboxingnya si babang rey, tetap bersabar ya😂

__ADS_1


__ADS_2