Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 28


__ADS_3

maafkan typo yang bertebaran🙏🙏🙏


happy reading😉


.


.


.


Abizar duduk diruangannya. ia sedari tadi memikirkan apa yang dikatakan oleh Roland padanya. ia memegang dadanya. entah mengapa kenyataan ini sungguh menyesakkan baginya.


Flashback On :


"dia istri dari atasan gue sekaligus sahabat gue" ujar Roland serius.


Abizar terperanjat kaget. ia tau sahabat yang sering diceritakan Roland karena sahabatnya itu lah selalu membantu Roland disaat Roland dalam kesulitan.


"gue tarik bang omongan gue kemarin nyuruh lo ngejar wanita yang lo cintai, jika wanita ini yang lo maksud lebih baik lo lepasin bang" ujar Roland sambil menunjuk foto yang ada dihadapannya.


Abizar hanya terdiam.


"mereka memang dijodohkan dan pernikahan mereka belum sampai setahun. tapi gue benar-benar minta tolong bang, jangan ganggu rumah tangga mereka. gue tau bang ini sangat berat buat lo, tapi tolong bang Alviro sahabat gue dan gue gak mau nanti lo disangka perebut istri sahabat gue ternyata itu adalah abang gue sendiri" ujar Roland dengan nada putus asa.


Abizar tetap saja terdiam. mengapa ia merasa takdir mempermainkan kehidupannya.


andaikan saja jika Abizar tidak tugas keluar kota, pasti ia yang selalu akan mendampingi Alea. andaikan saja ia mempunyai keberanian untuk menyatakan cintanya, Alea tidak akan dijodohkan dengan Alviro.


entah mengapa kenyataan ini lebih pahit dari pada mendengar kabar terdahulu, bahwa Arfan yang akan menikahi Alea. kenyataan yang sekarang ia dengar dari Roland yang terlebih lagi menyakitkan.


Flashback off


.


.


tok . . tokk. .


"masuk" ujar Alviro dari dalam ruangannya.


Clara pun langsung masuk ke ruangan Alviro.


"ada apa ?" ujar Alviro santai

__ADS_1


"kenapa kamu gak bisa dihubungi semalam" ujar Clara cemberut.


"aku ada urusan " jawab Alviro singkat.


"urusan berduaan dengan perempuan babu itu maksud kamu"


"jaga mulut kamu Ara" Alviro mulai emosi.


"bukannya kamu sendiri yang bilang sama aku kalo dia babu dirumah kamu. apa aku salah?" ujar Clara bersikeras.


Alviro serasa ditampar oleh kata-kata yang baru saja Clara lontarkan. dulu memang benar dia memperkenalkan Alea sebagai asisten rumah tangganya, tapi itu dulu saat Clara mengetahui pernikahan mereka.


"kenapa diem, aku gak salahkan?" ucap Clara lagi.


"cukup Clara" bentak Alviro.


"oh. . sekarang kamu lebih mentingin perempuan itu dibandingkan aku. mana janji kamu dulu Alvi yang bakalan jagain aku terus dan gak akan pernah ninggalin aku. kamu janji didepan makam Alan, apa kamu gak inget!! kamu jahat Vi. kamu tega sama aku" Clara dengan mata yang mulai berkaca-kaca bergegas keluar dari ruangan Alviro.


Alviro mengerang frustasi. ia melemparkan dokumen yang ada dimeja kerjanya. sekarang ia bingung karena dihadapkan dengan dua wanita yang tak mungkin bisa ia sakiti lagi.


Alviro tidak akan lupa kala itu Clara yang terus mengamuk untuk bertemu Alan, ingin mencoba menggali kuburan Alan dan beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri hanya untuk menyusul Alan.


saat itu Alviro yang merasa bersalah atas kematian Alan. ia melihat Clara dengan tatapan kosong disaat meminta untuk pergi ketempat Alan dimakamkan.


.


.


.


Alea yang sedari tadi berkeliling dengan mendorong troli. hari ini merupakan jadwal ia untuk berbelanja bulanan. tanpa sengaja ia melihat Abizar.


"mas Abi. ." ujar Alea yang mencoba mengikuti langkah Abizar.


tiba-tiba seorang pria remaja menabraknya.


"maaf mbak" ujar pria tersebut


"gak papa kok" jawab Alea yang mencoba mengendarkan pandangannya namun ia tidak menemukan Abizar.


"apakah aku salah orang" gumam Alea kemudian berkeliling kembali sambil mendorong belanjaannya.


.

__ADS_1


Abizar yang sedari tadi menyembunyikan dirinya pun bisa bernafas lega sambil mengelus dadanya. ia mencoba untuk menghindari Alea.


"fiuhhh. . hampir saja" ujar Abizar frustasi.


.


.


Alea mendorong belanjaannya ke meja kasir. disaat kasir yang dihadapannya menyebutkan nominal yang harus ia bayar, Alea langsung terkejut mendapati dompetnya sudah tidak ada di dalam tasnya.


Alea panik dan membongkar tasnya, namun hasilnya tetap saja nihil.


Alea ingat ketika ia mengejar Abizar, seorang pria menabraknya. tampak wajah lugu namun ternyata pencuri.


"dasar WATADOS !!!" ujar Alea dalam hati emosi tingkat dewa


"mbak. . saya cancel aja dulu belanjaannya, masalahnya dompet saya hilang" ucap Alea yang tanpak malu.


"gimana ya, ini belanjaan lumayan banyak. kami susun satu-satu saja susah" ujar kasir tersebut tampaknya tidak terima.


"tapi dompet saya benar-benar hilang" ujar Alea meyakinkan


"lain kali kalo gak bawa uang gak usah belanja mbak, ngerwpotin aja" oceh kasir tersebut.


namun tiba-tiba suara pria yang tak asing lagi berada didekat Alea.


"berapa semuanya mbak? biar saya yang bayar" ujar Abizar


"mas Abi. ." ujar Alea terperangah.


\=>WATADOS (Wajah Tanpa Dosa)


.


.


.


Terimakasih telah setia membaca novel saya.


Maaf untuk keterlambatan up ceritanya dikarenakan author sedang sakit.


sekali lagi author minta maaf atas ketidaknyamanan para readers🙏🙏

__ADS_1


salam manis RPS 😊


__ADS_2