
Sebelumnya author minta maaf jika ada kejanggalan dari sebuah cerita, karena permintaan para readers untuk mengulang cerita ini kembali meskipun authornya kelabakan buat nulis ulang😅😆.
selamat membaca semoga tetep syukak sayang-sayangku😘
.
.
.
.
.
Reksa duduk di depan teras seraya membaca koran yang ada ditangannya. Belum lama kemudian, Regita muncul dengan membawa nampan yang berisi teh hangat serta camilan.
"ini pa tehnya" ujar Regita seraya meletakkan teh di atas meja.
Reksa pun menyeruput teh tersebut.
"pa"
"iya ma" timpal Reksa.
"Alviro sama Alea udah lama gak main kesini, mama jadi kangen" ujar Regita.
"Al masih sibuk sama urusan kantornya ma" sahut Reksa.
"mama kangen sama mereka pa"
"ya udah, nanti malam kita main ke tempat mereka" ujar Reksa.
Regita pun mengangguk setuju.
.
.
.
Di lain tempat, Alviro tampak sedang sibuk dengan tumpukan dokumen yang berada di atas meja.
Drrrtttt. .
Ponsel Alviro bergetar, dilihatnya panggilan dari istri tercintanya. Alviro langsung mengusap layar ponselnya menkawab panggilan tersebut.
"ada apa sayang?" tanya Alviro lembut.
"kamu pulangnya jam berapa mas?" tanya Alea daru seberang telepon.
"mungkin agak larut" timpal Alviro.
"yah, berarti kamu lembur lagi dong malam ini" ujar Alea tampak kurang bersemangat.
"pekerjaanku menumpuk sayang, aku usahakan malam ini selesai supaya besok gak lembur" ucap Alviro.
"aku maunya kamu pulang cepat sore ini mas, aku punya sesuatu yang harus aku tunjukin ke kamu" ujar Alea.
"apakah itu sebuah kejutan?" tanya Alviro.
"iya aku memiliki kejutan untukmu" ucap Alea.
"baiklah, kalau begitu aku akan cepat pulang. aku udah gak sabar untuk menerima kejutan darimu" ujar Alviro.
__ADS_1
"aku tunggu mas, awas kalau pulang malam. Aku gak jadi kasih kejutan buat kamu" tukas Alea sedikit mengancam.
"baiklah istriku, aku tahu kamu merindukanku. aku akan segera pulang" tutur Alviro.
"aku tunggu mas" ucap Alea seraya mematikan sambungan teleponnya.
Alviro pun tersenyum mengingat tingkah sang istri akhir-akhir ini sedikit manja, namun Alviro menyukai hal itu. Ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya.
💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
Abizar mengotak-atik ponselnya mengirimi Irsya beberapa pesan singkat.
Sungguh kali ini Abizar sangat merindukan wanita itu. Ia sadar jika cintanya pada Irsya tumbuh begitu besar. Sehari saja tanpa mendengar kabar dari tunangannya itu seakan satu tahun lamanya.
Setelah fitting baju pengantin, untuk sementara Abizar dilarang bertemu dengan Irsya karena hendak mendekati hari pernikahannya, hal tersebut atas permintaan dari calon mertuanya yaitu Irawan.
Abizar benar-benar merasa hampa akhir-akhir ini, mereka pun berkomunikasi hanya lewat ponsel saja.
Tringgg. . .
Notifikasi pesan berbunyi.
Abizar langsung bergegas mengambil ponselnya yang baru saja diletakkannya di atas meja. Berharap pesan tersebut merupakan balasan dari Irsya.
Saat ia membaca isi pesan tersebut, sontak saja Abizar langaung melemparkan ponselnya ke kasur.
Abizar amat kesal pesan yang diterimanya merupakan pesan layanan dari operator.
"kamu kemana aja sih Sya?" gumam Abizar seraya mengacak rambutnya frustasi.
.
.
.
"mas" ujar Alea yang tengah membukakan pintu.
Alviro pun masuk ke dalam rumah.
"kamu bilang mau kasih kejutan sama aku Leah, mana kejutannya" ucap Alviro.
"mas tutup mata dulu" ucap Alea memberi instruksi pada suaminya.
