
Alea mengurung dirinya dikamar. Air mata mengalir deras dari pelupuk matanya. Siapapun pasti sakit jika mendengar orang yang kita perjuangkan akan menikahi wanita lain, terlebih lagi jika lelaki tersebut suami kita sendiri.
Aku akan menikahi Clara. .
Sungguh aku tidak pernah mencintaimu. .
Kalimat tersebut masih terngiang ditelinga Alea. Seolah kalimat tersebut terus diucapkan oleh Alviro.
Hati Alea hancur mendengarkan pernyataan yang diucapkan oleh suaminya itu. Kata-kata tersebut bagaikan belati yang menembus jantungnya dan membunuhnya seketika.
Beberapa hari yang lalu ia seakan terbang oleh sikap manis Alviro, namun hari ini ia dihempaskan oleh suaminya itu dijurang yang paling dalam.
"Dasar brengsek !! Lelaki biadap !!" Umpatan-umpatan kasar selalu saja lolos dilontarkannya menggambarkan kekecewaan yang dirasakannya saat ini, bahkan membuatnya sserasa tak mampu untuk berdiri lagi.
Di lain tempat Alviro menepikan mobil yang dikendarainya. ia melangkahkan kakinya menuju jembatan pejalan kaki. matanya tertuju pada lampu-lampu rumah yang terlihat seperti bintang jika dipandang dari kejauhan.
"akkkhhhhhhhh" teriaknya air mata pun lolos jatuh dipipinya. hal tersebut tentu saja tidak akan mendapatkan perhatian orang banyak dikarenakan waktu menunjukan pukul 2 dini hari yang pastinya tempat tersebut terlihat sepi.
Disinilah ia menumpahkan semua kekesalannya, seakan takdir sedang mempermainkannya.
disela-sela tangisnya Alviro pun tertawa, menertawai takdir yang tidak berpihak padanya.
Alea mengernyitkan keningnya diterpa oleh sinar matahari yang menembus jendela kaca.
Setelah menumpahkan air matanya semalam ia pun langsung tertidur.
Alea berdiri didepan cermin, tampaknya ia tidak berangkat bekerja hari ini dengan keadaan yang mengenaskan sehabis menangis semalaman.
Ia sungguh butuh istirahat hari ini hanya untuk bermalas-malasan.
Alviro duduk dikursi kebesarannya menyibukkan dirinya dengan urusan pekerjaan.
Ia pergi ke kantor tanpa berpulang ke rumahnya, setelan kantor yang dikenakannya hari ini baru saja ia beli di toko baju langganannya (sultan mah bebas wkwkwk😂).
DRRTTTT. . .
Ponsel Alviro bergetar sebuah panggilan masuk dari Clara. Alviro sedari tadi mengabaikannya namun tampaknya Clara terus saja mengganggunya.
"ada apa?" ujar Alviro
"Vi kalau kamu udah pulang kerja tolong beliin aku buah melon ya, gak tau kenapa aku pengen banget Vi." rengek Clara.
__ADS_1
"ya nanti aku beliin" ujar Alviro yang langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Alviro memanggil Roland ke ruangannya.
Tokkk.tokkk..
Roland langsung menampakkan dirinya.
"ada apa pak?" tanya Roland formal.
"tolong suruh OB atau siapa yang mau keluar untuk membelikan saya buah melon" perintah Alviro.
Roland mengernyitkan keningnya. pasalnya Roland sangat mengetahui jika lelaki yang ada dihadapannya ini tidak menyukai buah tersebut.
"ini untuk Clara" sambung Alviro yang dapat membaca isi fikiran Roland dari raut wajahnya.
"baiklah pak, kalau begitu saya undur diri" ujar Roland yang melangkah pergi.
"anaknya Clara banyak ngidamnya yah. kemarin minta dicariin bapak buat anaknya, sekarang minta melon, besok minta apa lagi" batin Roland.
