Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 74


__ADS_3

Alviro memandang ke arah luar lewat kaca apartemennya menikmati suasana malam di New York. Sesekali ia menyesap teh tanpa gula yang menjadi minuman yang selalu hadir menemani hari-harinya.


DRTTTT. .


Alviro mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, dilihatnya id penelpon yang tidak lain adalah mamanya.


"halo ma. ."


"halo Al, kapan kamu pulang nak? kamu bilang satu bulan disana tapi ini udah lewat dua minggu kamu belum pulang-pulang juga" ujar Regita.


Alviro pun langsung terkekeh mendengar rentetan kata yang dilontarkan oleh Regita.


"besok Al pulang ma" ucap Alviro.


"sendiri?" tanya Regita.


"gak ma, berdua sama calon mantu mama" timpal Alviro.


"gak bertiga?" tanya Regita lagi.


Alviro tampak mengernyitkan keningnya tidak mengerti apa maksud dari mamanya itu.


"maksud mama?" tanya Alviro.


"ya gak bertiga sama cucu mama" ujar Regita terkekeh.


"ya nggak lah ma, kan Al belum nikah. Lagian Al gak mau menyentuh apa yang bukan menjadi milik Al seutuhnya" terang Alviro.


"baguslah kalau kamu sadar akan hal itu nak, mama takut aja nanti kamu macem-macem disana." ujar Regita.


"oh ya udah dulu ya sayang. mama mau shoping manja dulu bareng temen-temen mama" sambung Regita yang kemudian langsung menutup panggilannya.


Alviro hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sikap mamanya yang tidak pernah berubah dan masih bersikap layaknya anak remaja.


Alviro kembali menyesap minumannya. Ia teringat ucapan mamanya yang membicarakan masalah cucu. Entah mengapa Alviro kembali teringat kejadian waktu itu dimana ia hampir saja mencium Alea waktu diparkiran. Wajah Alviro pun langsung memerah seketika mengingat kejadian tersebut.


"huhhh. . kenapa tiba-tiba jadi gerah" ujar Alviro.


🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆


Abizar bersama Irsya berada di taman yang berada di belakang kliniknya.


Irsya kembali melatih kakinya berjalan ke arah Abizar.


"ayo Sya sedikit lagi" ujar Abizar menyemangati Irsya.


Irsya pun dengan berhati-hati menyeret kakinya untuk mendekati Abizar. Dilihatnya wajah lelaki yang dicintainya tampak bersemangat untuk kesembuhan Irsya.


Itulah yang membuat Irsya pantang menyerah untuk terus melatih kakinya.


"ayo dikit lagi sayang" ucap Abizar.


Irsya masih menyeret kakinya perlahan demi perlahan dan ia pun berhasil mendekat dengan Abizar tanpa terjatuh.

__ADS_1


"kamu berhasil Sya, kamu berhasil sayang" ucap Abizar seraya memeluk tubuh Irsya.


Irsya pun tersenyum dan membalas pelukan dari Abizar.


"ya udah kamu istirahat dulu ya sayang soalnya kamu dari tadi udah melatih kaki kamu aku gak mau kalau nanti kamu capek" tukas Abizar membopong Irsya dan mendudukannya ke kursi roda.


Beberapa pasang mata pun takjub melihat dua sejoli tersebut, bahkan beberapa perawat yang sering melihat kebersamaan keduanya menobatkan sebagai pasangan yang paling romantis.


Dimana Abizar yang selalu menyemangati dan bersabar menjaga Irsya dan Irsya yang selalu datang disetiap jam makan siang hanya untuk membawakan makanan untuk Abizar meskipun ia duduk dikursi roda.


Abizar yang sadar beberapa pasang mata memperhatikannya langsung mendorong kursi roda Irsya dan membawanya ke dalam ruangannya.


"sayang, kamu tunggu disini dulu ya, aku mau mengecek pasienku dulu" ucap Abizar.


Irsya pun mengangguk patuh, hal tersebut membuat Abizar gemas dan mengacak-acak rambut Irsya dan kemudian mengecup kening Irsya.


Hati Irsya pun menghangat, kini ia percaya bahwa Abizar memang sudah mencintainya dan Irsya sangat bersyukur akan hal itu.


.


.


.


.


.


.


.


"pororo. . ." seru wanita yang suaranya paling ia kenal memeluknya dari belakang.


"melmel. ." balas Roland membalikkan badannya seraya mencubit gemas pipi kekasihnya itu.


"udah gih meluknya nanti dilihat orang malu" ucap Roland.


"gak ada siapa-siapa kok, cuma kita berdua aja yang ada disini" timpal Melly.


"ehemmm. . ada saya disini" ujar Regita yang berada dibibir pintu menyaksikan keduanya.


Melly pun terkejut dan langsung melepaskan pelukannya.


"maafin saya bu" ujar Melly tertunduk malu.


"tante tumben dateng kesini" tanya Roland.


"anterin saya ke bandara" ujar Regita.


"tante mau kemana? mau liburan ya?" tanya Roland


"bukan, saya cuma mau rebahan aja disana" ujar Regita kesal

__ADS_1


"oh. . rebahan. ehh kok rebahan??" ujar Roland yang baru saja sadar perkataan Regita.


"Alviro pulang hari ini. kamu ya atasan pulang aja kamu gak tau sibuk pacaran aja gak di luar gak di kantor" ucap Regita.


"enak tante apalagi dapet pelukan gratis pagi-pagi" ujar Roland.


Regita pun langsung menjewer telinga Roland.


"awww tante. . ampun tante. ." ujar Roland.


"kamu hati-hati sama dia ya" ucap Regita memperingati Melly dengan tangan yang masih setia menempel di daun telinga Roland.


"tante lepasin tan"


" ayo anterin tante ke bandara" ucap Regita


"iya. .iya tapi lepasin dulu tante, telinga Roland hampir copot tan" ujar Roland.


Regita pun langsung melepaskan tangannya dari telinga Roland.


"ayo buruan. ." ucap Regita meninggalkan Roland dan menunggunya diluar


"aku pergi dulu ya babe, aku pasti akan kembali lagi, aku pergi sejenak. bye bye julietku" ujar Roland seraya melambaikan tangannya.


"bye bye romeoku" ucap Melly setengah berbisik.


"ROLAND!!!" suara membahana Regita pun langsung keluar




.


.


.


.


.


Holla para readers Rin comeback. Terimakasih ya sudah setia menungguku😘😘


jangan lupa untuk meninggalkan


• like


• vote


•”dan komennya yah (harap bijak dalam berkomentar tanpa membandingkan dengan novel tetangga😊)


salam manis RPS😊

__ADS_1


__ADS_2