
21+
Venice, Italia
Setelah menempuh perjalanan 17 jam lamanya, akhirnya Rasya dan Aurel merebahkan dirinya di apartemen yang mereka sewa. Keduanya sengaja memilih untuk menyewa apartemen sekaligus mengingat mereka akan menghabiskan waktu yang cukup lama disana.
"Sayang, tempat mana yang nantinya akan kamu kunjungi?" tanya Rasya sembari menyangga kepalanya.
"Entahlah, tapi untuk saat ini aku mau istirahat dulu" timpal Aurel yang masih dengan mata tertutup.
Rasya pun menganggukkan kepalanya. Keduanya pun terlelap karena kelelahan diperjalanan yang memakan waktu tidak sebentar.
...
Sinar mentari mulai memasuki melalui celah jendela. Rasya sedikit mengerjapkan matanya karena pantulan sinar tersebut menerpa wajahnya.
Dilihatnya istrinya itu tengah memeluk dirinya, Rasya pun mengembangkan senyumnya sembari menatap wajah Aurel yang masih terlelap dalam tidurnya.
Rasya menghadiahi sebuah kecupan di kening istrinya itu. Aurel pun terbangun saat sadar bibir hangat Rasya yang menempel pada keningnya.
"Pagi sayang" sapa Rasya.
"Pagi.." timpal Aurel singkat.
"Mau bangun atau lanjut tidur?" ujar Rasya yang membuat pilihan.
"Tidur aja"
Kruyukkk...
Aurel menutup wajahnya dengan selimut menahan malu karena perutnya yang berbunyi.
"Sepertinya kamu salah membuat pilihan sayang, ayo bangun kita cari makan di luar" tutur Rasya yang terlebih dahulu beranjak dari tempat tidur. Aurel pun menuruti apa yang baru saja diucapkan oleh suaminya itu.
Setelah membersihkan diri, keduanya pun turun untuk mencari makan. Sedari malam mereka melewatkan waktu untuk mengisi perut karena lelah.
...
Kini Rasya dan Aurel tengah berada di salah satu resto dengan buku menu yang ada di tangan keduanya.
Setelah lama memilih hidangan khas negara tersebut, pilihan Aurel jatuh pada menu yang memiliki nama risotto sedangkan Rasya memilih risi e bisi.
Setelah tersebut mencatat pesanan keduanya, pelayan tersebut menyeret kakinya menuju belakang untuk menyiapkan makanan yang mereka pesan.
Belum lama kemudian, salah satu pelayan membawa makanan pembuka.
__ADS_1
"questo è un antipasto del nostro ristorante, buon appetito (Ini adalah hidangan pembuka dari restoran kami, selamat menikmati)" ucap ramah pelayan tersebut.
"Grazie (terima kasih)" ujar Rasya, dan pelayan tersebut menyunggingkan senyum tipisnya dan berlalu dari hadapan keduanya.
"Kamu bisa berbahasa sini?" tanya Aurel.
"Sedikit, dulu aku pernah tinggal selama enam bulan disini" timpal Rasya sembari menjentikkan jarinya.
"Dicicipi dulu sayang makanannya" sambung Rasya.
Aurel pun menyendokkan makanannya dan mencoba mencicipi makanan tersebut.
"Enak" ucap Aurel.
"Kamu tau nama dari makanan ini?" tanya Aurel lagi.
"Polenta e schie" jawab Rasya.
Belum lama kemudian, makanan yang dipesan oleh keduanya tiba. Baik Aurel maupun Rasya menyantap hidangan yang ada didepan mereka.
...
Piazza San Marco atau St Mark's Square, tempat pertama kali mereka kunjungi seusai mengisi perut tadi. Tempat yang dikenal sebagai alun-alun kota besar di negara tersebut.
Rasya pun tak meninggalkan momen indah ini, ia meminta tolong pada salah satu pengunjung disana untuk memotret mereka. Tiga kali jepretan yang mereka dapat menampilkan keindahan tempat tersebut.
"Kamu juga pernah kesini?" tanya Aurel pada Rasya.
"Pernah" ucap singkat Rasya sembari memilih salah satu foto yang akan ia posting disalah satu akun media sosialnya.
Tempat indah bersama dengan wanita terindah.
Caption dari foto yang diunggah oleh Rasya di akun instagramnya. Belum lama kemudian keningnya berkerut saat melihat unggahan dari Reyhan yang tersenyum bersama istrinya beberapa hari yang lalu.
Dalam hitungan beberapa jam lagi kau akan menjadi bagian dariku, kakak iparku.
Rasya melihat ke arah Aurel sejenak, wanita itu kini tengah memberi makan merpati disana.
Ia pun menghampiri istrinya itu.
"Apakah kamu senang berada disini sayang?" tanya Rasya
Aurel menganggukkan kepalanya dengan antusias.
"Aku sangat menyukainya, suasana disini, ramahnya merpati-merpati seakan menyambut kedatangan kita, dan kamu" ucap Aurel sembari menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"Ada apa denganku?" tanya Rasya yang merasa ambigu dengan kalimat yang baru saja diucapkan Aurel.
"Aku mencintaimu.." ucap Aurel bersungguh-sungguh.
Rasya pun langsung merangkul Aurel, kemudian ia pun mengecup singkat bibir istrinya itu. Dengan cepat Aurel memukul lengan Rasya, semburat merah dipipinya terpatri jelas disana.
...----------------...
Rasya menutup telepon dari Abizar, mereka telah kembali setelah melakukan beberapa perjalanan tadi.
Aurel baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk yang terlilit di tubuhnya. Rasya melihat pemandangan tersebut langsung menelan salivanya.
"Aku lupa membawa pakaianku ke kamar mandi" ucap Aurel dengan gugup.
Baik Rasya maupun Aurel biasanya selalu berganti pakaian didalam kamar mandi.
Rasya menatap Aurel tanpa berkedip, seketika gejolak dalam dirinya pun mulai bangkit. Rasya mulai mendekati Aurel, sedangkan Aurel yang melihat tatapan Rasya berjalan mundur dan tubuhnya pun terhenti saat ia sadar bahwa tubuhnya yang sedikit menubruk tembok pembatas.
Rasya terus berjalan maju hingga jarak mereka begitu dekat, pria itu pun mengunci Aurel dengan kedua tangannya.
Ia menatap manik indah istrinya, dan kemudian mengecup bibir Aurel. Ciuman yang awalnya ringan kini seolah menuntut untuk menginginkan lebih.
"Jika kemarin aku berusaha keras untuk menahannya, namun tidak untuk hari ini" ucap Rasya berbisik ditelinga Aurel.
"Izinkan aku untuk meminta hakku malam ini" lanjut Rasya.
Aurel mengangguk perlahan, melayani suami adalah kewajiban dirinya. Rasya tersenyum saat mendapat persetujuan dari Aurel. Tangannya terulur membuka balutan yang membungkus tubuh istrinya.
Rasya kembali melanjutkan aksinya, menggapai apa yang seharusnya digapai, bergerilya seakan itu menjadi taman bermainnya.
Ia pun mengangkat tubuh Aurel yang seringan kapas itu, dan membaringkannya di atas tempat tidur. Arena yang lebih nyaman untuk tempat mereka bermain, entah itu bermain gundu, menyelam dan bahkan mendaki.
"Aku mencintaimu.." bisik Rasya yang kemudian kembali melanjutkan permainannya.
.
.
.
Bersambung..
Akhirnya penantian si babang berakhir dengan permainan gundu😂
Jangan lupa untuk like, komen, serta votenya.
Salam manis Ryn❤️
__ADS_1