Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 29.CCTV berjalan


__ADS_3

Reyhan melirik jam ditangannya, kemudian pria itu pun merapikan berkas-berkas yang ada di meja. Ia pun teringat akan Irene yang tadi sempat ia tinggalkan di jalan.


Ada rasa bersalah dalam diri Reyhan jika mengingat kejadian tadi pagi. Ia pun segera meraba sakunya dan menelepon Irene.


Irene pun menjawab teleponnya, namun sepertinya wanita itu berada di tengah keramaian karena terdengar suara bising dari seberang telepon.


"Kau dimana?" tanya Reyhan.


"Kau pikir saja sendiri aku sedang ada dimana"


Mendengar jawaban yang kurang mengenakkan itu membuat Reyhan segera mengalihkan pembicaraannya.


"Apa kau sudah makan?" tanya pria itu.


"Sebaiknya kau jemput aku, akan ku kirimkan alamatnya denganmu"


Dan baru saja Reyhan menjawab, ternyata Irene sudah memutuskan panggilannya terlebih dahulu.


"Baiklah kali ini aku mengalah karena aku bersalah" gumam Reyhan tersenyum sembari mengelus dadanya untuk menahan emosi dalam dirinya.


Pria itu pun segera meraih tas kerjanya dan keluar dari ruangan tersebut.


...


Sesampainya di lokasi yang dikirimkan oleh Irene, Reyhan memarkirkan mobilnya ke tepi jalan. Pria itu pun mengedarkan pandangannya untuk mencari Irene.


Belum lama kemudian Reyhan pun menemukan keberadaan Irene yang tengah duduk didekat pohon sembari memeluk lututnya. Namun tampaknya gadis itu tidak sendirian, ada 2 ekor kucing jalanan yang juga ada disana.


"Sedang apa dia?" gumam Reyhan bingung, tanpa berpikir panjang lagi pria itu pun langsung menghampiri Irene.


"Hei sedang apa kau?" tanya Reyhan.


"Lihatlah mereka lucu sekali bukan?" ujar Irene yang menjawab pertanyaan dengan sebuah pertanyaan yang lainnya.


Irene kembali membuka makanan kucing yang dibelinya tadi. Tampak kedua kucing itu pun sangat lahap memakan makanannya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan seharian ini? ku kira kau akan segera pulang setelah ku tinggalkan" ucap Reyhan.


Irene menggelengkan kepalanya.


"Aku menikmati hari ini sembari berjalan dan tentunya memberi makan mereka" ujar Irene sembari mengelus kedua kucing tersebut secara bergantian.


Flashback on:


Sepeninggal Reyhan tadi, Irene tetap berjalan kaki. Namun saat perutnya terasa lapar, seperti biasa ia pun memilih untuk makan di salah satu rumah makan padang.


Dan saat Irene tengah menikmati makanannya, dilihatnya seekor kucing yang tengah menatap ke arahnya dan mengeong untuk meminta sedikit makanan dari Irene.


Irene pun merasa kasihan terhadap kucing tersebut, namun saat ia memberikan daging yang baru saja hendak ia gigit tadi, tiba-tiba ada kucing lainnya lagi mendekat untuk meminta makanan dari Irene.


Alhasil Irene pun memberikan semua daging yang ada di piringnya dan ia hanya menikmati sayur mayur yang tersisa hanya untuk ia makan bersama nasi.


Setelah keluar dari rumah makan, Irene pun kembali melanjutkan perjalanannya. Namun ia kembali berpapasan dengan kucing yang sedang mengorek-ngorek sampah. Irene pun kembali merasa kasihan.


Tanpa pikir panjang, gadis itu segera menarik uang secukupnya. Ia pun langsung menuju pets shop dan membeli banyak makanan kucing.


Flashback off


"Ini aku kembalikan" ujar Irene sembari menyodorkan kartu kredit yang diberikan oleh Reyhan tadi pagi.


Reyhan hanya mengernyitkan keningnya.


"Aku sudah cukup banyak menggunakannya, ambilah" ucap Irene.


"Itu milikmu"


"Tidak, kau yang bekerja dan uang ini milikmu" Irene tetap menyodorkan kartu tersebut.


"Jika hal yang membuatmu senang adalah salah satunya dengan memberi kucing-kucing jalanan makan, aku tidak akan melarangmu menghabiskan semua uang itu" ucap Reyhan.


"Tidak perlu" ujar Irene yang langsung meletakkannya di genggaman Reyhan.

__ADS_1


Reyhan pun kembali memberikannya pada Irene. Ia pun langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Jika kau tidak menginginkannya kau boleh saja membuangnya" ucap Reyhan.


"Apa kau gila? nominal yang ada disini tidaklah sedikit" ujar Irene.


Reyhan hanya tersenyum pria itu pun mengulurkan tangannya.


"Ayo kita pulang" ajak Reyhan.


"Ada apa denganmu? mengapa kau baik sekali hari ini" selidik Irene sembari meraih tangan Reyhan.


Gadis itu pun langsung berjalan mendahului Reyhan. Dan Reyhan pun langsung menyusul Irene sembari melingkarkan tangannya di pundak gadis itu.


"Hei apa yang kau lakukan" seru Irene karena terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu dari Reyhan.


"Bersikaplah sedikit natural, kau tahu di seberang jalan sana ada CCTV berjalan" bisik Reyhan.


Irene awalnya tidak terlalu mengerti apa yang baru saja di ucapkan oleh Reyhan, namun saat gadis itu mengarahkan pandangannya ke seberang jalan, benar saja disana tampak bik Lastri yang tampak sembunyi-sembunyi mengawasi keduanya. Namun sayangnya aksinya itu dapat diketahui oleh Reyhan.


"Mengapa dia disini?" bisik Irene.


"Jika bik Lastri yang menjadi mata-mata, tidak lain dan tidak bukan mama sedang menyelediki kita. Maka dari itu bersikap senatural mungkin saat berada dirumah" jawab Reyhan.


"Walaupun senatural mungkin, setidaknya kau jangan menumpu berat badanmu itu pada pundakku" ucap Irene sembari mencubit suaminya.


Reyhan pun meringis kesakitan, pria itu ingin rasanya mengumpat kesal dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Irene barusan. Namun saat mengingat keberadaan CCTV berjalan, pria itu pun tak mampu berkata apapun.


"Hssshhh.. lama-lama aku bisa gila jika harus diikuti oleh CCTV berjalan yang satu ini"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2