Alviro pun menuruti permintaan Alea, ia menutup matanya seraya menunggu kejutan apa yang ingin di perlihatkan istrinya itu.
Alea perlahan mendekati Alviro dengan mengeluarkan sesuatu yang ia sembunyikan sedari tadi dibelakangnya.
"sekarang mas boleh buka mata" ucap Alea.
Perlahan Alviro pun membuka matanya, Alea memperlihatkan alat tes kehamilan yang menunjukkan dua garis tersebut.
"sayang" ucap Alviro yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"iya mas, kita akan segera menjadi orang tua" ucap Alea antusias.
"aku. .aku . .akan menjadi seorang ayah" ujar Alviro dengan bahagia dan matanya pun mulai memerah.
Alea mengangguk seraya tersenyum.
Alviro langsung memeluk sang istri dan mencium keningnya bertubi-tubi. Sungguh ini merupakan anugerah baginya diberikan titipan oleh yang Maha Kuasa.
"terimakasih sayang, terimakasih" ucap Alviro seraya meneteskan air mata bahagia.
__ADS_1
Ia pun turun mensejajarkan dirinya pada perut istrinya yang masih rata. Berulang kali ia mengusap air matanya, ia bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi orang tua.
"sayang, kamu baik-baik ya disana. jangan nakal diperut mama"ucap Alviro seraya mengusap perut istrinya itu.
Alea yang melihatnya pun tidak kuasa menahan tangisnya. Betapa bahagianya ia saat ini. Bahkan ia sempat berfikir bahwa hal ini tidak akan terjadi dengannya, menjadi seorang ibu dari anak Alviro.
Tiba-tiba suara bel rumah berbunyi, Alea hendak membukakan pintu, namun Alviro langsung mencegahnya.
"biar aku aja yang buka pintu sayang, kamu gak boleh capek dulu. duduk disini." titah Alviro pada sang istri.
Alea pun menuruti kata Alviro, Ia duduk di sofa ruang tamu sembari menunggu suaminya membukakan pintu.
Alviro membuka pintu rumahnya, di lihatnya kedua orang tuanya yang mengunjunginya malam ini.
"mama. .papa. . ayo masuk" ujar Alviro mempersilahkan kedua orang tuanya masuk.
"kalian kenapa jarang berkunjung ke rumah, mama kangen" oceh Regita pada anaknya.
"maafin Al ma, Al masih sibuk urusan kantor" ucap Alviro.
"mama. ." seru Alea menghampiri Regita kemudian memeluknya.
"pelan-pelan aja, gak usah lari-lari" tegur Alviro yang sangat mengkhawatirkan istrinya itu.
"dia gak lari-lari kok Al, kamu terlalu cerewet" timpal Regita seraya membalas pelukan menantunya
Alea pun melepaskan pelukan dari ibu mertuanya dan meraih tangan ayah mertuanya untuk menyalaminya.
"Alea mulai sekarang dalam pengawasan Al ma. Dia gak boleh kecapekan" ujar Alviro.
Regita dan Reksa pun tampak kebingungan dengan apa yg diucapkan oleh Alviro.
"mama sebentar lagi jadi seorang nenek" ucap Alea seraya mengusap perutnya.
Alviro pun mengangguk setuju.
"pa. . akhirnya sebentar lagi kita bakalan nimang cucu pa" ucap Regita bersemangat.
"iya ma" timpal Reksa yang juga memperlihatkan raut bahagianya pada sang istri.
Regita pun kembali memeluk menantunya itu, bahagia atas apa yang didengarnya barusan.
"mulai sekarang mama juga awasin kamu nak, kamu gak boleh capek. mama akan nyari pembantu buat kamu supaya kamu gak terlalu capek" ujar Regita.
Alea pun mengangguk menuruti permintaan Regita.
"hai cucu nenek sehat telus yah si pelut mama" ucap Regita menirukan suara anak kecil.
"iya nenek" timpal Alea seraya tersenyum.
.
.
.
.
Terimakasih sudah membaca😊, jgn lupa like, komen, dan votenya yah😂.
maafkan author yang banyak maunya😂.
salam manis RPS😊
__ADS_1