Jangan Pergi

Jangan Pergi
SH Chapter 6


__ADS_3

Reyhan sedang duduk santai seraya menonton televisi di ruang tengah. Rasya pun ikut bergabung bersama adiknya itu dengan membawa secangkir kopi yang ia buat tadi.


"Lo dapat titipan salam dari Aurel" ujar Rasya membuka suara.


Reyhan pun menanggapinya dengan tersenyum sinis.


"Gue harap lo lebih menghargai cewek" tukas Rasya seraya menyesap kopinya.


Rasya pun langsung menoleh ke arah abangnya tersebut.


"Gue cuma nggak mau aja, dinilai mempunyai adik yang brengs*k" lanjutnya.


"Bang, gue udah berapa kali bilang ke dia untuk nggak ganggu gue. Gue tau cara menghargai cewek bang, dan gue risih kalau terlalu dikejar-kejar" tukas Reyhan yang mulai emosi. Ia pun melangkah pergi dari hadapan Rasya.


Rasya pun menggelengkan kepalanya, melihat tingkah adiknya itu.


.


.


.


Di dalam kamar, Reyhan menghempaskan tubuhnya ke kasur. Entah kenapa perkataan abangnya itu sedikit menyakitinya.


Ia pun menuju meja belajarnya, ia membuka sebuah buku yang sering digunakannya untuk membuat sketsa gambar. Benar saja, Reyhan memang memiliki hobby melukis.


Ia buka lembaran terakhir, dilihatnya sebuah gambar dengan arsiran pensil menampilkan sosok wanita cantik yang sedang tersenyum. Wanita tersebut merupakan cinta pertamanya. Ia tersenyum memandang wajah sketsa gadis tersebut.


"Tunggu aku sedikit lagi, aku berjanji setelah ini aku akan membicarakan semuanya" gumam Reyhan seraya tersenyum.


.


.


.


Di lain tempat, Alviro tampak sedang berbincang dengan istrinya, Alea.


"Sayang, aku sepertinya lebih setuju jika Aurel bersama dengan Rasya" ucap Alviro secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Tumben kamu sadar mas, bukannya mas lebih memanjakan kemauannya Aurel" tukas Alea.


"Setelah difikir-fikir, sebaiknya mas jodohkan dia dengan lelaki yang mencintainya, toh Rasya juga baik ke Aurel" sahut Alviro.


"Mas tahu dari mana, kalau Rasya itu mencintai Aurel" ucap Alea.


"Kamu kurang paham obrolan para lelaki Leah, mas yang lebih tahu menilai lelaki yang sayang sama putri kita, karena mas sama-sama lelaki" tutur Alviro.


"Yang bilang mas Al itu belok siapa? lagi pula jangan terlalu buru-buru mengambil keputusan mas. Pernikahan bukanlah suatu lelucon, bercerminlah dari yang sudah-sudah. kalau bisa Aurel jangan sampai seperti kita kemarin" tegas Alea yang sedikit menyindir suaminya itu.


"Ehemmm.." ujar Alviro berdehem.


Ia pun mulai pura-pura mengantuk.


"Aku ngantuk Leah, aku tidur duluan ya" ujar Alviro.


"Berhenti berpura-pura mas. Jangan mengalihkan pembicaraan" tukas Alea.


Namun Alviro tetap saja melangkahkan kakinya.


"Mas mau berpura-pura mengantuk atau tidur di luar?" tukas Alea.


Alea memalingkan wajahnya seraya tersenyum, tentu saja mantra yang baru saja diucapkannya tersebut amat manjur sehingga dapat membuat suaminya itu menciut seketika.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Di kampus


Jam mata kuliah telah usai. Reyhan yang baru saja keluar dari ruangan. Tiba-tiba dari belakang Vanesha menepuk pundak Reyhan.


Sontak hal tersebut membuat Reyhan terkejut seketika.


"Apaan sih lo" ujar Reyhan.


"Tumben akhir-akhir ini lo datengnya cepet Rey" tukas Vanesha.


"Gue lagi rajin aja" ketus Reyhan.


"Apa ini ada hubungannya ke kak Aurel juga?" tanya Vanesha.

__ADS_1


"Sok tahu lo" timpal Reyhan.


"Ya lo kan risih banget kalau kak Aurel muncul dihadapan lo" ujar Vanesha yang tak mau kalah.


"Kalau lo udah paham, nggak usah nanya" tukas Reyhan yang langsung melangkah pergi meninggalkan Vanesha.


"Astaga lo udah tua gede ambek, tungguin woy" teriak Vanesha seraya menyusul Reyhan.


.


.


.


Dikantor, Aurel tampak duduk termenung di meja kerjanya. Pandangannya terfokus pada setangkai mawar beserta tulisan yang berisi ucapan hangat yang selalu ia dapat di setiap paginya.


"Siapa kamu sebenarnya" ujar Aurel berbicara pada tangkai mawar tersebut. Seolah-olah bunga yang ada dihadapannya itu akan menjawab pertanyaan yang baru saja ia lontarkan.


Aurel pun bangkit dari tempat duduknya. Ia beralih memandang keluar ruangan melalui jendela kaca yang ada di ruangan tersebut.


Hari ini hujan turun sangat lebat, Aurel memandang ke arah luar dan terpejam seolah dirinya berada dibawah guyuran hujan. Ia pun meniup kaca yang ada dihadapannya, dan menulis sebuah kalimat diatas uap air yang berada dikaca tersebut.


Reyhan, I miss you


.


.


.





Bersambung...


Terimakasih sudah membaca, jangan lupa untuk like, komen, dan votenya, ya sayang-sayangku 😘

__ADS_1


Salam manis Ryn


__ADS_2