
maafkan typo yang bertebaran🙏🙏🙏
happy reading😉
.
.
.
Setelah mengucapkan terimakasih pada Abizar, Alea pun langsung masuk ke rumah. Dilihatnya Alviro diruang tengah yang menatapnya secara intens.
"dari mana saja kamu ?" tanya Alviro dengan nada tinggi.
Alea menulikan telinganya seakan tidak mendengar apa yang dilontarkan oleh suaminya itu. Alea hendak menuju ke kamarnya, tiba-tiba Alviro menarik tangan Alea dengan sangat kuat.
"kalau aku tanya kamu harus jawab ! apa kamu tidak punya kuping hahh !!" bentak Alviro.
"sakit mas lepaskan" ujar Alea yang meringis kesakitan karena suaminya itu mencengkram tangannya dengan sangat kuat.
"jawab pertanyaanku. darimana saja kamu baru pulang jam segini ?!" tanyanya lagi
"aku ada urusan" jawab Alea
"urusan apa" tanya Alviro lagi
"urusanku tidak menjadi urusanmu mas. aku tidak pernah usil jika kamu pergi dengan wanita lain" ujar Alea yang tak mau kalah.
"tutup mulutmu. aku punya kepentingan untuk hal itu!"
"iya mas. kepentingan untuk bersama wanita ular itu!" ucap Alea.
Alviro yang mendengar perjataan Alea pun tersulut emosi. Ia hendak menampar istrinya namun tangannya hanya mengudara.
__ADS_1
"tampar aku mas. . tampar jika kamu merasa puas. Tadi kamu bilang bahwa aku tidak mempunyai telinga tapi kamu tidak menyadari dirimu mas. Dirimu juga tidak mempunyai hati" ujar Alea dengan tatapan nanar. Alea pun berlalu dari hadapan suaminya. Entah kerasukan setan apa yang membuatnya seperti itu. Selama ini Alea hanya pasrah atas apa yang dilakukan oleh Alviro terhadap dirinya.
"sialan !!" ujar Alviro mengumpat kesal.
Alviro kali ini merasa takut ketika melihat Alea bersama lelaki lain. Meskipun begitu Alviro juga tau jika selama ini ia terlalu kejam pada istrinya itu.
Entah kenapa untuk kali ini ia merasa dilema.
* * *
Alea merapikan bajunya sambil bercermin. Ia sudah siap untuk berangkat bekerja. Pertengkaran dengan suaminya semalam membuatnya merasa canggung untuk bertemu dengannya. Akan tetapi ia tidak pernah membiarkan suaminya itu kelaparan. biasanya jika Alea sedang tidak menyediakan sarapan bik Ijah lah yang menyiapkan sarapan, namun hari ini bik Ijah meminta cuti selama satu minggu dikarenakan cucunya sakit di kampung.
Setelah menyiapkan sarapan diatas meja, Alea pun langsung berangkat kerja.
.
.
Alviro baru saja menuruni anak tangga. Ia mengendarkan pandangannya di dapur, namun ia tidak menemukan istrinya.
Alviro melihat sarapan telah tersaji diatas meja, ada sebuah memo yang tidak jauh dari piring sarapannya.
Alviro pun mengambil memo tersebut.
'Ini sarapannya mas. Aku akan berangkat bekerja. Maafkan aku atas kejadian semalam'
Alviro menyunggingkan senyumnya, ia tau jika istrinya mungkin malu bertemu dengannya karena pertengkaran semalam dan Alviro pun merasa dirinya juga bersalah atas kejadian semalam.
Alviro langsung melahap makanannya sebelum ia berangkat bekerja
.
.
__ADS_1
.
.
Drrtttt. . Drrrtttt. .
Ponsel Alea bergetar, dilihatnya ada sat pesan baru dari suaminya.
From : Husband
Terimakasih. Aku sangat menikmatinya. Maafkan aku juga atas kejadian semalam.
Alea pun tersenyum setelah membaca pesan singkat dari suaminya itu. perasaan bahagia yang amat membuncah kini dirasakannya seakan-akan ribuan kupu-kupu berterbangan didalam perutnya.
Pasalnya baru kali ini suaminya itu berterimakasih atas apa yang telah dilakukan Alea dan meminta maaf karena kesalahan yang di perbuatnya.
"kemarin sibuk ngelamun terus, nah sekarang mesam-mesem gitu. kamu gak apa-apa kan Leah? gak ketelen biji salak? " ujar Tiara sambil menunjuk salak yang ada ditangan Alea.
"gak lah Tia. kamu ini ada-ada aja" tukas Alea sambil mencubit pipi chuby Tiara
"aww. . sakit Leah. Lagian kemarin muka kamu horor banget jadi ngeri liatnya. Nah terus sekarang nyengir-nyengir gak jelas" tukas Tiara sambil mengelus pipinya.
"itu kan kemarin, sekarang beda. inget!! ada akan pelangi setelah hujan, jadi berbahagialah!!" ujar Alea mengeluarkan quotes andalannya sambil menepuk pundak Tiara dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Tiara menggelengkan kepalanya melihat sikap temannya itu. Namun jauh dari dalam lubuk hatinya Tiara sangat bersyukur karena temannya itu dapat tersenyum kembali
.
.
.
Terimakasih para readers yang setia membaca novel ini, jangan bosen yah untuk like dan komennya😁.
__ADS_1
oke lanjut episode berikutnya
salam manis RPS😊