Jangan Pergi

Jangan Pergi
SH Chapter 25


__ADS_3

Aurel sedikit tergesa melangkahkan kakinya dari parkiran menuju pusat perbelanjaan yang dikelolanya. Bahkan pagi ini, sapaan satpam didepan pun tak ia gubris.


Dilihatnya tempat yang menjadi area kerja Reyhan. Bahkan ia lupa jika pria itu akan datang kembali sore nanti. Beribu pertanyaan yang ingin ditanyakan pada pria tersebut.


Ia kemudian mengambil ponselnya dan mencoba untuk menanyai Reyhan, namun saat ia menemukan kontak pria tersebut, ia mengurungkan niatnya dan langsung menuju ke lantai atas. Tempat ruangan kerjanya.


.


.


.


Kinan menuju ke ruangan Aurel untuk menyerahkan beberapa dokumen penting kepada atasannya itu. Setelah mengetuk pintu, ia pun memasuki ruangan tersebut.


"Bu.. Ini dokumen yang ibu minta kemarin" ucap Kinan.


"Letakkan saja disitu" ujar Aurel yang masih terfokus pada layar monitor dihadapannya.


"Kalau begitu saya permisi dulu bu" ujar Kinan yang langsung undur diri.


"Tunggu.."


Kinan pun memberhentikan langkah kakinya dan berbalik pada wanita yang sedang duduk dikursi kebesarannya itu.


"A..ada apa bu?" tanya Kinan yang sedikit tergagap. Ia sedikit takut pada atasannya hari ini. Takut akan kinerjanya dinilai buruk, karena sedari pintu masuk Aurel memasang wajah yang kusut.


"Kamu yang mengusulkan Reyhan untuk bekerja disini, bagaimana kamu bisa mengenal pria itu?" tanya Aurel sedikit menelisik.


"Dia adalah salah satu teman dari adik saya dan salah satu penyewa kontrakan milik ayah saya" terang Kinan.


"Bisakah kamu memberikan alamatnya pada saya?" tanya Aurel lagi.


Kinan pun mengangguk, ia maju beberapa langkah dari meja atasannya dan menuliskan alamat tersebut pada selembar memo. Aurel menatap secarik kertas itu dan langsung mengucapkan terimakasih. Kinan pun pamit dan melanjutkan pekerjaannya.


❤❤❤


Hai nona cantik, dapatkah kamu menemaniku keluar malam ini?


Aurel membaca pesan singkat yang diterimanya, tentu saja pesan tersebut tidak lain dari kekasihnya. Ia pun langsung mengetikan balasan pesan dan langsung menekan send.


.


.


Rasya menunggu kedatangan Aurel di tempat yang telah mereka janjikan sebelumnya. Sebuah taman yang tidak jauh dari aliran sungai. Tempat tersebut tentunya menjadi tempat terfavorit untuk banyak orang.

__ADS_1


Apalagi disaat malam hari, bukan hanya udara segar yang didapat disana, namun mata semua orang akan dimanjakan pada indahnya kelap-kelip lampu yang menyala yang terdapat di setiap pohon yang berjarak sekitar 5 meter dari tepi sungai dan berbaris berjarak 3 meter dari pohon yang lainnya.


Sekian lama menunggu, akhirnya yang ditunggu-tunggu kedatangannya pun mulai menampakkan dirinya. Dengan sedikit berlari kecil, Aurel menghampiri Rasya.


"Maaf, telah membuatmu menunggu lama" ujar Aurel sedikit terengah.


"Hmmm.. tidak, aku baru saja tiba disini" ucap Rasya.


"Benarkah? Aku kira kamu sudah menungguku sedari tadi" ujar Aurel.


Rasya menggelengkan kepalanya, dan kemudian membuka kaleng minuman yang ia beli diperjalanan tadi dan menyodorkannya pada gadis yang ada dihadapannya. Rasya berbohong pada Aurel, kenyataannya bahwa ia telah menunggu lebih dari satu jam di tempat tersebut. Namun Rasya tidak ingin membuat Aurel merasa tidak enak.


Ia ingin wanita itu nyaman bersamanya, tanpa ada rasa bersalah. Bahkan ia rela disalahkan jika memang hal tersebut murni kesalahan dari Aurel.


"Bagaimana dengan pekerjaanmu, sayang? apakah semuanya berjalan dengan lancar?" tanya Rasya.


"Iya, semua berjalan dengan lancar" ujar Aurel.



"Kamu sendiri, bagaimana di klinik?" tanya Aurel balik.



"Seperti biasa, dan terkadang papa sering membantuku saat mengatasi masalah yang berhubungan dengan pasien" ucap Rasya seraya tersenyum memandang ke arah Aurel.


