Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 68


__ADS_3

Alviro memberhentikan mobilnya di parkiran. Alviro dan Alea langsung memasuki supermarket tersebut.


Alviro mengambil sembarang bahan-bahan dan memasukkannya ke keranjang.


"kamu emang mau dimasakin apa ngambil barang segini banyaknya?" tanya Alea yang mulai lelah mengikuti Alviro yang berkeliling sedari tadi.


Alviro tak memperdulikan Alea, ia pun melangkahkan kakinya berpindah tempat.


Alea mendengus kesal dengan sikap lelaki yang super menyebalkan itu, Alea pun menyusul Alviro yang sudah jauh dari pandangannya.


"telur udah, ayam udah, sosis, kentang, terus apa lagi ya?" tanya Alviro yang tampak berfikir sedangkan Alea hanya mengikuti langkah Alviro tampak malas.


"Cassandra. ." panggil wanita bule yang juga berada disana


"Allice. ." ujar Alea kepada teman seprofesinya itu.


"siapa dia?" ujar Allice yang menunjuk pada Alviro.


"dia Alviro, te. ."


"aku pacarnya" ujar Alviro yang langsung menyela perkataan Alea.


Alviro pun langsung meletakkan tangannya ke pundak Alea seolah merangkulnya.


Tentu saja hal tersebut mendapatkan tatapan mematikan dari Alea.


"kalian terlihat cocok, kamu cantik dan pacarmu juga tampan" ujar Allice.


"oh. . bukan Allice kau salah paham, dia hanya. ."


"ya kami berdua memang cocok, doakan kami agar secepatnya menikah" ucap Alviro menyela perkataan Alea lagi.


"tentu saja" timpal Allice


Alea pun langsung menginjak kaki Alviro, Alviro langsung mengaduh kesakitan sambil memegangi kakinya.


"tidak Allice, dia hanyalah tetanggaku" ujar Alea meyakinkan temannya itu.


"akui saja Cassandra tidak usah malu" ujar Allice seraya tersenyum lalu meninggalkan keduanya.


Alea yang sudah mengeluarkan tanduknya pun langsung menatap tajam Alviro yang masih setia memegangi kakinya.


Seolah alarm tanda bahaya berbunyi saat Alviro melihat tatapan yang dilemparkan Alea kepadanya.


Alea pun langsung memukuli dan Alviro bertubi-tubi melampiaskan kekesalannya yang sudah di level tertinggi.

__ADS_1


"kamu ya ngeselin dari tadi aku udah sabar banget ngadepin kamu" ujar Alea sembari memukuli Alviro.


"aw. . sakit Leah" ujar Alviro yang mencoba mengelak.


"hey nona! jangan memukuli suamimu seperti itu!" ujar wanita paruh baya yang melihat keduanya.


Suami??


Baiklah Alea kalah, kali ini bukan hanya Allice yang menganggap mereka sepasang kekasih, bahkan kini orang lain pun menganggap mereka adalah sepasang suami istri.


Alea pun berhenti memukuli Alviro, ia pun melihat sekeliling dan tersadar bahwa beberapa pasang mata memperhatikan kelakuannya.


Alea meminta maaf dan langsung mengambil keranjang yang ada di depan Alviro dan melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu diikuti dengan Alviro yang berjalan sedikit pincang.


Alviro usai membayar semua yang ia beli, kemudian Alviro dan Alea pun membawa semua belanjaannya ke mobil.


Alea melihat Alviro yang berjalan sedikit pincang. Ia pun merasa sedikit menyesal.


"apa aku menginjaknya terlalu kuat?" batin Alea.


"sini aku aja yang nyetir" ujar Alea.


Alviro pun langsung berpindah tempat.


"kamu itu badan kecil tenaga kuat, sakit banget kaki aku kamu injak" celoteh Alviro.


"masih untung aku gak pakai heels" ujar Alea dengan tetap fokus ke depan.


"bisa patah tulang jari kaki aku" ucap Alviro.


Alea tidak membalas ucapan Alviro, ia pun memfokuskan dirinya menyetir.


Sesampainya disana, Alea menuju apartemennya diikuti dengan Alviro.


Mereka pun menaruh semua belanjaannya di meja dapur


"kamu mau minta dimasakin apa belanjaan sebanyak ini?" tanya Alea.


"nasi goreng" ucap Alviro.


"nasi goreng? jadi dari tadi kita muter-muter sampai kaki pegal-pegal cari bahan dan belanja seabrek gini cuma untuk masak nasi goreng?" tanya Alea yang tampak tak percaya.


"hmmmm" sahut Alviro seraya menganggukan kepalanya.


"tuan Alviro, jika hanya minta dimasakin nasi goreng aja kita gak usah beli bahan seabrek gini. nasi goreng itu masaknya paling simpel, sampai donat berubah bentuk menjadi trapesium pun bahan nasi goreng itu gak sebanyak ini" ujar Alea yang kesal.

__ADS_1


"iya aku tau kok" ucap Alviro dengan wajah tanpa dosa.


Golok. . mana golok!!


Alea ingin sekali memenggal kepala pria yang ada dihadapannya ini dan memotongnya hingga menjadi beberapa bagian.


Alea yang sudah selesai memasak nasi goreng tersebut langsung meletakkannya diatas piring.


"nih. ." ujar Alea membawa sepiring nasi goreng dan diletakkan didepan Alviro.


"punya kamu mana?" tanya Alviro.


"aku gak nafsu" timpal Alea.


"gak boleh gitu Leah, kamu juga harus makan" ujar Alviro.


Alviro pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengambil piring satu lagi kemudian membagi nasi goreng yang ada dipiringnya tersebut menjadi dua bagian.


"ini kamu juga harus makan" ujar Alviro seraya meletakkan piring tersebut didepan Alea.


Alea pun langsung menyendokkan nasinya ke mulutnya, begitu juga dengan Alviro.


Sesekali Alviro melirik Alea yang menyuapkan nasi goreng tersebut kedalam mulutnya. Alviro pun tersenyum tanpa sadar ia menitikkan air matanya mengingat biasanya ia menikmati nasi goreng hanya dengan bayang-bayang Alea, kali ini ia benar-benar ditemani oleh Alea.


"ada apa? apakah nasi gorengnya terlalu pedas?" tanya Alea mendapati Alviro memakan nasi tersebut sampai mengeluarkan air mata.


"nasi gorengnya hangat, sangat hangat" timpal Alviro seraya mengusap air matanya.


"hangat? maksudmu panas? tiup dulu kalau masih panas nanti lidahmu terbakar" ujar Alea yang tak mengerti maksud dari perkataan Alviro.


Alea kemudian menyodorkan tissue pada Alviro.


Alviro pun mengambilnya dan mengelap sisa-sia air matanya dan kemudian keduanya pun makan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.




(ini nih pas mereka minjem topi author tapi kagak dibalikin😂😂)


terimakasih sudah membaca😊


mana nih like, komen sama votenya biar authornya lebih semangat nulisnya😅


salam manis RPS😊

__ADS_1


__ADS_2