Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 77


__ADS_3

Abizar menuju ke taman yang tak jauh dari kliniknya. Pesan singkat yang ia baca dari Irsya membuatnya terpaksa menyeret kakinya untuk menemui wanita tersebut.


"sayang. ." panggil Irsya seraya melambaikan tangannya.


Abizar yang melihat Irsya langsung terkejut dan tak percaya bahwa sekarang sang pujaan hatinya sudah bisa berjalan tanpa dibantu kursi roda ataupun tongkat.


Abizar yang awalnya terlihat murung kini mampu tersenyum lebar melihat sang pujaan hatinya kembali normal.


"kaki kamu udah bener-bener pulih, sayang?" tanya Abizar.


Irsya pun menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Abizar.


Abizar berjalan mendekati Irsya dan langsung merengkuh tubuh mungil kekasihnya itu.


"tapi beneran gak apa-apa kan? beneran gak sakit lagi?" tanya Abizar sedikit khawatir.


"udah gak sakit lagi kok sayang. Aku kan rutin ngelatih kaki aku, jadi sekarang kaki aku tuh udah beneran sembuh" terang Irsya.


"syukurlah kalau begitu" ucap Abizar tersenyum.


πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†


"Alviro. . ayo buruan!" tukas Regita.


"iya ma bentar lagi" timpal Alviro dari dalam kamar.


"perasaan dari tadi kamu bolak-balik terus dari kamar. Kamu ngapain aja sih Al? keburu malem nanti mamanya Alea tidur" seru Regita.


Alviro pun langsung keluar dari kamar menampakkan dirinya.


"ma, penampilan Al aneh gak? dari tadi Al cari pakaian yang cocok. Kira-kira gak terlalu mencolok kan warnanya?" tanya Alviro.


Regita tidak menghiraukan ucapan Alviro. Ia langsung menyeret Alviro.


"ayo buruan! kalau kamu mau nyobain seluruh pakaian yang ada di lemari kamu bakalan gak kelar-kelar" ketus Regita.


"tapi inikan pertama kalinya Al ketemu sama calon mertua ma, wajar kalau Al tampil sempurna" ujar Alviro.


"intinya anak mama ganteng banget malam ini. Ayo buruan Alea sama papa kamu udah nunggu di mobil" tukas Regita.


Alviro dan Regita pun langsung memasuki mobil.


.


.


.


.


Mobil yang dikendarai Alviro berhenti tepat di depan rumah Arini.

__ADS_1


Kehadiran keluarga Alviro langsung disambut hangat oleh Arini. Arini pun langsung mempersilahkan Alviro beserta keluarganya masuk.


Alea yang sedari tadi didapur, langsung menuju ruang tamu seraya membawa nampan minuman untuk keluarga Alviro.


"maaf sudah merepotkan" ujar Regita.


"gak ngerepotin kok, silahkan diminum" tawar Arini.


Alea mengambil posisi untuk duduk disamping Arini.


"kedatangan kami kesini ingin membicarakan soal pernikahan nak Alea dengan Alviro" ujar Reksa membuka suara.


Arini pun menganggukkan kepalanya.


Alea memperhatikan Alviro yang sedari tampak menyeka keringat dikeningnya, Alea menahan tawanya melihat mantan suaminya itu terlihat gugup di depan Arini.


Regita menyenggol kaki Alviro memberikan isyarat untuk anaknya bersuara.


"izinkan saya menikahi Alea tante, tolong restui kami" ucap Alviro dengan cepat.


Orang tua Alviro langsung tercengang mendapati sikap anaknya berbicara tanpa titik koma. Arini yang awalnya terperangah menjadi tertawa karena sikap Alviro.


"gak usah gugup nak, saya gak gigit kok. Manggilnya jangan tante lagi, panggil mama aja. Lagian kamu bakalan jadi suaminya Alea" ujar Arini seraya tersenyum.


"jadi tante. . ehh maksudnya mama merestui kami?" tanya Alviro.


Arini menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Alviro.


Alea pun tersenyum setelah mendapatkan restu dari Arini.


"rencananya kapan tanggal yang tepat untuk melangsungkan pernikahan?" tanya Reksa pada Arini.


"kalau bulan depan gimana?" ujar Regita antusias.


Sedangkan Arini memperhatikan Alviro dan Alea secara bergantian.


"no. .no. .no. . gelar pernikahan mereka minggu depan" tukas Arini.


Semua yang ada disana terkejut mendengar penuturan Arini.


"setuju!" ujar Regita bersemangat.


"aku juga setuju" tukas Alviro.


"baiklah mari kita adakan pernikahannya minggu depan" tegas Reksa.


.


.


.

__ADS_1


.


Setelah memakan waktu lama untuk berbincang-bincang, orang tua Alviro pun berpamitan dengan Arini dan juga Alea.


Alea dan Arini mengantarkan keluarga Alviro sampai depan rumah. Alviro pun melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.


πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†


Alea bangun dari tidurnya. Dilihatnya matahari yang sudah menampakkan sinarnya. Ia beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Leah. . sarapan dulu nak" ujar Arini melihat putrinya menuruni tangga.


Alea pun menarik kursi yang ada di hadapan Arini dan menyantap roti bakar yang dibuat oleh Arini.


"aku berangkat dulu ma" ujar Alea menyalami Arini.


"kamu mau kemana nak?" tanya Arini.


"mau ke kantornya Alviro ma" timpal Alea.


"ya udah, kamu hati-hati dijalan, bawa mobilnya gak usah ngebut" ujar Arini.


"baik ma" timpal Alea yang langsung menuju kr mobilnya dan memacu kendaraan tersebut.


Alea mengemudikan mobilnya seraya mendengarkan musik dan terkadang bersenandung mengikuti lagu yang ia putar.


Tiba-tiba saja matanya menangkap sebuah toko bunga yang memperlihatkan mawar merah yang cantik disana.


Bunga tersebut mengingatkannya dengan sosok Arfan yang dulunya sering memberikan bunga tersebut.


Alea memberhentikan mobilnya dan membeli sebuket bunga mawar. Ia pun melajukan mobilnya kembali.


.


.


.


.


Alea berdiri tepat di gerbang masuk tempat pemakaman umum. Alea berjalan menyeret kakinya menuju ke makam Arfan seraya membawa sebuket bunga yang dibelinya tadi.


Tepat didepan pusara, Alea melihat lelaki yang pernah ia tolak cintanya duduk didepan pusara Arfan seraya berurai air mata.


"mas Abi. ."




terimakasih sudah membaca😊. jangan lupa like, komen san vote nya yah😊

__ADS_1


salam manis RPD😊


__ADS_2