
Rasya termenung didalam kamarnya sembari memandangi foto pernikahan mereka. Rasa sesak pun memenuhi rongga dadanya saat semuanya akan berakhir dengan begitu saja.
Rasya merasa memang dirinyalah yang dulu egois mempertahankan Aurel sedangkan gadis itu mati-matian mengejar cinta Reyhan.
Ia pun memasuki kamar mandi mencoba mencuci wajahnya. Rasya memandangi matanya yang sudah kemerahan akibat tangisnya tadi.
Ia pun menyalakan keran dan membasuh wajahnya di wastafel, selang beberapa lama kemudian gerakannya pun terhenti saat melihat benda panjang dan pipih yang tergeletak begitu saja. Benda yang menunjukkan dua garis itu tentu saja menandakan bahwa pengguna barang tersebut dinyatakan positif hamil.
DEGGG..
Seketika Rasya pun mengingat semua hal yang terjadi kemarin-kemarin. Dimana setelah Reyhan menggelar pesta pernikahan, sikap Aurel mendadak berubah.
Sewaktu itu Rasya mengajak Aurel dan kedua anaknya untuk refreshing, biasanya Aurel sangat senang jika Rasya mengajaknya keluar. Namun dengan mudah wanita itu menolaknya dengan beralasan sedang tidak enak badan.
Ada pula sikap Aurel yang sering merasa risih ataupun badmood tidak ingin diganggu oleh Rasya bahkan saat Rasya meminta haknya Aurel menolak Rasya mentah-mentah.
Rasya pikir Aurel bersikap seperti itu karena istrinya itu masih menyimpan rasa dengan Reyhan dan sedikit tidak ikhlas jika adiknya itu menemukan gadis lain. Namun semua yang dipikirkan Rasya ternyata salah. Bukan itu alasan Aurel berubah sikap melainkan karena wanita itu tengah mengandung.
"Betapa bodohnya aku, bukankah aku dulunya seorang dokter. Mengapa aku tidak menyadarinya" gumam Rasya mengepalkan tangannya.
Rasya pun segera mengambil handuk untuk mengeringkan wajahnya, kemudian ia pun mencari ponselnya dan mencoba menghubungi Aurel, karena ucapannya Karin bahkan Aurel meninggalkan rumah dua hari yang lalu.
Beberapa kali Rasya menghubungi Aurel namun sambungan telepon tersebut diputus secara sepihak. Rasya pun mengambil sweternya dan keluar dari kamar.
__ADS_1
Rasya mencari Irsya dan mencoba menanyakan keberadaan istrinya itu,
"Bukankah kamu suaminya? seharusnya kamu yang lebih mengetahui dimana istrimu" ketus Irsya.
Rasya hanya terdiam dan tak henti membujuk sang mama untuk memberitahukan dimana keberadaan istrinya itu.
"Mungkin saja saat ini ia sedang mengencani pria lain, mudah saja bagi istrimu untuk mendapatkan pria yang lebih baik darimu" ujar Irsya mengompori anaknya itu.
"Demi apapun aku tidak akan merelakan istriku bersama pria lain ma, aku mencintai Aurel dan aku akan menjaganya sampai aku mati" ucap Rasya.
Irsya sekilas tersenyum mendengar ucapan Rasya, ia pun menunjukkan dimana keberadaan Aurel saat ini. Tanpa menunggu lama, Rasya bergegas pergi keluar untuk menemui istrinya itu. Irsya tak henti-hentinya bersyukur karena Tuhan telah membukakan pikiran putra sulungnya itu.
...****************...
Tinnn... Tinnn..
Kini tujuan Rasya hanyalah satu yaitu Aurel, tidak perduli ia mendapatkan umpatan jahat sekalipun, bahkan jika bisa nyawa pun ia pertaruhkan untuk istrinya. Karena Rasya sadar bahwa dirinya terlalu bodoh dan selalu menerka bahwa apa yang ia pikirkan itu benar adanya.
Sesampainya di pusat perbelanjaan yang dikelola oleh Aurel, Rasya pun bergegas menaiki lift yang mengantarkan pria itu ke lantai atas.
Setelah tiba di lantai atas, Rasya langsung berlari menuju ke ruangan Aurel. Tanpa mengetuk lagi ia pun langsung memasuki ruangan dimana istrinya itu berada.
Rasya terdiam saat menemukan istrinya tengah tertidur di sofa yang berada di ruangan Aurel. Hatinya terasa sakit saat ia melihat Aurel begitu menderita akibat ulahnya yang keterlaluan.
__ADS_1
"Maafkan aku.. maafkan aku.." gumam Rasya sembari mengelus Surai panjang milik istrinya itu.
Setetes air mata pun jatuh mengenai kening Aurel, Aurel mengernyitkan keningnya dan dengan perlahan membuka matanya.
"Mengapa kau disini dan ada apa? mengapa kau menangis?" tanya Aurel sedikit terkejut dengan keberadaan Rasya.
"Maafkan aku istriku.. maafkan aku telah mengambil keputusan yang salah, maafkan aku yang sudah berfikir yang tidak-tidak tentang dirimu" ucap Rasya yang kemudian memeluk Aurel.
Aurel tertegun, yang tadinya ia terlelap tidur dan kemudian melihat wajah suaminya seperti ini seolah ini semua adalah bunga tidur.
"Apakah ini nyata? jika aku tengah bermimpi maka aku rela untuk tetap tidur dan bermimpi tentangmu" gumam Aurel menjatuhkan cairan bening dari pelupuk matanya.
"Tidak sayang, ini nyata dan kau sedang tidak bermimpi. Bahkan jika kau bermimpi indah aku akan wujudkan semua yang ada dimimpimu istriku, aku ingin kau bahagia. Maafkan aku" ujar Rasya tulus.
Aurel tak mampu berkata-kata lagi, ia membalas ucapan Rasya hanya dengan sebuah anggukan saja.
"Aku berjanji akan selamanya bersamamu, aku mencintaimu setengah mati, tidak.. aku mencintaimu sampai mati" ucap Rasya.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Ini part khusus buat Rasya dan Aurel ya guys..
Untuk yang udah kangen berat sama babang rey ditunggu bab selanjutnya🖤