Jangan Pergi

Jangan Pergi
SH Chapter 43


__ADS_3

"Cinta datang tak tentu arah, akan hinggap pada siapapun dan akan hinggap dimanapun."


...


Pagi ini, Aurel melakukan rutinitas paginya. Seusai sarapan, ia pun bersiap untuk pergi ke kantor. Pernikahan mereka tinggal menghitung hari saja. Dan segala persiapan ia serahkan pada WO kepercayaan mamanya dan pengecekkan pun Alea yang langsung turun tangan.


Antusias kedua orang tuanya lebih besar dibandingkan Aurel. Bukan karena gadis itu kurang setuju dengan diadakannya pernikahan, melainkan orang tuanya lah yang ingin menghandle segala perlengkapan putrinya saat dihari bahagianya.


Aurel baru saja berpamitan dengan orang tuanya, belum lama kemudian mobil Rasya berhenti dipinggir jalan yang tak jauh dari kediaman Aurel.


Pria itu turun dari mobilnya dan menyambut kedua calon mertuanya.


"Pagi ma.. pa.." sapa Rasya yang kemudian menyalami Alviro dan Alea.


"Pagi.." sahut keduanya.


"Kalian jangan ketemu dulu kalau pas dekat hari H pamali kata orang tua" tutur Alea.


"Iya ma" sahut Aurel.


Aurel pun kembali mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan kemudian masuk ke dalam mobilnya. Alviro tertegun saat putrinya masuk kedalam mobilnya bukan ikut bersama Rasya.


"Kamu nggak jadi berangkat bareng Rasya?" tanya Alviro.


"Jadi kok pa, mobil Rasya nanti bisa beriringan" tutur Aurel.


"Maksud papa, kalian nggak sekalian berangkat dalam satu mobil?"


"Nggak boleh bareng pa, pamali kata orang tua" jawab Aurel.


Alea hanya terkikik mendengar ucapan putri semata wayangnya, sedangkan Alviro menggaruk kepalanya atas tingkah Aurel.


"Kalau begitu Rasya berangkat dulu ya ma.. pa.." ucap Rasya yang berpamitan dengan kedua calon mertuanya.

__ADS_1


Alhasil, Rasya hanya mengiringi laju mobil Aurel dan sedangkan mobil Aurel memimpin jalannya.


"Anak muda.. anak muda.." ucap Alviro seraya menggelengkan kepalanya.


"Papa juga dulu pernah muda" ujar Alea yang langsung memasuki kediamannya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Siang ini hujan turun sangat deras. Aurel melihat keluar dari kaca ruangannya. Hujan lebat yang membuat jalanan semula dipenuhi banyak orang kini tampak sepi. Hanya kendaraan roda empat yang banyak berlalu lalang disana.


Ia kembali memandangi cincin yang diberikan oleh Rasya di jari manisnya. Cincin yang sebelumnya tampak kebesaran, kini sudah ditukar oleh pria itu dengan cincin yang lebih cantik lagi.


Sungguh ia tidak pernah menyangka jika akhirnya pilihannya jatuh pada pria itu. Yang awalnya ia mengejar sosok pria yang merupakan adik kandung Rasya namun kini hatinya berlabuh pada Rasya.


Jika Aurel yang menjadi cinta pertama Rasya, maka Reyhanlah yang lebih dulu terukir cantik namanya hati Aurel. Dan pada akhirnya, kegigihan sosok Rasya yang kini mampu merajai hatinya. Tak ada lagi tempat untuk pria manapun dan siapapun.


Tokkk.. tokk..


Kinan pun meletakkannya di meja atasannya itu.


"Terima kasih" ucap Aurel.


Kinan hanya mengangguk pelan dan kemudian undur diri dari hadapan Aurel.


Aurel menyesap teh hangat yang menjadi favoritnya. Minuman kesukaan yang diturunkan oleh papanya yaitu teh tanpa gula. Rasa teh yang hanya memiliki rasa yang sedikit pahit tanpa rasa manis sedikitpun.


❤️❤️❤️


Di tempat lain, Rasya yang sedang dalam waktu senggang bersama papanya di dalam ruangannya. Abizar melirik jam tangannya yang masih menunjukkan pukul 3 sore. Kemudian ia pun menatap putra sulungnya yabg sedang asyik membaca buku yang ada ditangannya.


"Kamu tahu, dalam waktu singkat ini banyak hal yang terjadi" ucap Abizar tiba-tiba.


Rasya yang hendak membalikkan halaman buku tersebut langsung terhenti. Kemudian ia menutup buku yang ada ditangannya dan mendengarkan cerita papanya dengan seksama.

__ADS_1


"Tanpa terasa kamu sudah dewasa dan sebentar lagi juga akan menjadi kepala keluarga, tanpa terasa waktu berjalan sesingkat itu. Walaupun sudah berpuluh tahun silam, ketika mengingat kembali ke masa-masa itu, papa merasa waktu berjalan begitu cepat" tutur Abizar.


Rasya masih mendengarkan ucapan papanya tanpa mengeluarkan suara.


"Dulu kamu dan Aurel sering bertengkar dan merasa tidak akur pada saat kalian masih kecil, dan papa sempat terkejut saat kamu berkata bahwa wanita yang kamu cintai ternyata putri dari Alviro, yang papa ketahui bahwa dulu Aurel sering ke rumah dan menanyakan keberadaan Reyhan bukan dirimu" lanjut Abizar.


Rasya sedikit tertegun apa yang diucapkan oleh papanya itu.


"Papa juga mengerti disaat kamu sedang berbahagia karena wanita, tiba-tiba saja adikmu memilih untuk meninggalkan rumah. Hanya saja papa sempat berpikir, kenapa harus satu wanita yang menetap di hati kalian? Namun papa sadar, papa juga pernah mengalami hal serupa" ujar Abizar panjang lebar.


"Maafkan aku pa.. aku egois" ucap Rasya tertunduk.


"Papa tidak menyalahkanmu nak, siapa yang bisa melarang cinta itu hinggap dengan siapa dan pada siapa. Papa hanya ingin kamu sedikit mengerti posisi adikmu saat ini, karena tidak mudah merelakan sesuatu yang berharga" ujar Abizar menasihati putra sulungnya itu.


"Lantas bagaimana aku harus menyikapinya pa? apalagi Aurel nantinya akan menjadi istriku?"


Abizar menepuk pundak putra sulungnya.


"Setidaknya untuk tidak mengumbar kemesraan didepan adikmu, itu sudah cukup. Bersikap seperti biasanya saja karena kamu dan Aurel bukan satu atau dua tahun baru mengenal" tutur Abizar.


"Baik pa.." ucap Rasya yang menuruti ucapan papanya itu.


.


.


.


Bersambung..


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya, latih jempol kalian untuk mengisi kolom komentar🤗


Vote seikhlasnya yak, buat tambahan semangatku ❤️

__ADS_1


__ADS_2