
Alviro memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah yang pernah mereka tinggali bersama Alea.
Sembari membawa tas yang berisi pakaian mereka, Alea dan Alviro memasuki rumah tersebut.
Alea mengarahkan pandangannya ke kamar yang dulunya ia tempati. Ia memandang ruangan tersebut dengan tersenyum. Ia mengingat kejadian dulu yang perna ia alami bersama Alviro. Dimana saat pernikahan mereka hancur.
"jangan pernah lagi berfikir untuk pisah ranjang lagi dengankh Leah" ujar Alviro seraya menghampiri Alea.
Alea pun tersenyum memandang Alviro.
"apakah kamu keberatan untuk tinggal di tempat ini? aku bisa membeli rumah baru jika kamu mau" tukas Alviro.
"gak mas, aku nyaman kok tinggal disini" sahut Alea.
Alviro dapat melihat raut wajah Alea yang cemas, Ia pun langsung merengkuh tubuh mungil istrinya itu.
"aku janji sayang, aku gak akan pernah menyakiti kamu lagi. aku akan selalu berusaha membahagiakan kamu Leah. Maafkan kesalahanku kemarin" ucap Alviro tulus.
Alea pun membalas pelukan sang suami tersebut.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Melly yang sedang mengaduk kopi di pantry. Disana tentu saja ia tidak sendirian melainkan dengan sang kekasih.
"Pak Alviro gak dateng hari ini?" tanya Melly.
"ya nggaklah babe, kamu tahu sendiri kalau kemarin resepsi pernikahan mereka, jadi sekarang mungkin lagi sibuk" jawab Roland.
"sibuk apa babe?" tanya Melly polos.
"yah pokoknya sibuk itu?" ucap Roland seraya menyesap kopinya.
"itu maksudnya apaan?" tanya Melly lagi.
Belum lama kemudian Melly pun menutup mulutnya mengerti apa yang dimaksud kekasihnya tersebut.
"ih kamu tuh yah" ujar Melly seraya tersenyum malu.
"bentar, kamu tadi mikirnya apaan sampai cengar-cengir begitu" tanya Roland melihat ekspresi sang kekasih.
Melly pun menautkan kedua telunjuknya
"ini kan maksud kamu?" ujar Melly malu-malu.
"ampun babe, maksud aku bukan itu. Alviro sama istrinya hari ini pindah ke rumah yang lama, jadi mereka mungkin sibuk beres-beres" ujar Roland terkekeh.
Air mana air
Rasanya Melly ingin mengguyur kepalanya dengan air. Kali ini dia merasa benar-benar malu.
"kamu gimana bisa sampe mikir kesitu babe?" tanya Roland sembari terkekeh.
"gak lucu" ujar Melly menghentakkan kakinya kemudian melangkah pergi.
Roland yang melihat Melly semakin menjauh hanya geleng-geleng kepala.
"lucunya pacarku" ujar Roland tersenyum.
✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳✳
__ADS_1
Alea duduk dikursi taman. Ia tampak cantik dengan balutan gaun yang indah. Samar-samar seorang pria tampan menghampirinya.
"Ar. .Arfan" ucap Alea terkejut dengan kehadiran lelaki yang pernah ada dalam hidupnya.
"kamu cantik" ucapnya tersenyum.
Alea pun menitikkan air matanya. Ia sungguh terkejut dengan kehadiran Arfan tiba-tiba.
"jangan menangis" ucap Arfan seraya menyeka air mata Alea.
"mulai sekarang mari kita lakukan sesuatu yang membuatmu bahagia" ujar Arfan.
Arfan menggenggam erat tangan Alea dan membawanya ke sebuah rumah yang begitu mewah bak istana.
Saat mereka tepat didepan pintu, tiba-tiba saja pintu tersebut terbuka dengan sendirinya.
"wahhh" ucap Alea terkesima saat melihat apa yang ada didalam rumah tersebut.
Disana Arfan tidaklah sendiri. Ada banyak orang didalam rumah tersebut yang tampak sedang menunggu kedatangan mereka.
"maukah kau berdansa denganku?" ucap Arfan seraya mengulurkan tangannya.
Alea pun tersenyum dan langsung memberikan tangannya pada Arfan.
Arfan dan Alea berdansa dengan iringan musik yang dihasilkan dari biola, kelopak mawar pun berjatuhan dari atas sana.
