
happy reading guys😉😉
.
.
.
Alviro mengantar Alea berangkat bekerja seperti biasanya, namun Alea merasa ada perubahan pada sikap Alviro.
semua sikap manis yang ia tunjukan beberapa hari yang lalu tampaknya kini telah hilang. Alviro kembali memasang tatapan dingin pada Alea.
setibanya di tempat kerja Alea, Alea yang tampak mengulurkan tangan hendak menyalami suaminya itu namun Alviro disibukkan dengan mengotak atik ponselnya menghubungi seseorang tanpa menyambut tangan Alea.
Alea pun menarik tangannya secara perlahan.
"hati-hati dijalan mas" ujar Alea membuka pintu mobil sembari memperhatikan Alviro.
setelah Alea turun dari mobil, Alviro pun langsung melaju.
Alea masih dengan setia memperhatikan Alviro dengan tatapan kecewa.
Alviro melihat Alea dari kaca spion mobilnya. tatapan itu entah mengapa membuat Alviro merasa teriris. Alviro ingin sekali turun dari mobil berlari dan memeluk Alea akan tetapi jika terus menerus memberi harapan pada Alea sudah dipastikan Alea akan merasa sangat hancur.
Alviro sesungguhnya tidak ingin menikah dengan Clara, namun ia juga harus mempertanggung jawabkan janjinya, jika tidak ia akan kembali menyesal karena telah membuat seseorang meregang nyawa akibat keegoisannya. hal itu cukup terjadi pada Alan saja jangan ada korban lain akibat dari keegoisannya.
menikah dengan Clara memang dahulu pernah diimpikannya, namun itu dulu sebelum ia menjadikan Alea sebagai istrinya, dan sebelum hatinya merasa gundah jika Alea jauh darinya.
Alviro tiba dikantor langsung disambut oleh Roland.
Alviro memasuki lift diikuti oleh Roland.
"batalkan semua pertemuan hari ini" ujar Alviro.
"baik pak" ujar Roland.
"tolong kamu carikan pegawai baru menggantikan posisi Clara" perintah Alviro.
"baik pak" tukas Roland yang agak sedikit bingung dengan ucapan Alviro barusan.
tringgg. .
__ADS_1
lift terbuka, Alviro langsung menuju ruangannya dan Roland langsung menuju meja kerjanya.
Singkat cerita, Alea pulang dengan menaiki taksi, ia tidak lagi menunggu Alviro seperti apa yang dikatakan oleh Alviro kemarin.
tanpa sadar sedari tadi Alviro memperhatikan Alea dari kejauhan. Alviro tetap memperhatikan Alea seperti biasanya, namun kali ini dengan cara yang berbeda.
Roland mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.
Tringgg. . .
notifikasi pesan dari ponselnya.
ia pun menyambar ponselnya yang berada diatas nakas.
Roland membuka pesan tersebut.
"sial !! perasaan gua baru aja pulang, udah langsung dipanggil aja. berasa dinas 24 jam" ujar Roland mengumpat.
ia pun langsung pergi menemui bosnya itu, ralat diluar jam kerja Alviro adalah sahabatnya.
CAST ROLAND
"hey bro ?" ujar Roland tiba-tiba sambil menepuk pundak Alviro.
Alviro terkejut apa yang baru saja dilakukan Roland kepadanya.
"makanya jangan ngelamun, nanti lo kesambet setan yang ada disini" sambung Roland.
Alviro hanya tersenyum tipis menanggapi guyonan receh dari Roland.
"ada masalah apa?" ujar Roland to the point.
"gue. .gue akan menikah dengan Clara" tukas Alviro.
Roland tercengang dengan ucapan Alviro.
"lo gak salah minum obatkan?, lo udah punya istri terus lo mau nambah lagi gitu" ujar Roland .
"Clara hamil" ucap Alviro spontan.
__ADS_1
"bini lo tuh Alea kenapa Clara yang lo buntingin?"
Roland langsung mendapat tatapan membunuh dari Alviro.
" uppss sorry" ujar Roland sambil mengangkat kedua tangannya.
"Clara dihamili lelaki lain, gue gak pernah menyentuh Clara" tukas Alviro.
"kenapa lo yang harus tanggung jawab ?" ujar Roland.
"dia diperkosa disaat dia tak sadarkan diri karena mabuk, jadi dia gak tau wajah lelaki itu."
"iya kalau begitu alasannya lo gak usah sampai nikahin dia Al, lo punya Alea yang pasti Alea sangat tersakiti" ujar Roland.
"gue gak bisa biarin Clara seperti itu Land, gue gagal ngejaga dia" seru Alviro frustasi.
"gue cuma bisa kasih saran ke lo, lebih baik lo pikir-pikir dulu sebelum ngambil keputusan. gue sebagai temen lo cuma bisa kasih saran"tukas Roland.
"kalau dari apa yang gue liat, lo tuh sebenernya gak cinta sama Clara. perasaan lo ke Clara itu cuma sebatas rasa bersalah lo atas kematian bang Alan. dan di tambah lagi lo dapet kabar bahwa gadis yang lo cari selama ini udah nikah. gue bukan sok tau dengan urusan rumah tangga lo karena gue juga belum punya bini, tapi lebih baik lo fikir dulu" lanjut Roland panjang lebar.
"keputusan gue udah bulat" ujar Alviro.
"ok fix percuma gue ngomong sepanjang jalan kenangan" batin Roland.
Alea menunggu Alviro sedari tadi. entah mengapa perasaannya begitu tidak enak. ia pun mengambil ponselnya mencoba menghubungi suaminya itu.
tidak ada jawaban dari Alviro.
setelah menceritakan semuanya, Alviro melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Clara tampak tertidur pulas dengan wajah yang masih tampak pucat.
Drrrrtttt. .
ponsel Alviro bergetar dilihatnya si penelpon tersebut ternyata Alea.
Alviro pun langsung mematikan ponselnya.
perasaan bersalah pun mulai menyelimutinya.
terimakasih sudah membaca sejauh ini.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah😉
__ADS_1
like dan komen nya dinantikan.
salam manis RPS😊