
Roland sedari tadi merasa jenuh didalam mobil yang terparkir agak jauh dari rumah Alviro dikarenakan menuruti perintah bos rese nya itu.
sudah hampir setengah jam ia menunggu, namun Alea belum juga menampakkan dirinya untuk berangkat bekerja. entah kenapa bos nya itu enggan menemui sang istri.
belum lama kemudian Roland melihat Alea berangkat bekerja dan langsung menaiki taksi yang ia panggil.
Roland pun langsung bergegas menuju rumah Alviro. dan kebetulan saja bik Ijah ada didepan rumah sedang menyapu halaman.
Roland pun langsung mengutarakan maksud dari kedatangannya. bik Ijah mengangguk tanda mengerti dan segera mengemasi beberapa pakaian yang ada dilenari Alviro.
dikantor Alviro menunggu kedatangan Roland. tak lama kemudian sosok tersebut langsung memunculkan batang hidungnya.
"ini baju-bajunya" ucap Roland sambil meletakkan tas yang dipegangnya.
"kenapa lo lama ?" tanya Alviro.
"tadi bini lo lama banget keluarnya, gue juga suntuk nunggu disana" jawab Roland
"oh. . kirain lo ketiduran dimobil" ujar Alviro terkekeh dan segera menuju kamar mandi yang ada dikantornya tersebut.
Alviro sudah tampak rapi, ia segera menuju ke ruangannya namun ia dikejutkan dengan adanya Clara disana.
"kamu gak pulang Vi?" tanya Clara.
"nggak" jawab Alviro singkat.
"berantem sama Alea?" tanyanya lagi.
"nggak kok"
"oh. . tapi kamu gak lupa kan Vi sama janji kamu untuk menghadiri resepsi pernikahan temen aku nanti malam" tukas Clara.
Alviro hanya diam.
__ADS_1
"Vi. . kamu dengar kan apa yang barusan aku omongin"
"iya. . iya. . nanti malam aku temenin kamu. sekarang kamu fokus ke kerjaan kamu aja dulu, soalnya aku bakalan sibuk hari ini" ujar Alviro yang tampak kesal.
Clara pun meninggalkan ruangan Alviro dengan wajah yang masam.
Alviro memijat keningnya, ia merasa frustasi dengan apa yang dihadapinya sekarang. masalah dengan Alea belum usai dan sekarang Clara pun ikut mengganggu ketenangannya.
jujur saja, Alviro sebenarnya enggan untuk pergi keluar bersama Clara, namun ia sudah berjanji kemarin, jika ia menolak akan menambah masalah baru lagi dan itulah hal yang paling malas untuk ia hadapi.
tak terasa hari pun mulai gelap, Alea baru saja tiba di rumah pulang dari bekerja. ia mendapati rumahnya bagai tak berpenghuni. ia segera bergegas menuju kamar suaminya namun sosok yang dicari tidak ada disana. Alea berbaring di atas kasur suaminya. menghirup aroma parfum yang sering dipakainya itu.
sungguh ia sangat merindukan sosok suaminya. meskipun mereka tinggal satu atap, namun kamar mereka terpisah. hal tersebut dikarenakan perintah dari Alviro waktu pertama kali ia melangkahkan kakinya di rumah ini.
dan bahkan sampai saat ini mereka pun harus tidur diranjang terpisah. Alea menilai suaminya itu adalah lelaki yang baik, karena ia enggan menyentuhnya meskipun mereka sudah lumayan lama menikah. jika Alviro merupakan salah satu dari pria yang berhidung belang, Alea yakin pasti Alviro akan meminta hak nya meskipun ia belum bisa mencintai Alea.
pandangannya beralih dengan beberapa buku yang ada di nakas tidak jauh dari tempat tidurnya.
namun satu hal yang menarik perhatian Alea, yaitu sebuah album foto yang berukuran agak kecil yang berada ditumpukan buku itu.
perlahan ia membuka album tersebut satu persatu bahkan sampai habis.
betapa terkejutnya ketika ia melihat semua foto yang ada di dalam album tersebut.
tes. . .
setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya. ia tidak pernah menyangka jika selama ini suaminya menyimpan semua foto pernikahan mereka di dalam album tersebut.
"terimakasih mas" gumam Alea dengan tangis harunya.
Alea langsung bergegas menuruni anak tangga dan menuju ke kantor Alviro.
" udah siap" ujar Clara yang sedari tadi menunggu Alviro di kantor.
__ADS_1
Alviro menganggukan kepalanya.
"tuh kan kamu sangat tampan kalau udah rapi seperti ini" ujar Clara.
Clara pun menggandeng tangan Alviro sambil berjalan keluar.
sampai di parkiran Alviro membukakan pintu untuk Clara meskipun dengan wajah yang tidak ramah.
namun bukannya langsung masuk kedalam mobil, Clara langsung bergelayut manja dan mencium pipi Alviro.
Alviro pun terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Clara.
"Ara. . kamu. ." ucapan Alviro langsung terpotong ketika Clara mendekatkan jari telunjuknya tepat di depan bibirnya.
"aku tau Vi sebenernya kamu lagi punya masalah tapi makasih untuk malam ini kamu bersedia menemaniku ke acara temanku" ujar Clara kemudian langsung masuk kedalam mobil.
namun dari kejauhan Alea telah menyaksikan semuanya. bibirnya tampak bergetar menahan tangisnya akan tetapi air mata tetap jatuh dari pelupuk matanya.
hatinya merasa tersayat melihat suaminya begitu mesra dengan wanita lain.
entah mengapa disaat harapan itu ada namun seolah-olah menguap begitu saja. Alea pun menyeret kakinya melangkah pergi dari sana.
Alea merasa bagaikan berjalan diatas duri yang menusuk hingga menembus ke jantungnya.
"tega kamu mas" gumam Alea lirih.
author mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya untuk para readers yang selalu setia membaca novel ini.
maaf jika author gak bisa balas komentar kalian🙏🙏🙏 karena akun author masih dibungkam sampai tanggal 28😅 author cuma bisa lempar jempol di masing-masing komentar.
oh ya disini author juga mau informasi sama kalian bagi yang berminat silahkan mampir juga ke novel author yang kedua😊 dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian😁😁
salam manis RPS😊
__ADS_1