
Ceritanya aku lanjut yang di 6 tahun yang kemarin ya. Selamat membaca semoga selalu syukak😘😘.
.
.
.
.
Alviro dan yang lainnya tiba di rumah sakit. Mereka pun bergegas menuju tempat Irsya dan Abizar berada.
Abizar yang sedari tadi mondar-mandir, langsung mengalihkan pandangannya pada Alviro dan yang lainnya.
"Bang gimana Mbak Irsya?" tanya Roland.
"Masih ditangani dokter Land" jawab Abizar.
Belum lama kemudian datang kedua orang tua Irsya serta anak laki-laki yg umurnya tidak berjauhan dengan Aurel.
"Papa. ." seru anak laki-laki tersebut berhambur kepelukan Abizar.
"Rasya untuk sementara kamu tinggal sama nenek dulu ya sayang, jangan nakal!" ujar Abizar seraya mengusap kepala sang putra.
Rasya pun mengangguk patuh. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Aurel, ia pun langsung menghampiri Aurel dan duduk di dekat Aurel.
"Aurel. . aku bakalan punya adik kecil" ujarnya Rasya agak cadel.
"Aku juga mau, tapi papa bilang butuh usaha keras" ucap Aurel polos.
Sontak saja yang lain mengarahkan pandangannya pada Aurel. Alviro pun langsung menutup mulut putrinya itu.
"Aurel jangan bahas masalah adik lagi yah" bisik Alviro seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Kali ini ia ingin membenamkan dirinya ke lautan yang paling dalam sekalipun untuk menutupi rasa malunya.
"Beib. ." panggil Melly tiba-tiba pada sang suami.
"Kenapa beib?" tanya Roland.
"Aku pengen" ucap istrinya itu.
"Tolong beib jangan sekarang, aku malu beneran deh" ujar Roland yang tampak gusar dengan kebiasaan istrinya itu.
"Ini keinginan baby kita sayang" timpal Melly.
"Tapi. ." ucapan Roland langsung terhenti ketika Melly tiba-tiba menarik rambutnya.
Roland pun reflek langsung menutup mulutnya menahan rasa sakit akibat ulah istrinya itu.
"Irsya yang lahiran kenapa loe yang ngeden?" celetuk Alviro.
"Bukannya gitu bro, bini gue ngidamnya aneh. Suka narikin rambut gue. awww. ."ujar Roland kembali menutup mulutnya.
Belum lama kemudian terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan. Abizar pun mencoba melihat-lihat dari luar. Kemudian dokter yang membantu persalinan Irsya pun keluar dari ruangan tersebut.
"Bagaimana dok? apakah saya sudah bisa melihat anak dan istri saya?" tanya Abizar sedikit mendesak.
Dokter pun mengangguk setuju. Tanpa aba-aba Abizar pun langsung menerobos masuk ke dalam ruangan tersebut begitu pula dengan yang lainnya.
__ADS_1
.
.
.
.
"Pa. . adik bayinya tampan sekali" ucap Aurel seraya menunjuk ke arah bayi yang ada digendongan Abizar.
"iya nak, sangat tampan" sahut Alviro.
"Pa. ." Panggil Aurel mengisyaratkan agar Alviro lebih mendekat lagi dengannya.
"Ada apa nak?"
"Kalau Aurel sudah besar nanti, Aurel mau menikah dengannya" bisik Aurel seraya menunjuk ke arah bayi tersebut.
Alviro pun langsung terkejut. Bagaimana mungkin putrinya yang baru berusia 5 tahun sudah berbicara demikian?
Namun Alviro merasa de javu karena dulu ia juga pernah berucap demikian disaat ia berumur 7 tahun.
"Kamu memang putri papa" ujar Alviro seraya mengusap kepala Aurel.
"Aurel barusan ngomong apa sama papa?" tanya Alea penasaran sedari tadi memperhatikan ayah dan anak.
"Rahasia ma" sahut putrinya tersebut.
"Kamu ya, masih kecil udah main rahasiaan sama mama" ujar Alea seraya mencium gemas pipi anaknya.
"Aurel sayang mama dan papa" ucapnya.
Alea pun tersenyum mendengar penuturan putrinya.
✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳
Di kamar, Alea dan Alviro nampak sedang berbincang-bincang.
"Aurel udah tidur?" tanya Alviro
"Udah mas" ujar Alea seraya membaringkan tubuhnya ke kasur.
"Mas. . kamu jangan ngomong sembarangan sama Aurel, dia masih kecil gak tau apa-apa. Nanti kamu sendiri yang malu" tukas Alea
"Iya sayang" timpal Alviro.
