
"Ku biarkan kau mengepakkan sayapmu dan terbang dengan lelaki pilihanmu, ku lepas kau dengan ikhlas.."
...-------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Abizar mengendarakan pandangannya. Ia mencari dimana keberadaan putra bungsunya. Terakhir pria paruh baya itu melihat Reyhan bersama temannya yang bernama Dito, namun ia melihat Dito yang kini bersama dengan David dan Vanesha. Abizar pun menghampiri mereka bertiga.
"Dimana Reyhan?" tanya Abizar pada Dito.
"Reyhan? tadi dia ada disitu om" ujar Dito seraya menunjuk ke arah luar.
Abizar pun langsung mencari putra bungsunya di luar, ia pun bersalaman dengan beberapa tamu undangan yang berpapasan dengannya.
Abizar tidak menemukan keberadaan Reyhan disana. Pria itu kemudian mencari Rasya, barangkali pria itu melihatnya.
"Nak, Dimana adikmu?" tanya Abizar yang sedikit berbisik pada putra sulungnya itu.
"Aku tidak melihatnya sedari tadi pa" timpal Rasya.
"Papa bertanya pada teman-temannya, namun mereka menjawab tidak tahu" ucap Abizar.
Rasya pun terdiam sejenak, ketakutan pun mulai menyelimuti keduanya. Dengan sedikit tergesa-gesa baik Rasya maupun Abizar menuju lantai atas, dimana tempat Aurel berada.
"Ku mohon.. ku mohon.. hal itu tidak mungkin terjadi" berulang kali Rasya merapalkan kalimat itu seiring dengan langkahnya yang sedikit tergesa-gesa.
Keduanya pun telah sampai didepan pintu kamar Aurel yang masih tertutup. Rasya menghembuskan napasnya dengan kasar kemudian memutar kenop pintu tersebut.
Rasya membulatkan matanya, mendapati apa yang dilihatnya disana.
.
.
.
Flashback on:
Langkah Reyhan terhenti tepat dihadapan gadis yang namanya masih terukir dihatinya. Dan apakah ini saatnya bagi Reyhan untuk...
" Bisakah kamu untuk tidak melakukan ini semua? ayo pergilah bersamaku semuanya belum terlambat.."
Suasana pun menjadi hening..
Belum lama kemudian, Aurel mengibaskan tangannya tepat didepan wajah Reyhan.
"Han.. kenapa kamu melamun?" tanya Aurel yang sedikit heran dengan pria itu.
Reyhan hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Aurel. Dan wanita itu pun mengerutkan alisnya, bingung dengan sikap pria yang ada dihadapannya.
Kalimat Reyhan hanya tersimpan dibenaknya saja, tanpa sepatah pun terlontar dari bibirnya. Rasa tak sanggup jika ia melihat wanita ini dalam hitungan menit akan sah menjadi kakak iparnya. Namun, ia lebih tak sanggup lagi jika mencetuskan kalimat yang ada dibenaknya.
"Kamu luar biasa sekali hari ini iparku" ujar Reyhan tersenyum seraya mengacungkan kedua ibu jarinya.
__ADS_1
Hanya kalimat konyol itu yang mampu tercetus dari bibirnya, Dan benar saja, ini adalah waktunya untuk Reyhan melepaskan wanita itu.
"Aku kira ada apa, kamu membuatku sedikit takut" ucap Aurel sembari memukul pundak Reyhan.
Reyhan pun hanya terkekeh sembari mengusap pundaknya yang sedikit panas akibat pukulan dari Aurel tadi, namun terlebih panas lagi hatinya.
"Kamu terlihat sempurna hari ini, bolehkah aku memotretmu? plis.." pinta Reyhan dengan sedikit memohon.
Aurel pun terkekeh melihat tingkah Reyhan yang tidak seperti biasanya. Aurel pun menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Reyhan.
Reyhan pun langsung mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ia mengambil beberapa jepretan foto.
Ceklek..
Seseorang muncul dari balik pintu.
"Kinan.." gumam Aurel.
Kinan langsung masuk dan langsung menghampiri Aurel. Ia pun memberikan ucapan selamat kepada Aurel, serta memuji atasannya itu terlihat sangat cantik hari ini.
