Jangan Pergi

Jangan Pergi
SH Chapter 31


__ADS_3

Telah dua pekan berlalu, Reyhan selalu bersikap manis kepada Aurel. Terkadang ada-ada saja alasannya untuk menemui Aurel. Entah itu membelikannya makan siang, ataupun sekedar berkunjung ke ruangannya.


Aurel tidak keberatan akan sikap Reyhan padanya. Ia pun terbuka dengan apa yang ditunjukkan Reyhan padanya. Reyhan berada disisinya, menunjukkan sikap perhatiannya pada Aurel. Hanya saja hatinya merasa kosong. Ada sesak yang tak bisa dijelaskan yang bersarang dihatinya.


"Hei, apa yang sedang kau pikirkan" ujar Reyhan seraya melambaikan tangan tepat didepan Aurel.


"Eh.. tidak apa-apa" timpal Aurel singkat lalu kemudian menyesap jus yang dipesannya.


Malam ini sesuai permintaan Reyhan. Mereka pergi dinner bersama. Anggaplah ini kencan kedua mereka setelah kencan singkat dua minggu lalu.


"Apakah kau merasa tidak nyaman disini? aku perhatikan sedari tadi kamu bersamaku namun pikiranmu entah kemana" ucap Reyhan.


"Tidak juga, makanannya enak" timpal Aurel pelan terkesan sedikit tak perduli.


Reyhan hanya bungkam, tak berani membalas ucapan wanita yang ada dihadapannya ini. Sesekali ia tetap melirik Aurel yang masih dengan tatapan kosong.


"Setelah ini kita kemana?" ajak Reyhan yang sebenarnya hanya untuk memecah keheningan.


"Sepertinya kita pulang saja, aku sudah mengantuk" timpal Aurel.


"Oke baiklah, setelah ini kita pulang" ujar Reyhan yang sebenarnya merasa kecewa karena ia masih ingin berlama-lama dengan Aurel.


Setelah menghabiskan hidangannya, Reyhan langsung membayar makanannya. Mereka pun menuju parkiran, dimana mobil Aurel terparkir disana. Reyhan meninggalkan motornya ditempat bekerja karena atas permintaan Aurel.


Sesungguhnya bukan rasa minder diajak jalan menggunakan motor, Aurel tidak ingin nantinya ada yang mengenali Aurel, karena ia sadar ada hati yang harus ia jaga. Namun jauh dari semua itu, Aurel lah yang telah menghancurkan hati tersebut.


❤️❤️❤️


Setelah sekian lama tak mendapat pesan ataupun kabar dari Rasya. Dan pagi ini Rasya mengiriminya pesan. Dengan segera Aurel pun mengusap layar ponselnya dan membuka pesan singkat dari kekasihnya itu.


Aku harap, malam ini kamu bisa meluangkan waktumu. temui aku ditempat biasa jam 8 malam


Pesan singkat yang terkesan dingin. Aurel pun memegang dadanya.


Entah ada apa dengan mereka?


Ada apa dengan semua ini?


Mengapa Rasya mendadak berubah dingin padanya?


Pertanyaan demi pertanyaan pun bertebaran layaknya daun yang tertiup angin di musim gugur. Aurel tertegun, selama ini ia bersikap acuh pada Rasya namun entah kenapa hatinya sesakit ini. Bukankah dia sudah kebal dengan sikap acuh seseorang terutama pada Reyhan, namun mengapa saat Rasya mengacuhkannya seakan hatinya terhunus pedang yang sangat tajam.

__ADS_1


Dua pekan ia lewati tanpa Rasya, tanpa kabar dan hadirnya. Dan kini, pesan pertama yang Rasya kirimkan padanya mampu membuat seorang Aurel mendadak lemah.


"Ada apa denganku? mengapa semuanya tampak begitu menyakitkan bagiku" Aurel menutup wajahnya, air mata yang ditahannya beberapa hari yang lalu kini tertumpah.


❤️❤️❤️


David, Dito, dan Vanesha duduk bertiga dibawah pohon yang berada dihalaman belakang kampus. Dito dan Vanesha sedari tadi berbincang-bincang, seakan David hanya makhluk tak kasat mata yang berada ditengah-tengah mereka yang hanya mendengarkan dua sejoli itu bercerita ria.


Dito dan Vanesha memang telah meresmikan hubungan mereka yang dulunya merupakan teman bertengkar, kini menjadi sepasang kekasih. Benar apa yang orang bilang. Cinta itu tumbuh dimulai dari rasa saling membenci, dan itu terjadi pada mereka berdua.


