
Drrrtttt...
Ponsel Reyhan bergetar, pria itu pun meraih ponselnya. Ia mengerutkan keningnya saat melihat layar ponselnya tertera nama gadis gincu disana.
"Ada apa dia meneleponku?" gumam Reyhan.
Pria itu pun langsung mengusap layar ponselnya.
"Ada apa kau meneleponku tepat di jam kerja seperti ini?" tanya Reyhan.
"Ibumu ada disini"
"Apa maksudmu?" Reyhan semakin bingung dengan ucapan Irene.
"Ibumu ada di tempat kerjaku dan dia mengenalkanku pada teman-temannya sebagai calon menantu"
"Apa?!" Reyhan yang terkejut sontak bangkit dari kursi kebesarannya.
"Ya sudah, untuk sementara ini berpura-pura lah" sambung Reyhan dengan pasrah.
"Hmmm... jika kemarin berpura-pura untuk membayar hutang sekarang aku sepertinya tidak harus berpura-pura lagi" ucap Irene yang tampak sedikit acuh.
Seketika Reyhan pun memegang keningnya saat wanita gincu itu mulai bertingkah.
"Baiklah, nanti aku akan membayarmu dan laksanakan apa yang aku katakan tadi" ujar Reyhan.
Tuuttt..tutttt..
Irene mematikan sambungan teleponnya secara tiba-tiba, membuat Reyhan tampak semakin murka.
"Dasar wanita bodoh! lancang sekali ia menutup telepon dariku" umpat Reyhan kesal.
...
Di lain tempat. Irene pun berjingkrak senang saat keluar dari toilet. Sedari tadi wanita itu menelepon Reyhan saat dirinya berada didalam sana. Raut wajahnya pun tampak kegirangan.
Bukan karena bayaran yang di tawarkan oleh Reyhan, melainkan salah satu postingan yang diunggah sang mantan di sosial media.
Mengetahui kabar sang mantan yang diunggah oleh pasangan barunya bahwa Arya tengah dirawat, membuat wanita itu bak memenangkan sebuah lotre.
"Akhirnya sumpah serapah seorang wanita yang tersakiti terkabul juga" ucap Irene sembari mengembangkan senyumnya.
"Ini akibat dari ucapanmu sendiri yang terlalu sering berkata bahwa kamu tidak bisa bernapas tanpaku. Dan sekarang kamu hampir tidak bisa bernapas, Arya" setelah berkata seperti itu tawa Irene pun menggelegar, setelah sadar beberapa pasang mata memandang ke arahnya ia pun langsung keluar dari tempat tersebut dan melanjutkan pekerjaannya.
...****************...
Reyhan baru saja pulang bekerja. Ia sedikit terkejut mendapati kedua orang tuanya tampak sangat rapi.
__ADS_1
"Mama sama papa mau kencan?" pertanyaan yang lolos begitu saja dari mulut pria tampan itu.
"Kamu buruan siap-siap, mama sama papa tunggu kamu" ucap Irsya.
"Ada apa ma?" tanya Reyhan bingung.
"Sudah, pokoknya kamu siap-siap sekarang jangan lama-lama" ujar Irsya sedikit mendorong tubuh Reyhan, mau tak mau pria itu pun menuruti perintah ibunya itu.
.
.
.
Setelah selang beberapa lama, Reyhan sudah siap dengan mengenakan kemeja berwarna navy. Entah apa yang direncanakan oleh kedua orang tuanya itu.
Reyhan menuruni anak tangga menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menunggu cukup lama di ruang tamu.
"Ayo sekarang kita berangkat" ujar Abizar yang bangkit dari duduknya, begitu juga dengan Irsya.
"Tapi kita mau kemana pa, ma?"
"Sudah, kamu tidak usah banyak pertanyaan. Ayo kita berangkat" tukas Irsya yang menarik anak bungsunya itu untuk mengikuti langkahnya.
...
Namun saat Reyhan tersadar akan arah yang dimaksud oleh kedua orang tuanya itu, pria itu merasa tidak asing lagi dengan tujuan kedua orang tuanya itu.
Dan pada akhirnya, saat ia menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah kost-kostan yang dikenalnya, seketika Reyhan tertegun. Entah dari mana orang tuanya itu mengetahui alamat si gadis gincu ini.
"Ma.. ini kan.."
"Iya, tadi sore mama sempat mengekor dia saat pulang kerja" ujar Irsya memotong ucapan anaknya itu.