"apakah ini mimpi?" ucap Alea.
Arfan menyunggingkan senyumnya.
Arfan dan Alea mengakhiri tariannya, terdengar suara riuh tepuk tangan yang begitu meriah.
"ini semua untukmu Leah" ucap Arfan seraya memberikan sebuket bunga mawar yang ada ditangannya.
"terimakasih Arfan, mawarnya banyak sekali" ujar Alea mengarahkan pandangannya ke bunga mawar yang ada disekelilingnya.
"aku membuktikan bahwa cintaku tak terhingga padamu Leah" ucap Arfan.
Alea tersenyum memandang Arfan.
"namun sebesar apapun aku mencintaimu, hal tersebut tidak akan merubah kenyataan bahwa aku hanyalah sebuah kenangan untukmu." sambung Arfan.
"berbahagialah dengan pria yang saat ini mencintaimu, berbahagialah tanpa aku"
Alea tidak bisa berkata apa-apa lagi, air matanya mulai membasahi pipinya.
"mulai saat ini, berikan hatimu untuknya. Cintailah dia sepenuhnya tanpa ada aku disana. Biarkan hatimu milik lelaki yang berada disampingmu, karena dialah yang akan menjagamu dan mengusap air matamu"
Air mata Alea mulai deras membasahi pipinya.
"ini adalah hadiah yang tertunda kemarin yang kamu nanti-nantikan dan belum sempat aku lakukan untukmu, berbahagialah dan tolong lepaskan aku" ucap Arfan seraya menghilang bersama cahaya.
Alea pun semakin terisak saat Arfan meninggalkannya.
.
"Leah. .bangun Leah" ujar Alviro menggerakan tubuh Alea.
Tampaknya istrinya itu sedang bermimpi dimana Alea menyebut nama Arfan seraya menangis.
__ADS_1
"Alea bangun. ." ujar Alviro lagi.
Alea pun membuka matanya dan langsung memeluk Alviro seraya menangis.
"tenang Alea, udah gak apa-apa" ucap Alviro menenangkan Alea.
Alviro menyeka air mata Alea.
"tunggu disini sebentar, aku ambilin kamu air minum" ujar Alviro seraya beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke dapur.
Belum lama kemudian Alviro kembali dengan segelas air putih yang ada ditangannya.
"kamu minum dulu Leah" ucap Alviro sembari menyodorkan gelas tersebut.
Alea pun menenggaknya hingga tandas.
"aku memimpikan Arfan, mas" ucap Alea.
"iya aku tahu Leah, dari tadi kamu menyebut namanya di tidurmu" sahut Alviro.
Sesungguhnya ada rasa sakit yang dirasakan oleh Alviro saat istrinya itu menyebut nama pria lain dalam tidurnya.
Sebegitu besarkah cinta Alea pada Arfan meskipun Arfan sudah tiada, dan apakah Alea bisa mencintainya kelak seperti Alea mencintai Arfan? Alviro selalu bertanya-tanya akan hal tersebut.
"Leah. . apakah aku boleh bertanya sesuatu?" ujar Alviro.
"bertanya apa mas"
"misalkan ya, jika aku dan Arfan tenggelam, dan disitu kamu hanya bisa menyelamatkan salah satu dari kami, siapa yang akan kamu selamatkan Leah?" ujar Alviro.
Alea tiba-tiba diam mendengar pertanyaan Alviro.
"jika kamu tidak ingin menjawabnya tidak apa-apa Leah, aku tahu pertanyaanku ini keterlaluan. ya udah kita lanjut tidur lagi ya sayang" ujar Alviro.
"aku akan menyelamatkan Arfan mas" sahut Alea tiba-tiba.
Alviro tersenyum getir.
Tentu saja hal tersebut menyakiti hati Alviro, bagaimana tidak? istrinya lebih memilih lelaki lain dibandingkan dirinya.
"tetapi aku akan mati tenggelam bersama kamu mas" sambung Alea lagi.
Alviro pun langsung memeluk istrinya dan mengecup kening istrinya itu berkali-kali.
"aku mencintaimu Leah"
"aku juga mencintaimu mas" ucap Alea
.
.
.
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like, vote dan komennya yah author lebih semangat lagi nulisnya😉
__ADS_1
salam manis RPS😊