
Steve yang sedang sibuk menyetir sesekali mengalihkan pandangannya pada Alea. Entah mengapa ia merasa ada yang janggal dengan Alea semenjak pertemuannya dengan Alviro tadi. Tiba-tiba saja Alea yang biasanya dengan seribu ocehannya kini hanya kini hanya diam membisu.
"apakah kau mengenal Alviro?" tanya Steve pada Alea.
Alea hanya menanggapi pertanyaan dari Steve dengan sebuah gelengan kepala sbari menatap ke arah jalan.
"aku kira kau mengenalnya karena kalian sama-sama dari Indonesia dan aku sempat mengira dia adalah salah satu dari mantan pacarmu" ujar Steve.
Steve melihat Alea sekilas karena tak ada respon dari Alea.
"mengapa kau berbohong dihadapannya tadi?" tanya Steve lagi yang terus mengintrogasi Alea.
"bukankah kita juga pernah berbohong dihadapan orang yang tidak kukenal sama sekali, sudahlah Steve melemparkan seribu pertanyaan konyol untukku, aku lelah!" seru Alea.
Steve pun langsung memperagakan gerak untuk mengunci mulutnya, ia takut akan dilemparkan ke luar oleh gadis yang ada disampingnya ini terlebih lagi hari sudah larut malam.
Alea yang sedari tadi menatap ke arah jalanan dengan fikiran yang berkecamuk. Ada rasa bahagia saat ia bertemu yang selama dua tahun ini dirindukanya. Namun ada juga rasa sakit dan membuat hatinya bak diremas saat ia sadar bahwa lelaki yang dirindukannya itu jauh dari jangkauannya dan tak dapat digapainya.
Alea ingin sekali rasanya memeluk Alviro dengan sejuta kerinduan yang telah dipendamnya selama ini, namun Alea juga cukup sadar diri bahwa ia tidak pantas merindukan apa yang bukan miliknya lagi, ia tidak ingin mengusik biduk rumah tangga uang sudah dijalani oleh lelaki yang tidak lain adalah mantan suaminya itu. Alviro telah menemukan kebahagiaannya bersama wanita yang diinginkannya. Sementara itu, biarlah rindu yang dirasakan Alea menguap dengan sendirinya.
Mereka telah tiba si kediamannya Steve. Disana Steve tinggal bersama dengan Arini sedangkan Alea menyewa sebuah apartemen karena alasan hanya ingin mandiri, Alea tidak ingin menyusahkan bunda dan sepupunya itu terus-menerus. Dan dengan berat hati Arini pun terpaksa mengiyakan keputusan yang Alea buat.
"terimakasih nona, berapa uang yang harus kubayar?" ejek Steve yang mencoba mencairkan suasana.
"apakah kau sedang mengejekku tuan Steve?" tukas Alea yang langsung menghadiahi Steve dengan tatapan membunuh.
Steve pun tertawa melihat sepupunya itu yang menurutnya sangat menggemaskan.
"hati-hati di jalan" ujar Steve melambaikan tangannya.
Alea pun membuka kaca mobilnya membalas lambaian tangan dari Steve, kemudian ia pun melajukan mobilnua menuju jalanan.
Steve yang masih mematung disana memandang mobil yang dikendarai Alea semakin lama semakin menjauh.
__ADS_1
Ia masih merasa sangat aneh dengan tingkah Alea malam ini.
"aku tau kau sedang menyembunyikan sesuatu Cassandra" gumam Steve yang kemudian masuk ke rumahnya.
.
.
.
.
Alea baru saja memarkirkan kendaraannya. Ia pun berbincang sedikit dengan lelaki yang merupakan penjaga keamanan disana lalu melangkah pergi.
Tanpa Alea sadari sepasang mata sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Alea.
Alviro yang baru saja pulang dari supermarket tanpa sengaja melihat Alea yang tampak berbincang dengan penjaga keamanan disana.
Siapakah yang akan ditemuinya?
Apakah dia mencariku?
Bagaimana ia mengetahui bahwa aku tinggal disini?
Pertanyaan demi pertanyaan pun bergumul di otak cantiknya, karena rasa penasaran yang berlebihan Alviro pun memberanikan dirinya untuk bertanya pada penjaga keamanan tadi.
"apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga keamanan tersebut dengan menggunakan bahasa inggris.
"maaf pak, apakah anda mengenal wanita tadi?" tanya Alviro.
"saya mengenalnya, dia nona Cassandra sepupu dari tuan Steve Ernest yang kebetulan salah satu penghuni disini" ujar lelaki tersebut.
Alviro pun mencerna ucapan dari lelaki yang ada dihadapannya. terjawab sudah seribu pertanyaannya dengan satu jawaban dari si penjaga keamanan tersebut.
__ADS_1
Alviro tidak pernah menyangka bahwa ia akan tinggal berdekatan dengan Alea.
"apakah anda bisa memberitahu saya di lantai mana dia tinggal pak?" tanya Alviro lagi.
"lantai 5" ujar lelaki tersebut.
Setelah mendengar jawaban dari lelaki tersebut, Alviro pun langsung berterima kasih dan kembali menuju huniannya.
"sepertinya kita masih berjodoh Leah" gumam Alviro yang berada disofa seraya meminum softdrink yang ia beli tadi.
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
Pagi ini Alea mengenakan jaket dipadukan dengan celana training, kebetulan hari ini tidak ada jadwal pemotretan jadi dia luangkan waktu pagi ini untuk jogging. Alea menanggalkan earphone ditelinganya mendengarkan musik favoritnya seraya berlarian.
Setelah dirasanya sudah cukup lelah, Alea pun kembali menuju apartemennya dan membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Namun ia dikejutkan dengan sosok yang sudah menunggu didepan pintunya. Entah dari mana pria ini mengetahui tempat tinggalnya.
"apakah kau terpukau dengan ketampananku nona Cassandra?" ujar Alviro dengan senyum devilnya
Terimakasih sudah membaca😊.
jangan lupa like dan komennya yah.
Votenya juga dikencengin supaya author lebih semangat lagi nulisnya😅
salam manis rps😊
( kamis,16;18 )
__ADS_1