Kedua orang tuanya pun turun dari mobil terlebih dahulu. Sementara Reyhan mengacak rambutnya dengan frustasi. Kini tampaknya keadaan telah berubah, dan badai besar tampaknya tengah menunggunya.
...
Di lain tempat, Irene tampak terburu-buru berlari menuju ke rumahnya saat mendapat pesan singkat dari Reyhan. Kini persetan dengan bosnya yang akan memarahinya kelak, karena ini adalah urusan masa depannya ya g sedang di ujung tanduk.
Irene berlari sekencang mungkin berharap cepat tiba dirumahnya. Rasa lelah yang tadinya ia rasakan kini tampaknya menghilang begitu saja.
"Apa yang kau rencanakan, bukankah tadi kau hanya bilang berpura-pura beberapa saat. Kenapa kau membawa kedua orang tuamu ke rumahku" gerutu gadis itu sembari berlarian.
Tak lama kemudian, Irene pun sampai didepan gang menuju kostannya. Irene pun memberhentikan langkahnya sejenak, menarik napas sedalam-dalamnya lalu ia keluarkan. Peluh yang mengucur kemana-mana ia seka dengan sapu tangan yang ada didalam sakunya.
Sapu tangan milik pria yang hampir setiap saat diumpatnya itu. Jika ia mengira pertemuannya kemarin dengan pria itu adalah berkah, Irene salah besar. Pertemuan dengan lelaki menyebalkan dan membuatnya kesulitan itu merupakan musibah baginya.
__ADS_1
Irene menenangkan dirinya, ia pun melangkahkan kakinya menuju rumahnya. Dilihatnya Reyhan dan kedua orang tuanya tengah menunggu didepan rumahnya.
Seketika Irene membulatkan matanya saat melihat ibu kost yang tampak berbincang dengan Irsya.
"Apakah ini yang dinamakan triple sial? kenapa ibu kost juga harus ada disana" gumam Irene cemas.
Ia pun memasang wajah bak tidak berdosa saat yang lain melihat dirinya. Irene menyunggingkan senyumnya saat melihat orang tua Reyhan berada disana.
"Pintar sekali kau menyunggingkan senyum palsumu itu Irene" batinnya yang mengatai dirinya sendiri.
Dan sesaat kemudian, Reyhan pun mendekati Irene sembari merangkul pundak gadis tersebut.
"Mengapa kau tidak meneleponku sayang, aku bisa saja menjemputmu" ucap Reyhan seraya tersenyum.
"Bukankah kau yang menyuruhku untuk segera kesini, bukannya menjemputku. Dan apa itu tadi, sayang? Oh Tuhan tingkahmu membuat aku mual saja" gerutu Irene didalam hati.
"Hehe.. aku tidak ingin merepotkan kamu" ujar Irene yang sedikit menekankan kalimatnya.
Mereka pun tersenyum dan kembali mengarahkan pandangannya pada kedua orang tua Reyhan.
"Irene sudah lama tinggal di rumah ini, ia selalu membahas tentang kekasihnya jika aku menagih sewa" ujar ibu kost yang ikut menimbrung pembicaraan mereka.
"Astaga mau ditaruh dimana wajahku, tolong jangan dilanjutkan lagi" gumam Irene dalam hati.
"Dan terakhir kali dia berkata bahwa ia akan dinikahi oleh kekasihnya, dan setelah saya tahu ternyata nak Reyhan lah orangnya. Ia membayar sewa kekasihnya, dan kapan rencananya untuk menikah?" sambung ibu kost itu.
"Aku ingin tenggelam saat ini juga Tuhan, sungguh wanita berbobot badan besar ini sangat mempermalukan diriku" ujar Irene dalam hati, wajahnya membingkai senyum namun ia mengepal tangannya dengan erat.
"Untuk pernikahan mereka.." gumam Irsya tampak berpikir dan kembali melihat ke arah Irene dan Reyhan.
"Secepatnya.." sambungnya lagi yang mampu membuat pasangan palsu itu terlonjak kaget.
.
.
.
Bersambung..
bonus pict pasangan tergesrek
Maaf ya gengs akhir-akhir ini aku masih sibuk kerja dan pulangnya larut malam jadi cuma bisa nyicil naskah buat di up. Jangan lupa dukungan kalian lewat like, komen, dan vote seikhlasnya 🤗
salam manis Ryn ❤
__ADS_1