Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 45. Mawar Untuk Wanita Lain


__ADS_3

"Hari ini temani aku ke suatu tempat" ucap Reyhan sembari mengunyah sarapannya.


"Kemana?" tanya Irene.


"Nanti kau akan mengetahuinya, sekarang habiskan dulu sarapanmu" ujar Reyhan meraih gelas yang berisi air dan kemudian menyeka mulutnya.


Melihat Reyhan yang telah menghabiskan sarapannya, Irene pun melahap makanan yang ada di piringnya dengan cepat.


"Tidak usah terburu-buru, aku menunggumu" ucap Reyhan sembari tersenyum manis.


Senyuman itu seketika membuat Irene membeku saat itu juga. Sikap manis yang selalu ditunjukkan oleh suaminya itu membuat Irene berharap lebih. Ia pun tiba-tiba teringat akan kejadian semalam.


"Semalam kau .." kalimat Irene terputus, Irene masih bingung untuk menanyakan apakah Reyhan benar-benar mengecup keningnya semalam. Namun jika itu hanya mimpi, hendak ditaruh dimana wajah Irene.


"Ada apa..?" tanya Reyhan yang masih menunggu ucapan Irene selanjutnya.


"Oh tidak, lupakan saja" timpal Irene kembali melahap sarapannya.


...


Diperjalanan Reyhan tampak bersenandung sembari mendengar musik dari tape mobilnya. Tak lama kemudian, mobilnya pun terhenti tepat disebuah toko bunga yang tak lain milik tantenya.


"Reyhan.." ucap wanita yang seumuran dengan ibunya itu, siapa lagi jika bukan Melly tentunya.


"Tante.."gumam Reyhan yang kemudian menyalami Melly, begitu pun juga dengan Irene.


"Bagaimana kabar ibumu? tante belum sempat untuk main kesana" ujar Melly.


"Alhamdulillah baik tante, saat ini mama tinggal di rumah bang Rasya" jelas Reyhan.


"Oh, lain kali Tante akan main kesana" timpal Melly.

__ADS_1


Reyhan memesan sebuket mawar pada pelayan disana. Irene sempat bertanya-tanya dalam hati, untuk siapa bunga yang dipesan oleh suaminya itu.


"Bagaimana? apakah sudah ada kabar baik? jangan mau kalah dengan Vanesha, anaknya sekarang sudah belajar berjalan" goda Melly.


Wajah keduanya pun menjadi memerah seketika saat Melly membahas masalah anak. Pasalnya bagaimana bisa keduanya mempunyai anak jika prosesnya saja belum dimulai.


"Coba kamu belajar dari suaminya Vanesha gimana cara langsung jadi setelah praktek" ucap Melly tanpa dosa.


Jeddderrr....


Bak disambar petir disiang hari saat mendengar ucapan tantenya itu. Ya seperti menganggap bahwa Reyhan bukanlah pria yang cukup perkasa yang berulang kali praktek namun tetap nihil. Padahal memang dirinya belum pernah melakukan apapun pada istrinya sama sekali.


Reyhan mencoba melirik ke arah Irene, namun Irene langsung membuang muka karena menahan malu. Tantenya yang satu ini memang luar biasa sekali, untung saja om Roland tidak ada disana. Jika mereka berdua sudah berkolaborasi dalam segi berbicara, pasti Reyhan ingin menghilang saat itu juga.


Belum lama kemudian, pesanan bunga Reyhan pun telah siap. Reyhan pun merasa terselamatkan saat itu juga. Dengan segera Reyhan berpamitan dengan Melly diikuti oleh Irene. Keduanya pun langsung memasuki mobil kembali.


"Untuk siapa bunga ini?" selidik Irene.


"Untuk kuberikan pada wanita yang beberapa waktu lalu aku temui" ucap Reyhan dengan gamblangnya.


DEGGG ..


Jantung Irene seolah berhenti berdetak, aliran darahnya pun seakan terhenti saat itu juga. Suaminya dengan mudahnya mengatakan kalimat tersebut tanpa tahu akan menyakiti dirinya.


Meskipun Reyhan tak mencintai Irene, setidaknya pria itu harus menghargai Irene sebagai istrinya. Dan Irene kini dapat menebak bahwa ia akan diperkenalkan pada wanita yang akan menggantikan posisinya sebagai istri Reyhan.


"Apakah setelah ini kau ingin bercerai dariku?" ujar Irene dalam hati.


Gadis itu membuka kaca jendela mobil, membiarkan angin menerpa wajahnya.


"Mengapa kau diam saja?" tanya Reyhan.

__ADS_1


Irene hanya menggeleng pelan.


"Apakah aku harus mengadakan hajatan atau bersenang-senang saat tahu bahwa suamiku mencintai wanita lain?" ujar Irene dalam hati.


"Aku lupa memberitahumu sesuatu, jika kita sudah sampai ditempat yang akan kita tuju, dan kau telah bertemu dengan orang yang ku maksud. Maukah kau untuk tetap tenang dan menerima kenyataan? aku ingin kau bahagia setelah ini, Irene. Selama kita menikah, hal terbaik yang dapat aku lakukan hanyalah ini". jelas Reyhan yang berbicara sembari mengemudi.


Tess ..


Setetes air mata pun lolos jatuh di pipi Irene, dengan cepat gadis itu menyekanya. Apa yang dipikirkannya ternyata benar, sepertinya hari ini Reyhan akan melepaskannya.


Jika menurut Reyhan ini yang terbaik untuk Irene, tentu pria itu salah besar. Ia bahkan mengharap lebih dari Reyhan. Mengharap jika Reyhan akan melihat dirinya sebagai istri yang dicintainya. Mengharap jika pria itu akan membalas cintanya.


Irene ingin menyerukan ke telinga suaminya saat itu juga bahwa ia mencintai pria yang ada disampingnya. Namun bibir Irene terasa berat untuk mengatakan semuanya.


Ternyata semua sikap manis yang ditunjukan Reyhan selama ini hanya sebuah buaian sesaat yang pada akhirnya menjatuhkan Irene ke dalam jurang yang terdalam.


.


.


.


Bersambung...


Hmmm kira-kira siapa nih wanita yang Reyhan maksud🤔 .Padahal pembaca udah berharap lebih bahkan udah ada minta yang anu-anuan tapi kok othor malah putar haluan😏.


Minta digeplak ya? (iya😂)


Mumet ya?(iya sama othor juga😂, tapi part selanjutnya jangan di skip ya guys siapa tau ada kejutan🤣)


follow ig ayasakaryn24

__ADS_1


__ADS_2