
Alea berjalan beriringan dengan Abizar menuju mobil masing-masing. Abizar tidak pernah menyangka, jika hari ini ia berhadapan dengan gadis yang pernah menjadi pemilik hatinya.
"bagaimana kabar mas?" tanya Alea membuka suara.
"alhamdulillah baik, kamu sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Abizar balik.
"baik juga mas" timpal Alea.
Suasana pun mendadak menjadi hening yang terdengar hanyalah suara langkah kaki dari keduanya.
Mereka pun telah sampai ditempat mereka memarkirkan mobilnya masing-masing.
"kalau begitu, aku pulang dulu mas" ujar Alea sedikit canggung. Jujur saja Alea masih merasa tak enak hati dengan Abizar karena telah menolak cinta pria tersebut.
Abizar hanya mengangguk menanggapi ucapan Alea.
Alea mengeluarkan kunci mobilnya dari dalam tas, namun tiba-tiba Abizar menghampiri Alea dan berlutut dihadapannya.
Sontak saja hal tersebut membuat Alea terkejut.
"apa yang kamu lakukan mas" ucap Alea.
"Leah. . tolong maafkan aku" pinta Abizar
"kamu tidak melakukan kesalahan mas, kenapa kamu harus minta maaf" ujar Alea yang masih bingung dengan sikap Abizar.
"aku telah melakukan hal yang salah Leah, aku ceroboh. Maafkan aku Leah" ujar Abizar dengan suara bergetar.
Sungguh Alea tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Abizar.
"apa maksudmu mas?" tanya Alea.
"aku. . aku melakukan hal yang ceroboh Leah. Arfan kecelakaan karena kecerobohanku Leah" ujar Abizar dengan mata yang mulai memerah.
Duarrr. .
Bak disambar petir disiang bolong, tiba-tiba saja kunci mobil terlepas dari genggaman Alea.
"bagaimana. ." Alea kehabisan kata-kata. Ia pun mulai terisak.
"pada malam itu, aku merasa sangat patah hati atas berita pernikahanmu dengan Arfan. Aku seperti kehilangan akal sehat dan hanya melihatmu dari kejauhan. Disaat aku hendak menyebrangi jalanan tanpa menghiraukan kendaraan yang kelak akan menabrakku. aku tidak pernah tau jika si pengendara motor tersebut adalah sahabatku sendiri" terang Abizar panjang lebar.
"dimana pada saat hari meninggalnya Arfan, aku dipindah tugaskan oleh kepala rumah sakit ke desa terpencil" lanjut Abizar.
Pundak Alea bergetar hebat saat mendengar penuturan dari Abizar. Air matanya pun mengalir dengan derasnya saat mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.
"maafkan aku Alea. Silahkan hukum aku atas perbuatan cerobohku" ujar Abizar memohon.
Alea menghapus air matanya dan mencoba meredakan isak tangisnya.
"jika kamu menyuruhku untuk menghukummu, maka aku akan memberikan hukuman yang setimpal mas" ujar Alea.
__ADS_1
Abizar tertunduk pasrah menerima hukuman apapun yang akan diberikan Alea kepadanya.
"jalanilah hidup sebaik mungkin tanpa diliputi rasa bersalah kejadian yang lalu, itu hukuman dariku" tukas Alea.
Abizar langsung mendongak menatap Alea. Ia terkejut dengan penuturan wanita yang ada dihadapannya.
"Arfan akan merasa sedih jika mas yang masih diberikan nafas menjalani hidup dirundung rasa bersalah terus-menerus. Semua itu sudah takdir yang di atas mas, Arfan meninggal karena sudah ajalnya bukan karena mas. Jadi itu adlah hukuman yang setimpal dan harus mas laksanakan" terang Alea seraya menegakkan badan Abizar.
"tolong jangan seperti ini lagi mas, aku memaafkanmu tapi dengan syarat jangan membicarakannya dihadapan keluarga Arfan, karena aku tidak mau jika kelak mama Arini menangis lagi" ujar Alea seraya tersenyum.
"terimakasih Leah, terima kasih sudah memaafkanku" ucap Abizar.
Alea hanya menanggapinya dengan tersenyum.
"ya udah, sekarang kita balik yuk mas" ajak Alea.
Abizar pun mengangguk menyetujui ajakan Alea, mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing.
Abizar kini merasa lega, beban yang ia tanggung selama ini merasa sudah terangkat. Ia pun melajukan mobilnya beriringan dengan mobil yang Alea kendarai.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
"kamu bilang kemarin mau mampir ke kantor, kenapa gak jadi?" tanya Alviro dari seberang telepon.
"aku mendadak ada mas" timpal Alea.
"besok kamu luangkan waktu kamu ya, kita mau fitting baju pengantin sekalian foto prewedding" ujar Alviro.
"aku juga udah mesan gedung untuk acara resepsi kita nanti " ujar Alviro.
"ya udah, besok aku bakalan bantu untuk perlengkapan lainnya" ucap Alea.
"pokoknya tinggal fitting baju, foto prewedd, sama undangan yang belum kesebar seluruhnya, soalnya aku gak tau siapa aja yang mau kamu undang" tukas Alviro.
Alea pun terkekeh mendengar ucapan Alviro, ia tidak pernah menyangka jika calon suaminya ini akan sesibuk itu mempersiapkan pernikahan mereka.
Jika dulunya Alviro tampak acuh mempersiapkan pernikahan mereka terdahulu, namun sekarang Alviro lah yang super sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.
"aku tidur duluan ya sayang, aku udah ngantuk banget nih" ujar Alviro.
"iya mas, semoga mimpi indah" ucap Alea.
"gak mau ah, indah siapa? aku gak kenal. Aku mimpiin kamu aja deh" goda Alviro.
"iyain aja deh" tukas Alea yang kemudian memutuskan sambungan teleponnya.
❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇
Roland duduk santai di apartemennya seraya memakan snack keripik kentang dan membalas chat dari sang pujaaan hatinya.
Melmel my love
__ADS_1
kangen kamu babe. .
Pororo my sweetheart
kangen kamu juga sayang
Melmel my love
makanya buruan halalin
Pororo my sweetheart
iya nanti ya sayang, nunggu kamu dapet label dari BPOM
Melmel my sweetheart
ihhh dasar nyebelin😒
"sejak kapan lo dipanggil babe sama si Melly, emang lo udah jadi bapaknya Melly?" tanya Abizar yang mendadak muncul dibelakang Roland.
"hu. . dasar hobby ngintip chatingan orang nanti matanya bisulan" ujar Roland.
"kualat lo do'ain abang sendiri" tukas Abizar.
"lagian lo tu sekali-kali baca kamus gaul gitu ya bang, jangan baca buku yang isinya itu-itu doang" cerca Roland.
"ini tulisannya dibaca beib yah bang bukan babe, artinya juga bukan bapak melainkan sayang" lanjut Roland.
"bodo amat lah" ujar Abizar seraya merebut cemilan yang ada ditangan Roland.
"bang balikin cemilan gua" teriak Roland yang mengejar Abizar.
.
.
.
Terimakasih sudah membaca😊. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak dibawah ini.
*Like
*Komen
*dan Vote
Salam manis RPS😊
__ADS_1