
Malam ini merupakan malam dimana pertemuan kedua orang tua Rasya dan Aurel. Reyhan pun ikut dalam pertemuan tersebut. Hal itu karena usulan dari mamanya merasa tak lengkap karena tanpa hadirnya Reyhan. Kedua orang tuanya pun tidak tahu sama sekali jika si bungsu jatuh hati pada kekasih si sulung.
Reyhan duduk di teras sembari menunggu kedua orang tuanya bersiap. Tak lama kemudian, Rasya pun menghampiri pria itu. Rival sekaligus abangnya.
"Han.. lo yakin nggak apa-apa?" tanya Rasya. Bagaimana pun juga pria itu mengerti apa yang dirasakan adiknya saat ini.
"Serius bang, gue nggak apa-apa kok" timpal Reyhan berbohong.
Tak lama kemudian, kedua orang tuanya pun sudah siap. Rasya menyetir mobil dan Reyhan duduk dikursi depan. Sedangkan Abizar dan Irsya menempati kursi belakang.
Setelah berselang sekitar 20 menit, mobil yang dikendarai Rasya pun memasuki halaman rumah gadis yang sebentar lagi menjadi istrinya itu. Rasya memberhentikan mobilnya. Kedatangan keluarga mereka disambut hangat oleh keluarga Aurel, yang tentunya kedua orang tua mereka saling mengenal dan juga cukup akrab.
Baik kedua orang tua Rasya maupun Aurel sudah masuk terlebih dahulu. Tinggallah Rasya, Reyhan, dan Aurel yang berada di luar. Sedikit kecanggungan pun tercipta. Bagaimana tidak? ibarat dikata inj adalah kedatangan mantan di resepsi pernikahan. Meskipun belum resepsi tapi rasanya tetap saja sama.
"Apa kabar?" tanya Reyhan berbasa-basi. Mungkin hal itulah yang dapat diucapkannya, jika ia mengutarakan bahwa ia masih mencintai Aurel tentunya mustahil. Bisa-bisa ia ditelan hidup-hidup oleh abangnya itu.
"Baik, kabar kamu sendiri bagaimana?" ucap Aurel yang sesekali mengarahkan pandangannya pada Rasya.
"Seperti yang kamu lihat, aku sangat baik" ujar Reyhan sembari mengulas senyum.
"Hei.. sedang apa kalian diluar sana, ayo masuk" seru Alea.
Mereka bertiga pun memasuki bangunan dengan dua lantai tersebut. Dilihatnya Alviro tampak asyik berbincang dengan Abizar dan sedikit terkekeh. Begitu juga dengan Alea dan Irsya.
Setelah Rasya dan Reyhan ikut bergabung, mereka pun langsung membicarakan ke intinya
"Begini Al, maksud dan tujuan kedatangan kami disini ingin bersilahturahmi disamping itu kami juga ingin membahas masalah tanggal pernikahan untuk putraku dan putri semata wayangmu. Kira-kira usul kalian kapan waktu yang tepat untuk menggelar pesta pernikahan" tutur Abizar dengan lugas.
"Begini Zar, sebelumnya aku ingin menjelaskan sedikit tentang putriku yang mungkin kalian tidak ketahui. Aurel memiliki banyak kekurangan yang mungkin tidak kalian ketahui terutama Rasya. Jadi disini aku harap kalian bisa menerima putriku ini dengan segala kekurangannya. Aku pun juga menerima kekurangan dari nak Rasya. Anakmu adalah anakku juga" jelas Alviro.
__ADS_1
"Mengenai tanggal pernikahan, aku sih berharap secepatnya, karena lebih cepat maka lebih baik" sambung Alviro.
Ucapan Alviro dibalas anggukan oleh Alea dan Irsya. Abizar membenarkan kacamatanya sebelum melanjutkan ucapannya.
"Bagaimana jika pernikahannya kita adakan bulan depan?" usul Abizar.
"Tidak, yang benar dua Minggu lagi. Lebih cepat lebih baik" ucap Alviro.
Aurel tampak sedikit tercengang, sementara Rasya tersenyum penuh kemenangan.
.
.
.
"Bagaimana kuliahmu?" tanya Alviro mendudukkan bokongnya disebelah Reyhan.
"Lancar om" timpal Reyhan singkat.
"Om tahu kalau kamu yang melukis disana, Aurel tidak pernah bercerita dengan om mengenai hal itu. Tapi om selalu memantau dari kejauhan." ujar Alviro menatap Reyhan.
"Maafkan aku om" ucap Reyhan yang sedari tadi menunduk kini mulai mengarahkan pandangannya ke Alviro.
"Sebelumnya aku menyakiti Aurel, tanpa sadar aku juga terluka setelahnya" sambungnya lagi.
Alviro menepuk pundak pemuda tersebut.
"Suatu saat ada wanita yang menggantikannya, mengisi kekosongan yang kamu rasakan saat ini. Om bukan tidak setuju jika kamu bersama Aurel, selama ini om membiarkan Aurel mengejarmu. Namun kamu sempat menyiakan waktu itu dan Aurel berpindah hati pada yang lain" tutur Alviro.
__ADS_1
Mata Reyhan mulai memerah, namun ia menahan agar ia tidak menjatuhkan air matanya untuk saat ini juga.
"Memang sulit untuk saat ini, tapi yakinlah suatu saat nanti dengan perlahan kamu bisa benar-benar merelakannya" ucap Alviro.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Pagi ma.. pa.." sapa Aurel seraya menarik kursi ikut bergabung sarapan bersama keluarganya.
"Kamu mau berangkat bekerja?" tanya Alea.
Aurel menganggukkan kepalanya.
"Luangkan waktumu sampai jam makan siang, mama ingin mengajakmu fitting baju pengantin dulu sekalian juga melakukan foto prewedding untuk dicetak di undangan nanti" ujar Alea.
"Tapi ma.. apa tidak terlalu cepat untuk itu?" tanya Aurel.
"Lebih cepat lebih baik" tukas Alea.
Ah.. Kalimat itu lagi dan lagi diucapkan. Sedari kemarin orang tuanya selalu saja mengucapkan kalimat itu. Aurel mengalihkan pandangannya pada papanya yang sedari melahap nasi gorengnya tanpa bersuara. Tentu saja pria itu tidak akan menyanggah apa yang dikatakan oleh istrinya. Bagaimana pun juga pendapat mereka sama.
.
.
.
Bersambung ..
Nyicil ya gengs 😂 jangan lupa untuk like, coment, dan votenya biar makin uwwuu❤️
__ADS_1