Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 43. Tamu Bersayap


__ADS_3

"Astaga kenapa harus sekarang" umpat Irene kesal.


Gadis itu kini tengah berada disebuah toilet wanita, anggap saja ini adalah hari sialnya dimana saat yang sedang genting Irene harus kedatangan tamu bulanannya.


Kini Irene pun berpikir keras apa yang akan dilakukan selanjutnya, mengingat gadis itu kini tengah berada diluar bersama Reyhan dikarenakan ada meeting dengan klien sembari makan siang.


"Oh Tuhan bagaimana ini" gumam Irene kebingungan.


Bagaimana tidak? Irene tentunya tidak membawa persiapan pembalut dan kini harus dengan siapa Irene meminta tolong untuk membelikan barang tersebut.


Drrrttt...


Ponsel Irene pun bergetar, diusapnya layar ponselnya tersebut yang tak lain panggilan dari suaminya itu.


"Kau dimana?" tanya Reyhan setengah berbisik.


"Aku.. aku sedang tidak bisa hadir disana" ucap Irene gugup.


"Kau jangan bercanda istriku, cepat kembali sekarang karena aku membutuhkan berkas yang akan ditunjukan pada Pak Burhan" ujar Reyhan dengan lembut namun tersirat penekanan dalam kalimatnya.


"Aku sedang datang bulan" ujar Irene setengah malu-malu untuk mengatakannya.


Terdengar suara Reyhan yang sedikit berdeham dari seberang telepon membuat Irene semakin malu.


"Kalau begitu kau tunjukan saja dimana kau menyimpan filenya" ujar Reyhan yang mencoba memahami Irene.


Irene pun memberikan instruksi langsung pada Reyhan setelah bertemu dengan apa ya g dicarinya, Reyhan pun memutuskan panggilannya.


Belum lama kemudian notifikas pesan diponsel Reyhan pun berbunyi, awalnya Reyhan mengabaikannya karena kini dirinya tengah sibuk. Namun setelah kliennya pergi, Reyhan baru membuka pesan yang tak lain dari istrinya itu.


Tolong belikan aku pembalut? kumohon😭


Pesan teramat singkat namun dapat menjatuhkan harga dirinya sesaat. Apalagi pesan tersebut diujungi emotikon sedih yang tentunya membuat Reyhan tak tega untuk tidak membantu istrinya itu.


Baiklah, tetap disana dan jangan kemana-mana


Setelah mengirimkan balasan, pria itu pun keluar dari resto.


Belum lama kemudian Irene pun mengiriminya pesan lagi.

__ADS_1


Carikan yang bersayap


Reyhan langsung membelalakkan matanya saat melihat pesan Irene tersebut. Ia mencari toko terdekat untuk membeli kebutuhan istrinya itu.


Untunglah ada sebuah minimarket yang tepatnya berada diseberang jalan resto tersebut. Pria itu pun memasuki minimarket dan mendekat kepada salah satu pramuniaga yang ada disana.


"Ada yang bisa dibantu pak?" tanya pramuniaga itu dengan ramah.


"Saya cari itu..emmm .. tamu.. bersayap" ucap Reyhan ambigu.


Pramuniaga itu pun bingung dengan tamu bersayap yang dimaksud oleh salah satu pelanggannya itu. Entah yang dimaksudkannya adalah tamu yang terbang atau apalah itu ia pun tak mengerti


"Untuk wanita.." ucapnya sedikit berbisik.


Pramuniaga itu pun baru mengerti setelah Reyhan menyebutkan kalimat terakhir.


Ia berjalan menuju rak paling belakang dan mengambil satu pack benda tersebut.


"Ambil lebih banyak lagi" ucap Reyhan kepada pramuniaga itu.


Reyhan hanya sedikit mengusap tengkuk bagian belakangnya saat beberapa orang tengah menatapnya karena membeli benda keramat yang tentunya hanya diperuntukkan untuk wanita itu. Pria tampan mengenakan jas rapi datang ke toserba untuk membeli pembalut. Rasanya Reyhan ingin sekali memiliki jurus menghilang saat itu juga.


...


Reyhan kembali ke resto tadi sembari menenteng plastik yang berisikan barang yang diperlukan oleh istrinya itu. Kini ia meminta bantuan dari salah satu pelayan resto untuk memberikan plastik tersebut kepada istrinya yang kini tengah berada di toilet sedari tadi.


Pelayan itu pun langsung melaksanakan apa yang diminta oleh Reyhan.


...


Irene menghampiri Reyhan dengan malu-malu. Ia pun menarik kursi yang ada dihadapan suaminya itu.


"Terimakasih" ucap Irene.


Reyhan hanya diam saja sembari melipat kedua tangannya didepan sembari memperhatikan gerak-gerik istrinya itu.


"Maafkan aku" ucap Irene menunduk, ia bisa menebak jika Reyhan saat ini tengah marah kepadanya.


Reyhan pun masih diam saja sembari memperhatikan Irene.

__ADS_1


"Jangan diam seperti itu, setidaknya kau boleh membalasnya nanti" ujar Irene yang mulai tak nyaman.


"Bagaimana jika aku membalasmu sekarang?"


"Sekarang?" tanya Irene memastikan.


Reyhan menjawabnya dengan sebuah anggukan. Ia pun melentikkan jari telunjuknya mengisyaratkan untuk Irene mendekat.


Irene hanya mampu meneguk salivanya dan mendekat ke arah suaminya.


Reyhan telah menyiapkan tangannya untuk menjentik kening istrinya itu. Irene pun menutup matanya membayangkan bahwa tangan kekar Reyhan itu tidak memiliki tenaga, Anggap saja tangan suaminya itu bukan otot melainkan lemak yang berbentuk gelembung saja. Namun Irene juga sudah menyiapkan keningnya merasakan sakit akibat jentikkan dari Reyhan.


Alangkah terkejutnya Irene saat tangan Reyhan bukanlah menjentik keningnya melainkan mengacak anak rambutnya sembari berujar


"Lain kali kau harus mempersiapkannya sendiri, jangan membuatku malu lagi" ujar Reyhan dengan tulus.


Irene hanya mengerjapkan matanya beberapa kali terkejut dengan sikap Reyhan.


"Ayo kita kembali ke kantor" ujar Reyhan beranjak dari tempat duduknya.


"Hei tunggu.." seru Irene yang menyusul langkah Reyhan.


Setelah 28 tahun Reyhan hidup dimuka bumi, hanya Irene lah wanita pertama yang mampu mempermalukan pria angkuh seperti Reyhan.


.


.


.


Bersambung...


Pergi ke masjid bersama keluarga


Mengajak kerabat beserta teman


Selamat Hari Raya Idul Adha


Salah dan khilaf mohon dimaafkan🙏

__ADS_1


__ADS_2