Sudah hampir dua minggu semenjak pertengkaran tersebut Alviro dan Alea bungkam. Alviro pulang ke rumahnya hanya sebentar mengambil pakaian ganti setelah itu pergi lagi. Walaupun ia berpapasan dengan Alea tetap saja istrinya itu tak memperdulikannya.
Tidak ada lagi sambutan hangat yang sering Alea perlihatkan pada Alviro.
Tringggg. .
Suara notifikasi pesan membuyarkan lamunan Alviro. Diraihnya ponsel yang ada dihadapannya itu. Ternyata pesan tersebut dari Alea.
Tolong pulang malam ini, aku ingin membicarakan sesuatu.
Alviro pun langsung mengetikkan pesan singkat
Baiklah, sepulang kerja aku langsung ke rumah.
Singkat cerita, Alviro langsung menuju rumah.Saat membuka pintu ia terkejut Alea duduk manis menunggunya sambil tersenyum.
"mas sudah sampai, mas mandi dulu setelah itu temui aku didapur" ujar Alea ramah.
tentu saja hal tersebut dituruti oleh Alviro, apalagi dengan bungkamnya Alea akhir-akhir ini memvuat dirinya tak nyaman.
Alviro keluar dari kamarnya dengan baju santainya. Ia pun langsung menuju dapur seperti apa yang dikatakan oleh Alea.
__ADS_1
hal pertama yang membuat dirinya terkejut lagi dimana semua meja dipenuhi oleh makanan yang Alviro sukai, akan tetapi ini semua seperti hari perayaan bagi Alviro namun Alviro enggan menanyakannya lebih jauh lagi.
"silahkan duduk mas. mari kita makan" ujar Alea.
Alviro pun duduk dan mulai menyantap hidangan yang tersaji.
mereka pun makan tanpa mengucapkan kata-kata hanya dentingan sendok yang terdengar.
setelah menghabiskan makanan yang ada dipiring masing-masing Alea pun langsung membuka suara
"bagaimana keadaan Clara?" tanya Alea
"sudah membaik" jawab Alviro
"aku sengaja masak banyak hari ini, karena hari ini adalah ulang tahun pernikahan kita yang sudah genap setahun" ujar Alea.
penuturan Alea tersebut membuat Alviro sedikit bahagia karena Alea begitu mengingat tanggal pernikahannya.
"aku sadar aku sudah terlalu banyak mengusik hidupmu dan menyusahkanmu, kamu tidak pernah bahagia mas dengan pernikahan yang kita jalani. aku juga sadar selama ini akulah yang lebih mencintaimu dan berharap kelak kamu juga akan membalas cintaku" tukas Alea meraih tangan Alviro.
Alviro seakan terhipnotis dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Alea.
"namun kali ini aku menyerah dengan egoku yang ingin mempertahankanmu, aku menyerah dengan semua itu, aku sudah lelah terus menerus mengejarmu, maka dari itu mulai saat ini aku akan berhenti mencintaimu" ucap Alea dengan mata yang berkaca-kaca.
kemudian membuka kepalan tangan Alviro dan langsung meletakkan cincin pernikahan yang selalu ia pakai dijari manisnya.
Deggg. .
entah kata-kata ini sungguh menjatuhkannya ke dasar laut yang paling dalam, namun Alviro tetap setia mendengarkan penuturan Alea.
hatinya begitu perih melihat cincin pernikahan yang selalu Alea pakai dikembalikan dengan dirinya.
"kejarlah kebahagiaanmu, kejarlah cintamu, aku tidak akan mengusik kehidupanmu lagi" lanjut Alea sambil menangkupkan tangan Alviro
"menikahlah dengan Clara dan ceraikan aku mas" ujar Alea lirih menatap manik mata Alviro
terimakasih sudah membaca sampai sejauh ini, ikuti terus yah kisah selanjutnya di episode yang akan datang😉.
dan jangan lupa like dan spam komennya😅😆
salam manis RPS😊
__ADS_1