Belum lama kemudian, Reyhan menyodorkan ponselnya pada Kinan. Gadis itu mengerutkan keningnya tak mengerti dengan maksud Reyhan yang tiba-tiba saja memberikan ponsel padanya.
"Tolong potret kami berdua" ucap Reyhan dengan gamblang.
"Setidaknya aku yang lebih dulu berfoto dengannya hari ini sebelum abang" lanjut Reyhan.
Aurel menutup mulutnya seraya terkekeh mendengar penuturan dari Reyhan.
Kinan pun langsung mengambil posisi mundur beberapa langkah, dan kemudian wanita itu pun mengambil beberapa foto Reyhan dan Aurel.
"Sekali lagi.." perintah Reyhan.
Reyhan pun memasang pose dengan senyum dua jari, dan Aurel pun juga memasang foto yang sama.
Flashback off
Ceklekk..
Rasya menampakkan dirinya dari belakang pintu. Pria itu langsung membulatkan matanya mendapati Reyhan yang sedang berpose dengan Aurel.
"Wah.." ujar Rasya sembari bersedekap.
"Maaf bang emang sengaja" ujar Reyhan sembari terkekeh.
Rasya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya menanggapi tingkah laku adiknya itu.
"Ayo segera turun, acara mau dimulai" ujar Abizar.
Reyhan pun menyudahi fotonya. Ia segera melangkah keluar bersama Abang dan papanya. Sedangkan Aurel berjalan belakangan dan Kinan yang menjadi pendamping wanitanya.
.
.
__ADS_1
.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aureliya Cassandra Dirgantara dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ujar Rasya dengan suara yang lantang.
Saat para saksi mengucapkan kata sah, Rasya pun menghembuskan napasnya dengan lega. Rasa gugup, takut, dan haru telah ia lewati semua di hari ini. Perasaan bahagia yang begitu membuncah saat mereka berdua bertukar cincin. Rasya pun mengecup kening Aurel dan wanita yang telah berstatus menjadi istrinya mencium punggung tangannya.
...
Acara selanjutnya merupakan resepsi, Rasya dan Aurel pun menyalami tamu undangan yang lumayan ramai. Tanpa diketahui oleh Aurel, ternyata sosok pria tua dengan setelan necisnya ikut berbaris di antrian paling belakang untuk menyalami kedua mempelai.
"Uncle Steve.." ujar Aurel sedikit histeris saat tiba giliran pria tersebut menyalaminya.
"Hai keponakan cantikku" sapa Steve.
"Uncle apa kabar? Aurel tidak tahu jika uncle datang hari ini" ucap Aurel.
"Ya ya ya.. itu karena ulah mereka yang mengatur jadwal pernikahanmu dan sukses membuatku tergesa-gesa untuk kemari" ujar Aurel.
"Kabar? lihatlah! uncle semakin gagah dan tampan"ucap Steve
Alea ingin rasanya menjambak rambut Steve saat itu juga mendengar perbincangan keduanya. Namun Alea enggan melakukannya karena ia pun malu dengan umur.
"Selamat untuk hidup barumu keponakanku" ujar Steve.
"Terima kasih uncle"
Steve pun menyalami Rasya, ia melihat pria tersebut dengan seksama.
"Hei sayang, dirimu licik sekali dapat memikat pria tampan seperti dia" gurau Steve pada Aurel.
Baik itu Aurel maupun Rasya terkekeh mendengar ucapan Steve. Senyum bahagia pun terpancar pada kedua insan yang tengah menjadi ratu dan raja sehari.
Reyhan yang tengah menatap keduanya dari kejauhan hanya ikut menyunggingkan senyumnya walaupun hatinya merasa teriris.
"Ku biarkan kau mengepakkan sayapmu dan terbang dengan lelaki pilihanmu, ku lepas kau dengan ikhlas.." batinnya.
Si tampan uwwu yang lagi bahagianya
Si cantik Aurel yang cantiknya bikin iri
Gantengku yang satu ini, lagi galau berat.
Babang Reyhan jangan nangis dipojokan, sini aku aja yang nampung 😂
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian biar makin cinta❤️
Vote seikhlasnya yak❤️
__ADS_1
Salam sayang dari remahan rengginang 😘