Jangan Pergi

Jangan Pergi
SH Chapter 46


__ADS_3

21++, yang 21(-) diharap melipir, yang jomblo diharap jangan baper, karena tidak baik untuk kesehatan jantung dan hati😌


Pesta telah usai, Aurel dan Rasya tengah berada di kamar yang sama. Keduanya hanya duduk di sisi tempat tidur tanpa melakukan pergerakan apapun. Rasa canggung yang tercipta membuat mereka hanya bungkam tanpa bersuara.


"Aku mau mandi dulu.." ucap Rasya ya g sedikit kikuk, sedangkan Aurel hanya menimpali ucapan pria itu dengan sebuah anggukan kecil.


Rasya mengambil pakaiannya dan langsung menuju ke kamar mandi. Sepeninggal Rasya, Aurel beranjak dari tempat duduknya. Ia lemarinya dan mengambil piyama berwarna pink yang ada diantara lipatan pakainannya.


Dengan gerakan cepat, Aurel meletakkan piyama tersebut diatas tempat tidurnya. Kemudian ia mencoba melepas gaun yang dipakainya. Aurel tampak kesulitan saat meraih resleting yang berada dibelakang gaun tersebut yang sudah sedikit terbuka.


"Sial!" umpat Aurel saat tangannya tak mampu menggapai resleting tersebut.


Setelah berusaha keras, Aurel pun akhirnya menyerah, ia memutuskan untuk meminta bantuan pada Rasya. Gadis tersebut menghembuskan nafasnya dengan kasar saat menatap ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup.


"Mengapa dia lama sekali" ucap Aurel tengah menunggu suaminya yang tak kunjung keluar.


Gadis itu terpaksa meminta bantuan kepada Rasya, sejujurnya ia malu namun hal tersebut tidak bisa dilakukannya sendirian. lagi pula sudah sah menjadi suaminya, dan pria itu juga sudah berhak atas dirinya.


"Akhh.. aku malu hanya dengan membayangkannya" ucap Aurel sembari memegang pipinya yang sudah bersemu merah.


...


Rasya baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakkan pakaian lengkap. Ia masih malu jika harus berganti baju didepan Aurel. Dilihatnya istrinya itu yang sudah tertidur pulas.


Dengan perlahan Rasya mendekati Aurel, ia kemudian duduk di sisi tempat tidur. Suara dengkuran halus dari Aurel bak musik jazz yang mengalun indah di telinganya yang membuat Rasya merasa tenang.


Dipandanginya wajah nan cantik yang sudah halal untuk ditatapnya setiap hari. Rasya bahagia pun menjalar ditubuh Rasya.


"Terima kasih karena sudah menjadi pelengkap hidupku" gumam Rasya seraya mengusap lembut rambut istrinya.

__ADS_1


Rasya mengarahkan pandangannya pada piyama yang berada tepat disamping Aurel, tampaknya wanitanya itu kesusahan saat membuka gaunnya. Hal tersebut dapat dilihat dari resleting yang hanya terbuka sebagian saja.


Dengan gerakan perlahan Rasya membuka resleting tersebut agar istri cantiknya itu tidak terbangun dari tidurnya. Ia menelan salivanya saat melihat punggung Aurel terkespos, putih mulus. Tentu saja hal tersebut membuat jiwa lelakinya bangkit.


Setelah gaun tersebut terlepas dari tubuh indah Aurel, Rasya dengan cepat menutupi tubuh Aurel dengan selimut saja, persetan dengan piyama, Rasya takut jika ia menyerang istrinya saat itu juga.


Ia pun kembali ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya yang mulai terasa gerah, karena tidak mungkin baginya untuk meminta haknya disaat Aurel tengah terlelap karena keletihan.


...****************...


Sinar mentari menerpa wajah. Aurel membuka matanya perlahan. Hal pertama yang ia lihat saat membuka mata ialah wajah teduh suaminya yang masih terlelap. Hal yang baru dalam hidupnya, wajah yang akan selalu dilihatnya saat ia membuka matanya.


Aurel mengarahkan pandangannya pada tubuhnya yang terbungkus oleh selimut, ia pun menyingkap selimut tersebut dan sedikit terkejut saat mendapati dirinya hanya memakai pakaian dalam.


"Apakah kami sudah melakukannya?" ujar Aurel dalam hati sembari mengerjapkan matanya berulang kali.


"Tenang saja, aku tidak melakukan apapun semalam. Aku hanya melepas gaunmu yang tampak tak nyaman" ucap Rasya tiba-tiba dengan suara parau khas orang yang baru bangun tidur.


"Aku tidak akan memintanya saat kamu dalam keadaan letih, akan tetapi semalam aku sangat berusaha keras untuk tidak memakanmu" lanjut Rasya yang sudah memiliki keberanian melingkarkan tangan kekarnya dipinggang istrinya.


Aurel tersentak kaget mendapati hal baru yang dilakukan oleh Rasya. Ia hanya mengerjapkan matanya berulang kali, dan pipinya pun mulai memerah.


"Apakah kita akan melakukannya pagi ini?" goda Rasya yang mendapati wajah istrinya itu bak kepiting rebus.


Seketika jantung Aurel berdegup dengan kencang saat mendengar kalimat yang baru saja diucapkan oleh suaminya itu.


Rasya menarik Aurel untuk lebih mendekat lagi kepadanya, mengikis jarak diantara keduanya. Kini Aurel pun memberanikan diri untuk menatap wajah lelaki yang sudah sah menjadi suaminya, wajah yang beribu kali terlihat tampan dari sebelumnya.


Rasya semakin mendekatkan wajahnya. Hembusan napas hangat pria tersebut menerpa wajah Aurel. Rasya membingkai rahang istrinya, tatapannya terkunci pada bibir tipis merah delima milik Aurel.

__ADS_1


Dengan gerakan perlahan Rasya memejamkan matanya, mendekatkan wajahnya pada Aurel, dan...


Tokkk... tokkk... tokkk...


Suara ketukan pintu menghentikan aktivitasnya.


"Aurel.. Rasya.. ayo segera turun untuk sarapan. Kami semua sudah menunggu dibawah" seru Alea dari belakang pintu dan kemudian menyeret kakinya meninggalkan tempat tersebut.


Aurel sedikit menggeser tubuhnya menjauh dari Rasya.


"Sebaiknya jangan sekarang" ucap Aurel sedikit gugup. Rasya pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu. aku mandi dulu.." ucap Aurel yang langsung beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Sementara Rasya langsung membenamkan wajahnya dengan bantal. Dan batinnya pun berteriak.


"Akhhh.. gagal lagi.. gagal lagi.."


.


.


.


Bersambung..


Cuma segini kemampuanku menulis yang 21+😂


Meskipun umurku 21++ sekian lah tapi aku tetep ngerasa di 17 tahun, nggak nanjak-nanjak😌.

__ADS_1


Jangan lupa latih jempolnya dengan klik like, klik votenya berulang kali😂, ketik dikolom komentar buat malam pertama babang yang kepending wkwkwk mode jahat😈


salam manis dari author termanis yang manisnya nggak habis-habis untuk pembaca yang juga manis❤️


__ADS_2