Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 6. Bodoh Karena Cinta


__ADS_3

Reyhan tengah duduk di ruang rapat. Hari ini merupakan perekrutan direktur rumah sakit yang baru. Beberapa orang pemegang saham disana kurang setuju Reyhan yang mengambil alih posisi tersebut.


Pasalnya pria itu masih terbilang muda dan tidak memiliki pengalaman yang cukup luas, namun Reyhan terus meyakinkan orang-orang yang ada disana dan juga saham milik ibunya lah yang paling besar, dan pada akhirnya suara terbanyak tanda setuju pun lebih besar dibandingkan mereka yang tidak setuju.


...


Akhir-akhir ini pria itu tidak seperti biasanya, menghabiskan waktu santai kesana kemari terkadang ia mengisi waktu luangnya dengan mengasuh dua keponakan kembarnya.


Kali ini ia disibukkan dengan tugasnya. Belajar sembari bekerja cukup menyita waktunya, namun karena Reyhan adalah pria yang terbilang cerdas, ia mampu dengan mudah mempelajari semuanya dengan cepat.


Hanya saja satu hal yang membuat pria itu begitu bodoh kala itu. yaitu cinta. Dan kini Reyhan enggan yang namanya mengenal cinta lagi. Karena baginya itu adalah racun dalam hidupnya. Cukup sekali hal yang membuatnya terpuruk dan itu tidak akan terjadi lagi.


...****************...


Di lain tempat, seorang wanita tengah mengusap peluh di kening dan dagunya. Wanita tersebut juga salah satu korban dari kebodohannya dalam mengenal cinta. Mempercayai seseorang yang tak seharusnya ia percayai.


Ia berjalan kesana dan kemari mengelap meja setelah pelanggan meninggalkan tempatnya. Ia juga mencatat dan mengantar hidangan yang menjadi pesanan pelanggan tersebut. Ya, kini Irene tengah berjalan sembari membawa nampan yang berisikan makanan.


Ia meletakkan makanan tersebut sembari tersenyum ramah.


"Selamat menikmati" ucapnya yang kemudian kembali ke dapur dan mengambil pesanan lainnya.


Hari ke hari Irene disibukkan dengan bekerja. Jika di siang hari ia bekerja disebuah restoran, dan di malam hari wanita itu bekerja paruh waktu disebuah toserba. Mengingat hutang yang ia miliki tidak sedikit ditambah lagi dengan cara ini wanita itu dapat melupakan rasa sakit yang ditinggalkan oleh Arya.


Irene meninggalkan restoran saat sore. Dan masih tersisa satu jam lagi sebelum wanita itu bekerja di toserba.


Irene baru saja tiba di kontrakannya tersebut. Wanita itu merebahkan dirinya sejenak melepas lelah yang hampir saja meremukkan tubuhnya.


Krukkkk...


Suara cacing diperut wanita itu pun mulai berdemo. Dengan malas Irene bangkit dari kasurnya dan langsung menghidupkan kompor untuk memasak mie instan. Makanan ini lah yang mengisi perutnya selama beberapa hari ini mengingat uang yang ia miliki kini tinggal sedikit ditambah lagi ia harus melunasi semua hutangnya pada pria yang dinamai nya Hero itu.

__ADS_1


Melihat kondisi yang saat ini membuat Irene menitikkan air matanya. Jika saja saat itu ia tidak bodoh menghabiskan uang dalam jangka waktu satu hari hanya karena menerima pesan bergambar yang ternyata salah kirim tersebut.


"Dasar pria jahat, pria yang brengs*ek! hidupku menderita seperti ini karena ulahmu" oceh Irene sembari mengunyah mie nya. Anggap saja makanan yang ia kunyah saat ini adalah lelaki yang pernah mengkhianatinya.


Andai saja saat itu ia tidak dibodohi oleh rasa cinta, mungkin saat ini Irene tidak akan menjadi sengsara seperti ini.


...****************...


Reyhan memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Dilihatnya mama dan papanya yang duduk di teras dengan ditemani secangkir teh serta camilan.


"Pa.. ma.." gumam Reyhan.


Pria itu pun langsung mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"Bagaimana hari ini, apakah lancar?" tanya Abizar.


"Bisa dibilang seperti itu pa, tapi Reyhan masih dalam tahap belajar" sahut Reyhan sembari mengendikkan bahunya.


Reyhan membalas ucapan papanya itu dengan tersenyum.


"Nak, mama mau bicara serius sama kamu" kini Irsya lah yang membuka suara.


Reyhan pun mengambil posisi duduk di dekat sang mama.


"Mama mau bicara apa?" tanya Reyhan.


"Begini.. waktu itu kamu menghabiskan waktu seharian dengan wanita mana? tadi mama menelepon wanita yang mama jodohkan denganmu dan katanya pertemuan kalian tidak memakan waktu yang lama" ujar Irsya.


Degggg...


Reyhan seketika bungkam, entah apa yang harus dikatakannya pada mamanya itu. Ia bertemu dengan gadis itu tanpa sengaja dan bahkan pertemuannya bukanlah dibilang baik-baik saja. Jika ia tidak menganggap gadis itu bunuh diri kemarin, pasti ia tidak akan terjebak dengan pertemuan yabg memakan waktu lama serta meminjamkan uang dengan orang yang tak dikenalnya itu.

__ADS_1


"Emmm itu.. kami hanya berteman ma" ujar Reyhan sedikit gagap.


Irsya menyipitkan matanya mendengar penuturan Reyhan.


"Teman yang spesial" celetuk sang papa sembari menyeruput teh nya.


"Bukan pa"


"Betul kata papamu, dia mungkin teman yang istimewa yang bisa menghabiskan waktu panjangmu bersamanya" tambah sang mama.


Reyhan hanya mengusap tengkuknya, entah ia harus berkata apa lagi untuk menjelaskan pada kedua orang tuanya itu.


"Ajak dia kesini, mama ingin mengenalnya lebih jauh" ucap Irsya.


"Apa?!" ujar Reyhan membulatkan matanya terkejut mendengar penuturan mamanya.


"Kenalkan kami pada teman spesialmu " ucap Abizar sembari tersenyum dan Irsya pun mengangguk.


.


.


.


Bersambung...




Jangan lupa dukungannya lewat like, komen, dan vote seikhlasnya 🤗

__ADS_1


Salam manis Ryn❤️


__ADS_2