
Reyhan tersenyum sekilas, kemudian pria itu mengajak istrinya masuk ke dalam kamar. Reyhan bertepuk tangan sebanyak dua kali.
Seketika membuat Irene membelalakan matanya.
Irene terlihat sedikit bingung saat suaminya itu bertepuk tangan. Sedangkan mereka berada dalam ruangan yang gelap.
"Apa yang kau lakukan? apakah dengan bertepuk tangan lampunya akan menyala?" tanya Irene. Gadis itu pun mengikuti gerakan suaminya tadi.
Reyhan rasanya ingin mengutuk dirinya saat itu juga. Entah mengapa lampu yang seharusnya menyala justru tetap dalam keadaan mati. Apa yang dipersiapkan oleh kakak iparnya sedari tadi?
"Mungkin lampunya rusak, Istriku. Aku akan mengambil lilin. Kau tunggu saja disini sebentar" ucap Reyhan yang kemudian meninggalkan ruangan tersebut.
Reyhan bergegas turun ke bawah, pria itu mengambil ponsel disakunya dan menelepon orang yang seharusnya dipintai pertanggungjawaban.
"Kakak ipar, ada apa dengan kejutannya? mengapa lampunya tidak mau menyala?" tanya Reyhan dengan satu kali tarikan nafas.
"Oh itu, aku mensetting ulang lampumu. Dan aku lupa menaruh remotenya dimana" ucap Arya.
"Lantas bagaimana dengan kejutanku? bukankah kau bilang sudah menyiapkan semuanya"
"Aku sudah menyiapkannya namun sisanya kau urus sendiri adik iparku. Kau tahu, kencan pertamaku gagal total karena harus mendekorasi kamarmu!" ujar Arya yang sedikit berteriak diakhir kalimat, pria itu pun langsung mematikan panggilan teleponnya.
"Ah sial" umpat Reyhan yang kemudian memasuki gudang untuk mencari lilin.
...
Di dalam kamar, Irene masih menunggu Reyhan. Gadis itu sesekali melirik ke arah pintu yang terbuka. Irene masih bingung, mengapa tiba-tiba lampu kamarnya mati total. Ia pun kembali bertepuk tangan seperti yang dilakukan oleh Reyhan tadi. Dan usahanya pun sia-sia.
Irene hendak melangkahkan kakinya keluar, namun tanpa sengaja kakinya menginjak sebuah benda pipih kecil.
"Apa ini?" gumam Irene sembari meraba benda tersebut.
Ia pun menekan salah satu tombol dari benda yang diinjaknya tadi. Dan saat itu pula lampu pun menyala. Namun ia terkesima dengan apa yang dilihatnya.
Puluhan buket bunga tersusun rapi memenuhi kamarnya, taburan kelopak mawar yang ada di atas tempat tidurnya. Sungguh kamarnya disulap bak taman bunga saat itu juga.
Reyhan baru saja muncul di bibir pintu, melihat Irene yang sudah menyaksikan semuanya membuat pria itu bergegas melemparkan lilin yang dipegangnya ke sembarang tempat.
__ADS_1
"Sudah ku duga ini sedikit kuno, tapi lumayan dari pada tidak" gumamnya dalam hati.
Pria itu melangkah mendekati istrinya yang masih menatap sekeliling kamarnya itu dengan mulut yang sedikit ternganga. Entah ia terkesima atau malah sebaliknya itulah yang ada dalam pikiran Reyhan.
"Tunggu, aku ingin memperlihatkan sesuatu" ucap Reyhan.
Pria itu segera menuju ke meja kerja yang ada di kamarnya. Reyhan pun sedikit menggeser meja tersebut sembari mengarahkan layar proyektor ke dinding kamarnya.
Pria itu menanyakan meminta remote yang ada digenggaman Irene. Istrinya pun menuruti kemauannya itu. Irene memperhatikan Reyhan yang tengah mengotak-atik laptopnya itu.
"Maaf rencana ini belum matang sepenuhnya, bisakah kau menungguku sebentar?" tanya Reyhan.
Irene yang sedari tadi mematung hanya menganggukkan kepalanya.
Reyhan tampak kesana dan kemari. Setelah mengotak-atik laptopnya, pria itu membawa lampu hias dan kemudian melilitkan lampu tersebut di atas buket mawar. Sesekali Irene melihat suaminya itu mengelap keringat dikeningnya dan kemudian menatap Irene sembari tersenyum.
