Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 64


__ADS_3

"apakah kau terpukau melihat ketampananku nona Cassandra?" ujar Alviro seraya mengembangkan senyum devilnya.


Alea langsung menormalkan kembali wajahnya. Ia pun melangkahkan kakinya dan membuka pintunya tanpa menghiraukan keberadaan Alviro disana.


Alea hendak menutup pintunya namun Alviro langsung menahannya.


"apakah kau tidak mempersilahkanku masuk?" ujar Alviro menaik turunkan alisnya.


Namun tatapan Alea tertuju pada sebuah cincin pernikahannya dulu yang masih melingkar di jari manis pria yang bukan lagi suaminya itu.


"mungkin saja dia memakainya karena ia telah menikah dengan Clara" batin Alea.


"hello Leah. . kenapa kamu diam saja? apa yang sedang kamu fikirkan?" ujar Alviro seraya mengibaskan tangannya didepan Alea.


Alea pun langsung tersadar dari lamunannya.


"kenapa kamu bisa ada disini? apakah kamu sudah beralih profesi menjadi seorang penguntit?" tukas Alea.


Alviro pun langsung tertawa mendengar ucapan Alea.


"ternyata kamu lebih cerewet dari sebelumnya Leah" ucap Alviro.


"oh ya, aku juga lupa memperkenalkan diriku. Aku Alviro tetangga barumu" lanjut Alviro seraya mengulurkan tangannya.


Alea terkejut mendengar penuturan Alviro tadi.


"APA!? mas Al juga tinggal disini?" batin Alea.


Dengan gerakan cepat Alea pun langsung menutup pintunya.


Alviro yang sedari tadi perhatiannya teralihkan langsung reflek menahan pintu tersebut, namun gerakannya kalah cepat dari Alea alhasil pintu tersebut berhasil ditutup.


"Leah. . buka Leah. . apakah seperti ini caramu menerima tamu" teriak Alviro namun tidak ada sahutan dari Alea.


Alviro pun menghentikan teriakannya kemudian tersenyum.


"apa yang sedang kamu lakukan Alviro" gumam Alviro. Ia pun langsung melangkahkan kakinya pergi.


Sedangkan Alea yang sedari tadi tampak bingung, entah bagaimana bisa ia bertetangga dengan mantan suaminya itu, lelaki yang paling ia hindari namun juga amat dirindukannya itu.

__ADS_1


.


.


.


Alea yang sudah rapi dengan setelan casualnya, meskipun ini hari liburnya ia tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermalas-malasan dirumah. Setidaknya ia pergi keluar mengisi waktunya dengan bepergian ke suatu tempat.


Alea membuka pintunya dan mencoba mengintip takutnya Alviro akan mengganggunya lagi.


Alea pun merasa lega karena tidak menemukan Alviro disana.


Alea menuju parkiran dan langsung memasuki mobilnya. Jika tadi ia terbebas dari Alviro didepan pintu namun tidak di tempat parkiran.


Alviro mengetuk kaca mobil Alea, dengan terpaksa Alea pun menurunkan kaca mobilnya.


"ada apa lagi?" tanya Alea yang tampak malas meladeni Alviro.


"apakah kamu bisa mengajakku berkeliling, anggap saja kamu adalah pemanduku Leah" ucap Alviro.


"berapa banyak kamu akan membayarku?" ujar Alea yang menantang Alviro.


"aku hendak pergi keluar bersama tunanganku, apakah kamu tetap ingin ikut?" ucap Alea berbohong.


"apakah tunangan yang kamu maksud itu adalah Steve?"


Alea pun menganggukan kepalanya.


"sadarlah Leah, Steve itu adalah sepupumu" ujar Alviro tersenyum miring.


JEDDDERRRR. .!!


Alea pun terkejut bagaimana bisa Alviro mengetahui semuanya, Sungguh Alea benar-benar malu kali ini.


Bagaimana bisa lelaki yang telah menjadi mantan suaminya itu mengetahui semuanya secepat itu. kali ini Alea benar-benar kesal berurusan dengan lelaki yang ada dihadapannya ini.


Sesaat kemudian kepala Alviro masuk melalui jendela mobil dan mendekatkan wajahnya pada Alea.


Alea pun langsung terkejut mendapati wajah Alviro hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.

__ADS_1


"aku sangat merindukanmu Leah, apakah kamu tidak merindukanku?" ucap Alviro tulus.


Alea tidak menjawab pertanyaan Alviro. Ia mencoba menatap manik mata pria yang ada dihadapannya ini mencari kebohongan disana namun Alea tak menemukannya.


Deggg. .deggg. .


Tiba-tiba saja jantung Alea berpacu dengan sangat cepat mendapati jarak yang sedekat ini dengan Alviro. Entah mengapa ia benar-benar gugup dengan situasi yang seperti ini.


Alviro pun semakin lama semakin mendekatkan wajahnya. Ia menatap lekat wajah wanita yang pernah menjadi istrinya ini. Entah mengapa wanita ini semakin cantik dimatanya.


Alviro kembali mendekatkan wajahnya, dan kemudian. .


"aduh aduh Leah. . kepalaku terjepit" teriak Alviro.


"Leah tolong turunkan kacanya" pinta Alviro dengan kepala yang tersangkut dijendela mobil.


Alviro yang sedari tadi mendekatkan wajahnya pada Alea, membuat Alea gugup. Alea pun langsung menaikkan kaca mobilnya dan sukses membuat kepala Alviro tersangkut dan kaca mobil tersebut hampir mencekik lehernya.


"ini sedikit pelajaran bagimu, maka dari itu jangan macam-macam denganku" ujar Alea menurunkan kaca mobilnya.


Alviro pun langsung menarik kepalanya untuk keluar dari sana.


Setelah Alviro berhasil keluar, Alea langsung melajukan mobilnya dan meninggalkan Alviro yang masih berdiri disana.


Huffftt. .


Alea menghembuskan nafasnya lega.


"untung saja aku tidak tergoda" gumam Alea.




Terimakasih sudah membaca sejauh ini😊


Jangan lupa like dan komennya.


Votenya jangan lupa yah supaya author lebih semangat nulisnya😅

__ADS_1


salam manis rps😊


__ADS_2