"Tadi Aurel bisik-bisik apa ke kamu?" tanya Alea yang masih dihantui rasa penasaran.
"Oh yang itu. Dia cuma bilang kalau udah besar nanti mau menikah sama anak Abizar yang baru lahir, dia bilang anaknya tampan" tutur Alviro.
Alea pun tertawa terbahak-bahak mendengarkan penuturan suaminya itu.
"Tapi aku ngerasa kalau Aurel itu mirip aku, dulu aku juga pernah bilang ke mama kalau aku sudah dewasa nanti, aku ingin menikahimu" tukas Alviro.
"Menikahiku? maksudmu apa mas?" tanya Alea yang tidak paham dengan ucapan suamimya itu.
"Waktu kamu ngasih lollipop ke aku, mama manggil aku nyuruh aku pulang. Aku bilang itu ke mama" jelas Alviro.
"Jadi kamu tahu kalau gadis yang kamu cari itu adalah aku? makanya kamu mau nikah sama aku lagi" tanya Alea.
__ADS_1
"Jujur Leah, aku sebenarnya sudah menaruh hati padamu sejak awal. Namun aku terlalu munafik saat itu untuk mengakuinya. Maafkan aku" ucap Alviro dengan raut wajah yang sedih.
"Aku udah maafin kamu mas, jangan merasa bersalah seperti itu" ujar Alea.
"makasih sayang" ucap Alviro seraya mengecup singkat bibir Alea.
"Oh ya, aku masih penasaran mas. Kamu bilang waktu itu pernah lihat mama Arini sebelumnya, Kamu lihatnya dimana?" tanya Alea lagi.
"Maaf sayang yang itu aku lupa" ujar Alviro berbohong.
"Tidur yuk, aku udah ngantuk" tukas Alviro seraya mengeratkan pelukannya pada sang istri. Alea pun mulai memejamkan matanya.
"Maafkan aku Leah, aku tidak ingin menguak kisah pahitmu lagi" ujar Alviro dalam hati.
.
.
.
Flashback On ;
Alviro baru saja keluar dari ruangan Abizar dirawat diikuti oleh Roland.
"Bro. .loe tunggu disini bentar, gua ada urusan" ucap Roland. Alviro pun mengiyakan ucapan Roland.
Sepeninggal Roland, Alviro yang masih penasaran dengan lelaki yang menabrak Abizar.
Ia pun melangkahkan kakinya menuju ruangan tempat si lelaki tersebut dirawat.
Alviro mencoba melihat dari jauh. Dilihatnya wanita paruh baya memeluk tubuh anaknya yang terbujur kaku sambil tersedu.
Alviro hendak mendekat, Namun tiba-tiba suara Roland memanggilnya langsung mengurungkan niat Alviro. Ia pun langsung menghampiri Roland.
Tepat pukul 05:30 Alviro mengendarai mobilnya menuju rumah. Belum lama ponselnya berbunyi, Alviro pun langsung mengusap layar ponselnya menerima telepon dari sang mama.
"Kamu kemana saja nak? kenapa semalam tidak pulang?" suara Regita dari seberang telepon menghujani pertanyaan pada anaknya.
"Maaf ma, semalam aku ditempat Roland. Abangnya Roland kecelakaan" sahut Alviro.
Tiba-tiba saja seorang gadis yang turun dari taksi langsung menyebrangi jalanan tanpa melihat lagi.
Sontak saja Alviro langsung mengerem mobilnya mendadak. Dilihatnya gadis ceroboh tersebut berlarian ke arah rumah yang ditujunya tanpa menggunakan alas kaki. Alviro pun melihat didepan rumah tersebut tertancap bendera kuning.
"Halo nak. .ada apa?" tanya Regita khawatir.
"Oh, gak apa-apa ma" sahut Alviro yang kemudian melajukan mobilnya lagi.
Flashback Off
.
.
*Sejauh manapun aku melangkah, aku akan tetap kembali padanya karena akulah tempat berpulang bagi setiap lelahnya ~ Alea
*Sejak awal Tuhan sudah menciptakan sebuah pertemuan untuk kita, namin aku sadar tidak ada yang instan di dunia ini. Tuhan masih menguji kegigihanku untuk memperjuangkan cintamu ~ Alviro
*Jangan takut menghabiskan waktumu untuk mengejar apa yang bukan milikmu, karena suatu hari Tuhan akan menggantikannya yang lebih baik dari pada itu ~ Abizar
__ADS_1
*Cinta itu seperti rasa tape, manis, asem, nyelekit. Tapi aku suka ~ Roland
~ THE END ~