Melihat perjuangan Reyhan yang begitu besar membuat Irene menitikkan air matanya, namun dengan segera ia menghapusnya.
Reyhan menghidupkan lampu hias tersebut, kemudian mematikan lampu yang ada di kamarnya. Ia pun berjalan ke arah meja kerjanya tadi, kemudian memutar video yang ada di laptopnya itu.
Terpampang jelas pantulan di dinding kamarnya yang memperlihatkan foto pre-wed hingga pernikahan mereka yang di edit menjadi satu dalam bentuk video. Serta diiringi lagu Marry Your Daughter yang dinyanyikan oleh Brian Mcknight (menurutku ini lagu yang paling cocok pas momen yang ini. Nggak percaya? coba denger sendiri😁).
Tak sampai disitu saja, keduanya juga dihadapkan akan perasaan yang belum pasti, hingga akhirnya saling menguatkan dan saling menaruh hati.
Reyhan berjalan perlahan menghampiri Irene. Pria itu kemudian berlutut dihadapan istrinya itu sembari memegang sebuah kotak yang berisikan kalung yang cantik.
"Aku bukanlah pria yang sempurna untuk kau yang selalu sempurna di mataku. Namun aku ingin serakah atas cintaku. Menualah bersamaku, Irene. Menikahlah denganku" ucap Reyhan tulus.
Irene terdiam sesaat sembari menghapus air matanya.
"Bukankah kita sudah menikah?" ucap Irene tersenyum dengan mata yang masih merah.
"Anggap saja ini sebuah lamaran yang tertunda. Dan aku membayarnya hari ini. Impian seorang gadis ialah dimana saat momen pria yang dicintainya melamarnya dengan cara yang romantis" jelas Reyhan.
Irene pun tersenyum, air matanya kembali jatuh untuk pria yang ada dihadapannya. Pria yang mengisi hatinya.
"Kau belum menjawabku nona, aku menantikannya" ujar Reyhan.
__ADS_1
"Tanpa harus menjawab kau sudah tahu jawabanku" ucap Irene.
Reyhan pun bangkit dari posisinya, ia memasangkan kalung tadi di leher jenjang istrinya itu.
"Terimakasih karena sudah mencintaiku" ucap Reyhan sembari menghapus air mata Irene.
Irene pun memeluk Reyhan, ia merasa menjadi wanita yang paling bahagia saat ini, serta paling beruntung karena memiliki suami yang begitu sempurna.
Irene mendongak menatap Reyhan. Pria itu pun mengecup kening istrinya cukup lama. Kemudian beralih ke mata istrinya itu, dan yang terakhir adalah bibir ranum milik Irene.
Reyhan melepaskan Irene saat istrinya itu kehabisan nafas. Keduanya tersenyum sembari memainkan hidung mereka yang bertemu satu sama lain.
Tak lama kemudian Reyhan kembali memagut bibir istrinya itu, menginginkan lebih dari ini.
"Apa aku boleh memintanya sekarang? jika kau belum siap aku akan menunggu hingga kau siap" ucap Reyhan dengan nafas yang berat.
Irene menganggukkan kepalanya, pertanda menyetujui jika Reyhan meminta haknya saat ini juga.
Reyhan kembali memagut bibir Irene sembari menuntun gadis itu menuju ke kasur yang bertabur kelopak mawar itu dan membaringkannya.
Reyhan melepas kemeja yang membungkus tubuhnya. Memperlihatkan otot-otot yang tercetak sempurna disana.
Pria itu kembali melakukan aktivitasnya. Aktivitas baru yang nanti akan menjadi sebuah kebiasaan baginya. Ia pun dengan perlahan melucuti pakaian yang membungkus tubuh istrinya itu hingga tak tersisa sehelai benang pun. Pria itu meninggalkan beberapa label kepemilikan di tubuh istrinya.
Awalnya Irene merasa kesakitan, namun perlahan ia pun menikmati permainan suaminya itu.
Tatapan penuh damba dan memuja pun terlihat dari kedua insan yang tengah menikmati surga dunia. Malam ini adalah malam pelepasan masa perjaka keduanya setelah menikah hampir satu tahun lamanya.
.
.
.
Bersambung..
Yang nagih MP atau belah duren udah lunas ya😌. Padahal aku anak baek2 yang masih polos dan mulus, semulus keteknya Song Hye Kyo 😭.
__ADS_1
Yang bilang kurang hot, disarankan bacanya sambil nangkring diatas kompor aja😂