Pembicaraan keduanya pun berlanjut masalah aktifitas sehari-hari, Namun untuk masalah Reyhan yang bekerja ditempatnya masih dirahasiakan oleh Aurel.


❤❤❤


Pagi ini Reyhan sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kampusnya. Saat ia membuka pintu, ia terkejut saat menemukan kotak makan yang ada didepan pintunya.



Dibukanya kotak makan tersebut yang berisi sandwich roll cucumber. Reyhan pun sesekali mengarahkan pandangannya kesana dan kemari mencari tahu siapa yang telah memberinya kotak makan ini. Namun tak ada satu pun orang yang berada disana.


Ia pun mengambil satu sandwich tersebut dan melahapnya. Dan kemudian mengambil satu lagi hingga tanpa sadar makanan tersebut habis disantapnya.


"Enak, kebetulan aku belum sarapan" ujarnya dalam hati seraya tersenyum.


.


.


.

__ADS_1


Sore ini, Reyhan langsung pergi ke tempat kerjanya. Ia pun memarkirkan motornya diparkiran dan langsung melenggang masuk.


Seperti biasa, sapaan dari pegawai wanita disana selalu menyambutnya saat ia datang kesana. Reyhan pun membalas sapaan mereka dengan tersenyum. Ia kemudian bersiap untuk melanjutkan pekerjaannya. Sesekali ia memandang ke arah lift yang sering digunakan oleh Aurel untuk akses menuju ruangannya.


Ia merindukan gadis itu, beberapa hari terakhir ia jarang melihat Aurel. Biasanya gadis itu mengawasi kerjanya, namun kali ini tampaknya ia lebih sibuk dari hari biasanya.


❤❤❤


Pagi ini, Aurel menemukan Reyhan yang tidur nyaman disebuah bangku panjang yang sering digunakannya saat ia sedang bekerja. Beberapa pegawai memperhatikan tidurnya yang pulas, bahkan ada yang diam-diam memotretnya.


Mereka pun terkejut saat tahu bahwa atasannya itu sedang memperhatikan mereka. Aurel pun menggerakkan tangannya mengisyaratkan untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


Aurel menghampiri Reyhan yang tertidur nyenyak.Ia tersenyum memandang wajah Reyhan polos tanpa raut sinis yang diperlihatkannya. Aurel membuka tas Reyhan dan membaca jurnal yang ada disana. Dengan cepat ia pun menutup buku tersebut dan meletakkan kembali tas Reyhan dalam keadaan semula.



Reyhan terbangun dari tidurnya dan terkejut mendapati dirinya tertidur disana. Ia melihat Aurel menatap tajam ke arahnya. Ia kemudian mengambil beberapa setelan pria.


"Ayo ikut aku" ucap Aurel yang menyeret Reyhan membawa pria itu ke ruangannya.


Reyhan dengan pasrah mengikuti Aurel, ia sesekali mengucek matanya.


Sesampainya di ruangan tersebut, Aurel melepaskan genggaman tangannya. Ia memberikan setelan yang diambilnya tadi.


"Pakai itu dan pergilah ke kampus" ujar Aurel.


Reyhan pun meletakkan kembali pakaian tersebut di atas meja Aurel.


"Tidak perlu, aku bisa berganti dirumah" timpal Reyhan dan kemudian melangkah ke arah pintu keluar.


"Kenapa kau tidak pernah menerima pemberianku" seru Aurel seraya melemparkan pakaian tadi ke arah Reyhan.


"Setidaknya kau menerimanya itu lebih cukup dariku sebagai temanmu, dan mengapa kau tidak muncul saat aku menunggumu!" lanjut Aurel.


"Mengapa.. mengapa kau mengirimkan mawar dan kata-kata indah setiap harinya jika kau memang membenciku" ujar Aurel seraya tersedu.


Reyhan membelalakkan matanya tak percaya, ia menghentikan langkahnya dan menatap ke arah gadis yang menangis seraya menutup dahinya.


Bersambung..


Hai.. hai.. maacih ya yang udah setia ngikutin ceritanya sampai kesini. Sini kiss dari jauh dulu untuk kalian😘.


Disini banyak yang milih teamnya Rasya ya ketimbang Reyhan😁 Yo wis aku aminin dulu, tapi belum bisa kujawab ya Aurel nantinya bakalan sama siapa🙈


So.. ikutin terus ya ceritanya, dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya berupa komen,vote, dan likenya biar aku makin semangat dan tambah cinta❤.

__ADS_1


Salam manis Ryn ❤


__ADS_2