
Disebuah cafe, Reyhan tengah menyesap kopi yang dipesannya. Pria itu tak sendirian, melainkan bersama dengan sosok pria yang tak lain adalah mantan kekasih istrinya itu.
"Apa alasanmu mengajakku bertemu?' tanya Arya tanpa basa-basi.
"Santai.. sebaiknya kau nikmati dulu minumanmu itu" timpal Reyhan dengan sangat santai.
"Aku tidak memiliki banyak waktu hanya untuk minum kopi saja" ucap Arya sedikit angkuh. Pria itu hanya malas saja jika harus berhadapan dengan suami dari gadis yang dicintainya.
"Apa karena aku telah merebut gadismu? itukah alasanmu enggan berhadapan denganku?" tebakan Reyhan yang tepat sasaran.
Arya hanya mendengus kesal dan kemudian menyesap kopi yang ada dihadapannya.
"Kau tidak sepantasnya menaruh rasa cinta bahkan ingin memiliki pada istriku, kakak ipar" ucap Reyhan sembari melipat kedua tangannya ke depan.
"Kau..." gumam Arya dengan tangan gemetar. Pria itu tak mampu berkata-kata saat Reyhan telah mengetahui semuanya.
"Sedalam apapun kau mengubur kebenarannya maka kelak akan terkuak juga. Alangkah baiknya jika kau berkata jujur dengannya" ujar Reyhan.
"Tolong tetap rahasiakan ini padanya, ku mohon.." suara Arya sedikit bergetar mengucapkan kalimat tersebut.
__ADS_1
"Setidaknya dia harus tahu jika kau adalah kakaknya"
"Kau.." Arya beranjak dari tempat duduknya dan kemudian meraih kerah baju milik Reyhan.
"Kau tidak tahu bagaimana ia membenci kedua orang tuanya? trauma dimasa lalu masih menghantuinya dan kau ingin menambah lukanya dengan fakta bahwa dia anak dari selingkuhan ayahku? Jika kau mengatakan hal itu padanya, maka tidak segan-segan aku akan menghajarmu" bisik Arya dengan penuh penekanan. Pria itu pun langsung melepaskan cengkramannya saat melihat sekeliling memperhatikan keduanya.
"Dan satu hal lagi, aku tidak ingin kau menyakiti Irene lagi. Jika aku melihat air mata jatuh membasahi pipi Irene karena ulahmu, akan ku buat kau menyesal seumur hidupmu" tukas Arya yang kemudian melangkah pergi dari tempat tersebut.
Reyhan pun tak menghiraukan ancaman pria itu. Ia kekeh untuk tetap mengejar Arya.
"Tunggu.. aku tidak menginginkan perkelahian diantara kita, setidaknya kau dengarkan dulu penjelasan ku" seru Reyhan sedikit terengah mengejar langkah Arya.
Melihat Arya menghentikan langkahnya, Reyhan pun langsung mendekati pria itu.
"Katakan apa maksudmu?" tanya Arya.
"Sebaiknya kita menjalin hubungan baik, bagaimana pun juga kau adalah kakak Irene yang tentunya kakakku juga. Aku tidak akan mengatakan bahwa kalian bersaudara tapi setidaknya biarkan ayahmu melihat Irene secara langsung. Aku yakin jika ayahmu sangat ingin bertemu dengan anak gadisnya. Pencarian hingga umur 27 tahun itu bukanlah sebentar" jelas Reyhan panjang lebar.
Mata Arya pun mulai berkaca-kaca. Sesekali pria itu menatap ke atas langit agar air matanya tak jatuh. Ia juga merasa hancur saat melihat sang papa tiap malam menatap foto anak gadisnya dan sesekali pria tua itu menghapus air matanya.
__ADS_1
Arya pun menutup wajahnya saat air matanya jatuh tak terbendung lagi. Rasa sakit serta frustasi yang ia rasakan saat ini berbaur menjadi satu.
Reyhan menepuk pundak Arya untuk menenangkannya.
"Percayalah padaku, aku memiliki cara supaya tak membuat Irene sakit. Aku juga tak ingin gadis yang kucintai merasa tersakiti" pengakuan dari Reyhan membuat Arya sedikit merasa tenang.
"Pegang janjimu"
"Pasti.." ucap Reyhan dengan tegas.
.
.
.
Bersambung...
Maaf ya guys updatenya kelamaan. Seminggu ini badan kurang fit jadi nggak bisa buat lanjutin cerita. Sebenarnya ini udah lama banget jadi draft rencananya mau ditambah supaya lebih panjang lagi. Tapi karena lemes bin letoy menyerang tubuh ini jadi segini aja kemampuan mikirnya😁.
__ADS_1
Untuk kalian semua, jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan ya❤️