David terkadang melontarkan beberapa pertanyaan pada Dito namun dijawab singkat atau bahkan sebuah anggukan oleh temannya itu. Ia pun menggelengkan kepalanya.


"Woy! gue masih disini jangan asik pacaran berdua aja, dari tadi omongan gue nggak ada yang nanggepin" ujar David dengan nada yang sedikit tinggi. Tentu saja ia geram dengan sikap keduanya yang menganggapnya tak ada.


"Lo kenapa rese bro, makanya cari cewek biar nggak sendirian" timpal Dito.


"Gue udah punya"


"Siapa? Keysha itu? ayolah bro, bahkan hampir setahun lo udah nggak dengar lagi kabar dia. Hubungan LDR itu nggak menjamin buat pasangan lo setia" tutur Dito yang langsung memotong ucapan David.


David hanya terdiam dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Dito. Jika ada lelaki yang paling setia pada pasangannya di muka bumi, maka David lah orangnya.


David cukup terkenal dikampusnya, terutama dikalangan para wanita. Gayanya yang keren dan juga ramah membuat pria itu menjadi idaman para wanita. Namun tak ada niat sedikit pun untuk David menduakan kekasihnya.


Walau setahun sudah tanpa adanya kabar dari wanita tersebut, David hanya memegang erat sebuah kepercayaan, karena hubungan jarak jauh itu hanya dijalani orang-orang yang luar biasa sabar dan kuncinya adalah saling percaya satu sama lain.


❤️❤️❤️


Malam ini Aurel meminta izin pada orang tuanya untuk mencari udara segar. Tentu saja bukan hanya itu yang menjadi tujuan Aurel, melainkan menemui Rasya.


Jika biasanya Rasya mengajaknya keluar dengan menemui kedua orang tuanya dan langsung meminta izin, kali ini tidak. Rasya menunggu Aurel di tempat biasa yang sering menjadi tongkrongan favorit mereka berdua.


Aurel mengemudikan mobilnya dengan perasaan tak tenang. Entah mengapa ia merasa akan ada hal buruk yang nantinya akan terjadi padanya. Aurel menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskanya secara perlahan guna untuk menenangkan dirinya.


"positif thinking Aurel, semuanya akan baik-baik saja" ujarnya menenangkan dirinya dan mempercepat laju mobilnya.


Sesampainya disana, dari kejauhan Aurel dapat melihat Rasya yang sudah duduk dibangku taman tengah menunggu kehadirannya. Aurel menyeret kakinya selangkah demi selangkah menghampiri Rasya.


"Maaf membuatmu menunggu" ucap Aurel yang juga menjatuhkan bokongnya di kursi panjang itu.


Rasya tersenyum simpul menanggapi ucapan Aurel.

__ADS_1


"Lumayan lama kita tidak bertemu" ujar Aurel sedikit canggung.


"Hmm iya, maafkan aku" timpal Rasya yang memandang ke arah Aurel dan mengulas senyum tipis.


"Oh tidak apa-apa, aku mengerti kamu sibuk dengan pekerjaanmu" ucap Aurel.


Mereka pun terjebak dalam keheningan yang cukup lama, tak seperti biasanya. Pria yang saat ini bersama Aurel lebih banyak diam dibandingkan mengajaknya berbicara.


"Aku sengaja mengajakmu kesini, aku ingin membicarakan sesuatu" ucap Rasya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Apa itu.." ucap Aurel sedikit takut.


"Sedari awal aku ingin membicarakannya padaku, namun kala itu rasa ego menguasaiku dan membiarkan semuanya seolah tak terjadi apa-apa" tuturnya.


"Apa yang ingin kau bicarakan" ucap Aurel yang tak sabaran.


"Kamu telah salah memilihku, aku bukanlah lelaki yang kamu tunggu. Maka dari itu aku ingin kamu mencintai lelaki yang benar, yang selalu mengirimkan mawar-mawar itu kepadamu. Dan itu bukanlah aku" ujar Rasya beranjak dari tempat duduknya.


"Mari kita berpisah" lanjut Rasya sesaat dan kemudian menyeret kakinya pergi


Deggg..


Dunia Aurel seakan runtuh dalam hitungan detik. Dan lagi-lagi dadanya terasa sakit, sungguh ini menyesakkan baginya.


"Apakah kau mencintaiku?" seru Aurel.


.


.


.




Bersambung...


Jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya, biar makin uwwu dan makin cinta 😘


salam manis Ryn ❤

__ADS_1


__ADS_2