Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 25. Salah Tingkah


__ADS_3

Sinar matahari menyeruak memasuki celah jendela. Irene mengernyitkan wajahnya saat sinar mentari menerpa wajahnya. Ia pun mencoba membuka matanya perlahan dan hal yang pertama ia lihat adalah wajah Reyhan yang tepat berada didepan wajahnya.


"Apakah aku tengah bermimpi?" batin Irene yang masih tak percaya bahwa Reyhan tidur bersama dengannya.


Ia pun mengulurkan tangannya mencoba menyentuh bulu mata lentik Reyhan.


"Ku rasa ini benar-benar hanyalah mimpi" ucap Irene dalam hati.


Ia pun kembali menyentuh bulu mata Reyhan, namun seketika Irene mengernyitkan keningnya saat mata Reyhan terbuka.


"Tapi mengapa ini seperti nyata" ujarnya dalam hati. Gadis itu pun kembali menyentuh hidung Reyhan hanya untuk memastikan bahwa dirinya kini tengah bermimpi.


"Apa yang kau lakukan" ucap Reyhan dengan suara yang sedikit parau.


Seketika Irene pun terlonjak kaget, dan dengan spontan Irene menerjang tubuh Reyhan hingga pria itu tersungkur di lantai dengan kepala yang terantuk di nakas.


"Hei apa kau gila hah!?" bentak Reyhan yang langsung saja berdiri sembari memegang kepalanya yang terasa sakit.


Irene pun bergegas mengambil selimut guna menutupi dirinya.


"Kau.. kau pria mesum. Bukankah sudah ku katakan bahwa kita tidak boleh saling bersentuhan" ujar Irene menimpali ucapan Reyhan.


"Bukankah kau yang menyentuhku, kau menyentuh bulu mataku dan juga hidungku. Kau menggangguku tidur saja" tukas Reyhan yang kembali merebahkan dirinya di kasur.


"Lantas mengapa kau tidur disini, bukankah perjanjian semalam kau akan tetap tidur di sofa" ujar Irene


"Aku tidak bisa tidur di sofa dan kau tahu? badanku terasa remuk saat berbaring disana. Aku pindah ke tempat tidur saat hari menjelang pagi dan kau masih tidur nyenyak sembari mendengkur. Sebaiknya kau bersihkan dirimu, aku ingin tidur sejenak" tukas reyhan.


Irene pun hanya mencebikkan bibirnya, gadis itu turun dari tempat tidur dan hendak menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


"Dan jangan lupa, sebaiknya kau berganti pakaian didalam kamar mandi" seruReyhan.


"Jika ku berganti pakaian dihadapan ku, jangan salahkan aku jika kau akan menjadi santapanku" gumam Reyhan yang tentu saja tidak dapat didengar oleh Irene karena wanita itu sudah masuk ke dalam kamar mandi.


...


Irene keluar dari kamar mandi, ia pun melirik Reyhan yang masih tertidur pulas. Irene hanya menggelengkan kepalanya melihat pria yang kini sudah menjadi suaminya itu.


Ia pun mengeringkan rambutnya dengan handuk dan memakai make up seadanya. Setelah ia rasa selesai, Irene pun hendak melangkahkan kakinya untuk keluar dari tempat itu. Namun tiba-tiba saja Reyhan langsung memanggilnya sehingga wanita itu pun menghentikan langkahnya.


"Hey kau mau kemana?" tanya Reyhan yang masih dengan mata yang tertutup.


"Apakah kau sedang mengigau?" gumam Irene.


"Aku tidak mengigau, kau hendak kemana?" Reyhan membuka matanya dan mengulangi ucapannya tadi.


"Aku ingin keluar"


"Kenapa?"


"Tunggu saja disini sampai aku siap" ujar Reyhan yang kemudian bangun dari tempat tidurnya dan langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Mau tak mau Irene pun menuruti perintah Reyhan, ia pun duduk di sofa sembari menunggu Reyhan yang kini sedang berada didalam kamar mandi.


...


Di dalam kamar mandi Reyhan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia pun menghidupkan shower dan menikmati air yang membasahi tubuhnya.


Sedari tadi Reyhan memejamkan matanya bukan karena ia tertidur, melainkan pria itu menjaga pandangannya dari apa yang tak seharusnya ia lihat.

__ADS_1


Bagaimana pun juga Reyhan adalah pria yang normal, satu ruangan dengan Irene membuatnya sulit bernafas. Saat tanpa sengaja ia melihat Irene yang tengah mengeringkan rambutnya menggunakan handuk membuat pria itu semakin memejamkan matanya namun dengan merapalkan kalimat untuk menyadarkannya.


"Apa yang harus ku lakukan jika sudah seperti ini" gumam Reyhan.


...


"Sedang apa dia? apakah dia mati kedinginan di kamar mandi? hampir satu jam pria itu berada disana" oceh Irene yang menunggu Reyhan mandi.


Gadis itu pun mendekat ke pintu kamar mandi, ia bertujuan mengetuk pintu tersebut. Namun alangkah terkejutnya saat ia hendak mengetuk pintu sosok Reyhan tiba-tiba saja muncul dengan wajah yang segar dan rambut yang sedikit basah.


Irene awalnya terkejut dan sedikit membuka mulutnya saat melihat Reyhan seribu kali lebih tampan dibandingkan biasanya.


"Ada apa denganmu? apa yang kau pikirkan? minggir kau menghalangi jalanku" ucap Reyhan mendorong kening istrinya itu dengan telunjuknya.


"Kau.." ucap Irene sedikit gugup.


"A.. aku hanya ingin mengetuk pintu karena kau lama sekali berada didalam sana" sambung Irene yang terlihat sedikit salah tingkah.


"Bukankah kau ingin mengintipku?" ujar Reyhan bercermin sembari merapikan rambutnya.


"Si..siapa juga yang ingin mengintipmu, sudahlah! aku keluar lebih dulu" ujar Irene yang langsung melangkah pergi dari tempat tersebut.


Reyhan pun hanya tersenyum saat melihat tingkah konyol Irene.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..



__ADS_2