Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 8. Menikah?


__ADS_3

Reyhan memberhentikan mobilnya tepat didepan sebuah pusat perbelanjaan. Irene pun tampak kebingungan Reyhan mengajaknya ke tempat tersebut.


"Apa kau mau mengajakku berkencan ditempat ini?" tanya Irene yabg masih sedikit linglung.


"Bukan disini, ayo cepat turun" perintah Reyhan.


Irene pun membuka pintu mobil tersebut dengan raut wajah sedikit kesal.


"Biasanya jika aku sering melihat pasangan lainnya berkencan, si lelaki pasti membukakan pintu untuk wanitanya" gerutu Irene.


"Jangan terlalu berharap" ucap Reyhan yang melenggang lebih dulu masuk ke tempat tersebut.


"Ishhh.. sangat tidak romantis" desis Irene seraya menyusul langkah Reyhan.


...


Irene keluar dari ruang ganti dengan salah satu dress dipilihkan oleh Reyhan.


"Ganti.." titah Reyhan sembari mengibaskan tangannya.


Irene mengerucutkan bibirnya dan kembali mengganti pakainannya. Belum lama kemudian ia keluar lagi dengan dress yang ke 4 yang dipilihkan oleh Reyhan.


"Ganti terlalu norak" ujar pria itu menatap sekilas ke arah gadis tersebut.


"Kau tahu aku sudah bolak-balik sedari tadi" kesal Irene


"Turuti atau dua kali lipat" tukas Reyhan santai.


Irene menghentakkan kakinya dan kembali masuk ke ruang ganti.


Beberapa lama kemudian, ia pun keluar dengan mengenakan dress berwarna hitam. Setelah Reyhan melihatnya sekilas, pria itu pun beranjak dari tempat duduknya.


"Pakai yang ini" ujar Reyhan


Setelah melakukan transaksi pembayaran, Reyhan segera keluar dari tempat tersebut dan menuju ke parkiran. Irene yang sedari tadi berada dibelakang Reyhan tampak kesal mengikuti langkah pria itu.


...


Setelah usai dari pusat perbelanjaan, tujuan Reyhan kini adalah sebuah salon kecantikan. Ia meminta salah satu pegawai disana untuk mengubah penampilan Irene.


Cukup memakan waktu 30 menit lamanya, penampilan Irene kini bak seorang dewi. Tangan-tangan ajaib itu dapat merubah penampilan Irene dengan make up yang natural serta elegan.

__ADS_1


"Setidaknya penampilanmu sudah cukup lumayan untuk ini" ujar Reyhan menilai penampilan Irene dari atas hingga ke bawah.


"Sebenarnya tujuan kita kemana?" tanya Irene yang sedikit bingung.


"Ahh.. iya aku lupa menjelaskannya kemarin. Aku akan membawamu bertemu dengan kedua orang tuaku"


"Apa?! tapi bagaimana" ujar Irene sedikit takut.


"Bersikaplah se-natural mungkin, aku rasa kau cukup paham kan maksudku" tukas Reyhan.


...****************...


Mobil yang dikendarai oleh Reyhan telah memasuki wilayah kediaman pria tersebut. Irene semakin gugup karena bagaimana pun juga ini adalah pertama kali baginya walaupun yang ia lakukan hanya berpura-pura menjadi pasangan Reyhan.


Irene terkejut saat Reyhan membuka pintu mobil untuknya. Namun Irene mengerti bahwa itu adalah sebagian rencana dari Reyhan.


Kedatangan keduanya disambut hangat oleh kedua orang tua Reyhan. Dan tampaknya disana keluarga mereka sedang berkumpul. Bahkan ada Rasya, Aurel, serta dua keponakan kembar Reyhan.


Irene tersenyum ramah serta memperkenalkan dirinya kepada orang-orang yang ada disana. Namun belum lama kemudian...


"Papa.." seru keduanya kemudian memeluk Reyhan.


"Papa?! pria ini seorang duda kah? astaga bagaimana mungkin aku terjebak hal yang seperti ini dengan seorang duda" batin Irene.


Rasya melihat ekspresi kaget dari Reyhan dan wanita yang bersamanya tersebut sukses membuat pria itu tertawa terpingkal-pingkal, begitu pula dengan Aurel serta Irsya.


"Hei apa yang kau pikirkan itu tidak benar" ujar Reyhan yang mampu membaca pikiran dari Irene tersebut.


"Aku masih perjaka, tolong hentikan pemikiranmu yang tidak-tidak itu. Mereka adalah anak dari abangku. Lihatlah wajahnya memerah sedari tadi tertawa" gerutu Reyhan sedikit kesal.


Irene hanya tersenyum menanggapi ucapan Reyhan tersebut.


...


Abizar, Rasya, serta Reyhan tengah mengobrol di teras rumah, sedangkan para wanita yaitu Irsya, Aurel, serta Irene tengah duduk di ruang tamu seraya berbincang.


"Maaf nak Irene jika Tante sedikit lancang. Pekerjaanmu apa?" tanya Irsya.


Irene pun sedikit terkejut mendapat pertanyaan mendadak yang seperti ini. Entah dirinya harus jujur atau malah berbohong untuk menjawab pertanyaan dari mama Reyhan tersebut.


"Saya hanya seorang pelayan disebuah restoran Tante, pekerjaan saya mungkin jauh lebih rendah dibandingkan wanita-wanita yang ada di luaran sana, tapi saya selalu bersyukur masih bisa diberikan rezeki" ujar Irene yang lebih memilih jujur jika ditanya hal tersebut.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang, yang penting pekerjaanmu itu halal. Justru tante semakin suka sama kamu. Kamu tidak malu mengakuinya dan kalau tante lihat, kamu adalah wanita yang mandiri" ucap Irsya.


Irene sempat berpikir, jika saat ia jujur dengan pekerjaannya, Irsya akan merasa malu dan jijik karena dirinya berbeda kasta dengan Reyhan. Namun apa yang dipikirkan oleh Irene justru sebaliknya.


"Ternyata ibunya sangat baik" gumam Irene.


Irsya masih menatap Irene dengan tersenyum, gadis itu pun membalas senyuman Irsya. Sesaat Irene merasa nyaman dengan keluarga tersebut. Ia merasakan sebuah kehangatan dalam sebuah keluarga yang sangat kental yang tak pernah ia dapatkan.


...


Setelah cukup lama berbincang dengan keluarga tersebut, Reyhan meminta izin untuk mengantar Irene pulang karena hari sudah cukup malam.


"Tunggu.." cegah Irsya.


Reyhan dan Irene pun yang baru saja hendak beranjak dari tempat duduknya langsung menghentikan pergerakannya.


"Ada apa ma?" tanya Reyhan.


"Menurut mama kalian berdua cocok, bagaimana kalau kalian berdua menikah saja" kalimat yang lolos begitu saja dari bibir Irsya.


"Apa?! menikah?" ujar Reyhan dan Irene serentak. Keduanya langsung terkejut mendengar penuturan Irsya.


"Papa juga setuju, toh umur kamu juga sudah tidak muda lagi Reyhan. Cepat halalkan Irene" kini Abizar lah yang membuka suara.


"Rasya juga setuju pa, menurutmu bagaimana sayang?" ujar Rasya menanyai istrinya itu.


"Aku setuju mas" ujar Aurel sembari menyunggingkan senyumnya.


Reyhan pikir dengan membawa Irene dapat menyingkirkan masalah, namun setelah membawa Irene tampaknya masalah yang lebih besar akan segera datang.


.


.


.


Bersambung..



__ADS_1


__ADS_2