
Di bandara
Kedua orang tua Reyhan mengantar kepergian dua pasangan yang kini hendak terbang menuju ke Santorini. Bak enggan melepaskan kepergian om dan tantenya itu, Arden sedari tadi menggenggam erat jemari Reyhan dan enggan melepaskannya.
"Arden, ayo sini" panggil Aretha yang sedari tadi memperhatikan saudaranya itu yang enggan melepaskan Reyhan.
Arden menoleh ke arah Aretha sejenak dan kemudian menggelengkan kepalanya.
Reyhan pun berjongkok dihadapan keponakannya itu. Ia menatap wajah Arden yang tampak sedih.
"Om tidak akan selamanya berada disana, nanti om akan pulang" ucap Reyhan sembari mengusap rambut keponakannya itu.
Tak ada jawaban dari Arden, ia hanya menunduk menatap ke bawah. Hal tersebut tentu saja membuat Reyhan berpikir lebih keras lagi untuk membujuk keponakannya yang satu ini.
"Nanti om bawakan oleh-oleh dari sana" bujuk Reyhan.
"Belikan robot king computron" ucap anak itu setengah berbisik.
"Baiklah, nanti om akan belikan. Begitu pula dengan Aretha" ucap Reyhan.
Kedua keponakannya itu pun bersorak gembira.
"Kalian hati-hati di jalan, jangan lupa sepulang dari berbulan madu membawa kabar baik" ucap Irsya.
"Siap ma" timpal Reyhan dengan tegas, sementara Irene hanya menunduk malu.
...
Didalam pesawat, Reyhan tengah membolak balikkan lembar buku yang ada ditangannya. Dilihatnya Irene tampak duduk manis tak berkutik dengan kening yang berkeringat.
"Ada apa denganmu? mengapa kau tampak sedikit pucat, sayang?" tanya Reyhan.
"Kau tahu, ini pertama kali aku menaiki pesawat. Aku sedikit takut" ucap Irene.
"Jangan memikirkan hal-hal lain, buat dirimu senyaman mungkin. Setelah kita sampai, kau ingin kita kemana saja?" tanya Reyhan yang mengalihkan kekhawatiran istrinya itu.
__ADS_1
"Aku ingin pergi ke tempat yang menyenangkan, dan menikmati kuliner yang ada disana" timpal Irene dengan antusiasnya.
"Sepertinya sepulang dari tempat itu timbanganmu akan naik drastis" gumam Reyhan.
"Itu urusan nanti, aku hanya ingin bersenang-senang dulu" sahut Irene seakan tak memperdulikan lagi masalah berat badannya.
"Lagipula.." Reyhan sedikit mendekatkan wajahnya ke telinga istrinya itu.
"Aku akan membantumu membakar lemak bersamaku di malam hari" bisik pria itu.
Irene pun lengsung menghadiahi sebuah cubitan kecil di lengan suaminya itu.
"Dasar pria mesum" tukas Irene mengucapkan hal itu tanpa suara, hanya dengan gerakan bibir saja.
...****************...
Santorini, Yunani.
Setelah berada di pesawat sekitar 16 jam 40 menit lamanya, kini Reyhan dan Irene pun tiba di bandara. Keduanya langsung menuju ke Etheras Villa yang merupakan salah satu hotel bintang lima yang ada di negara tersebut. Reyhan memesan tempat tersebut beberapa hari sebelum keberangkatan mereka.
Menempuh perjalanan selama 15 menit menggunakan taksi, akhirnya pasutri tersebut tiba di tempat yang diinginkan.
"Apakah kau tidak lelah?" tanya Reyhan yang tengah berbaring di kasur sembari memperhatikan istrinya itu kesana dan kemari.
"Rasa lelahku serasa terbayar sudah saat berada ditempat ini" ujar Irene yang sedari tadi mengembangkan senyumnya.
Reyhan pun bangkit dari posisi tidurnya. Pria itu melangkahkan kakinya mendekati istrinya yang tengah menatap ke arah luar jendela. Reyhan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya itu, sembari meletakkan kepalanya di ceruk leher Irene.
"Aku senang melihatmu sebahagia ini, istriku" ucap Reyhan tulus.
Irene pun membalikkan badannya menghadap Reyhan, gadis itu melingkarkan tangannya tepat di leher suaminya itu.
"Terima kasih, suamiku" ujar Irene.
"Aku rasa aku sedikit tidak bertenaga, aku membutuhkan vitamin" keluh Reyhan.
__ADS_1
"Ada apa? kau sakit? aku membawa obat untuk berjaga-jaga" ujar Irene tampak khawatir.
Reyhan menggelengkan kepalanya, kemudian menyentuh bibir Irene menggunakan ibu jarinya.
"Vitaminku ada disini" ucap Reyhan.
"Ckckck.. kau kenapa menjadi sangat mesum" tukas Irene berdecak kesal.
"Hanya padamu, sayang" goda Reyhan sembari menyentuh dagu Irene.
Irene menahan tawanya, ternyata seperti inikah pria yang disebut dalam mode budak cinta. Yang kelihatannya keras namun lentur saat dihadapan pasangannya.
Irene pun mendaratkan kecupan singkat di bibir suaminya itu.
"Sudah, seharusnya kau sudah merasa lebih baik sekarang" ujar Irene.
Reyhan pun diam dan tampak berpikir.
"Ada apa?" tanya Irene.
"Sepertinya aku membutuhkan lebih banyak vitamin" ucap Reyhan yang kemudian mengangkat tubuh Irene.
"Hei lepaskan aku, aku lelah dan perlu beristirahat" seru Irene sedikit memberontak.
"Nanti aku akan membayar kembali rasa lelahmu itu" ujar Reyhan membaringkan tubuh istrinya di kasur.
"Apa kau bercanda?" ujar Irene membulatkan matanya saat mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut Reyhan.
"Sebentar saja, sayang. Aku tidak akan lama" bisik Reyhan yang kemudian memulai permainannya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Gimana nih? masih kurang bucinkah si babang Rey? Oh iya, maaf ya guys kalo ada penjelasan yang salah nantinya tentang negara yang bakalan jadi bulan madu mereka berdua. Entah itu dari tempat, budaya, atau apapun. Soalnya aku cuma bermodalkan halu sembari searching, belum pernah main kelereng ampe ke negara orang😁. So, baca senyamannya aja ya✌️