Jangan Pergi

Jangan Pergi
SH Chapter 17


__ADS_3

Rasya baru saja keluar dari kamarnya. Ia pun mendekati kamar milik Reyhan. Tanpa ragu, ia masuk ke dalam kamar tersebut.


Rasya merindukan adiknya itu. Baru 4 hari setelah kepergian Reyhan, Rasya mendadak merasa sepi. Biasanya saat ini Rasya tengah duduk bersama Reyhan seraya menonton televisi dan menikmati kopi. Namun kali ini terasa sangat berbeda. Sepi, itulah yang dirasakannya saat ini.


Drrrtttt...


Getaran suara ponsel pun membuyarkan lamunan Rasya. Dilihatnya si penelpon tersebut yang tidak lain merupakan merupakan wanita sang pujaan hatinya.


Rasya pun dengan semangatnya langsung menjawab panggilan tersebut.


"Ada apa sayang?" ucapnya dengan manis.


"Rencananya besok malam aku mau ajakin kamu ke suatu tempat" ujar Aurel langsung tanpa berbasa-basi.


"Kemana?" tanya Rasya.


Aurel pun menyebutkan alamat tempat tersebut dengan cepat.


"Bentar, aku nggak ingat apa yang kamu bilang barusan" tutur Rasya.


"Catat! setelah ini nggak akan ada siaran ulang lagi" tukas Aurel.


Rasya pun dengan terburu-buru mengambil alat tulis dan kertas yang ada di meja belajar Reyhan. Ada beberapa buku yang dijatuhkan olehnya,namun belum Rasya mengabaikannya karena terburu-buru mencatat apa yang baru saja dikatakan oleh Aurel.


"Aku tunggu besok, jangan sampai nggak datang" ucap Aurel dari seberang telepon, dan kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Rasya hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum mengingat sikap lucu kekasihnya itu. Ia pun memungut buku-buku yang dijatuhkan olehnya barusan.


Salah satu yang menarik perhatian Rasya, yaitu sebuah buku gambar yang sering digunakan adiknya itu. Ia memberanikan dirinya melihat sketsa Reyhan.


Dilihatnya sketsa setangkai mawar.


Rasya mengangguk kagum akan arsiran pensil yang ditorehkan di kertas tersebut. Ia pun membuka halaman selanjutnya, sebuah gambar wanita cantik dengan senyum manisnya.


Rasya pun langsung tertegun seketika. Bagaimana tidak? wanita yang ada di gambar tersebut tidak lain adalah kekasihnya.


Ia kembali membuka halaman selanjutnya, dan semua gambar yang tertera merupakan orang yang sama, dengan beragam ekspresi.


Tangan Rasya mulai bergetar, namun ia tetap membuka lembaran demi lembaran sketsa yang ada di buku tersebut. Dan pada akhirnya, ia pun mencapai di halaman akhir. Rasya terkejut dan langsung menjatuhkan buku tersebut.


Sketsa wanita yang sedang tersenyum saat menerima setangkai mawar.


"Mustahil.." gumam Rasya yang mulai dirundung rasa takut.


"Ini semua tidak mungkin" gumamnya lagi.


Ia pun langsung mencari kontak Reyhan dan mengajak adiknya itu bertemu.


.


.

__ADS_1


.


Reyhan mondar-mandir di depan gang yang berada di depan kontrakannya tersebut. Karena ini adalah pertama kalinya Rasya mengunjungi Reyhan, dan Rasya pun tentunya tidak tahu letak kontrakan yang ia tempati saat ini.


Belum lama kemudian, mobil yang sering dikendarai oleh abangnya pun tiba di tempat tersebut. Rasya turun dari mobil dan menghampiri adiknya itu.


"Dimana kontrakan Lo?" tanya Rasya.


"Disitu bang" ujar Reyhan menunjuk salah satu bangunan berjejer tersebut.


Reyhan mengajak abangnya itu berkunjung ke tempat tinggalnya saat ini. Rasya pun mengekor dari belakang.


"Masuk bang" ucap Reyhan mempersilahkan Rasya.


Rasya pun mengangguk, ia memasuki tempat tersebut.


"Han, kenapa lo nggak nyewa apartemen aja. Nanti biar gue yang bayar sewanya" tutur Rasya.


"Nggak usah bang, gue nyaman kok disini" timpal Reyhan seraya menyuguhkan kopi untuk abangnya itu.


"Lo mau ngomong apa bang?" tanya Reyhan yang tampak penasaran dengan ucapan Rasya di telepon tadi.


Rasya pun kemudian gugup. Entah ia harus mengatakannya atau tidak.


Reyhan menyadari perubahan raut wajah Rasya. Ia pun mengulangi pertanyaannya tadi.


"Lo mau ngomong apa?" tanya Reyhan lagi.


Reyhan yang baru saja hendak menyesap kopinya pun langsung menghentikan aktivitasnya. Belum lama kemudian ia tersenyum.


"Baguslah kalau begitu, gue ikut senang dengarnya" jawab Reyhan dengan memasang raut wajah seperti biasanya.


Reyhan mencoba sekeras mungkin untuk menyembuhkan rasa sakitnya. Tentu saja hal yang baru dilontarkan oleh Rasya melukai perasaannya.


Bagaimana pun juga Reyhan juga menaruh rasa pada Aurel, hanya saja ia terlalu naif untuk mengakuinya.


.


.


.


Rasya berpamitan pulang setelah obrolan singkat yang diceritakannya barusan. Ia pun langsung masuk ke dalam mobilnya. Sesungguhnya hal yang ingin ditanyakan pada Reyhan bukanlah hal yang tadi dibicarakannya. Rasya merasa takut untuk mengatakannya. Takut jika mengetahui kebenarannya, bahwa pria yang Aurel tuju bukan dirinya melainkan adiknya sendiri.


"Maaf, aku harus mengikuti rasa egoku untuk kali ini" gumam Rasya yang kemudian menghidupkan mesin mobilnya dan menuju ke rumah.


❇❇❇


Alviro sibuk berkutat dengan beberapa dokumen yang ada di meja kerjanya.


Tokkk ... Tokkk ...

__ADS_1


Roland pun muncul dari balik pintu.


"Pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak" ujar Roland.


"Siapa?"


Roland pun memberikan kode pada orang tersebut untuk masuk ke ruangan.


"Baiklah, silahkan duduk" ucap Alviro mempersilahkan tamu tersebut.


"Kamu boleh keluar" tukasnya pada Roland.


Roland pun menyeret kakinya keluar dari sana.


"Saya Ardan" ucap pria tersebut memperkenalkan dirinya.


"Maaf sebelumnya telah mengganggu waktu anda. Saya kesini ingin menanyakan sesuatu" ujar lelaki tersebut.


"Silahkan ... apa yang akan anda tanyakan, Pak Ardan?" tanya Alviro.


"Clara .." nama tersebut lolos begitu saja dari mulutnya.


"Apa maksudmu?" tukas Alviro dengan rahang yang sedikit mengeras.


"Dimana Clara?" tanya Ardan.


"Siapa kamu ..." ujar Alviro dengan nada yang tinggi.


"Saya ... lelaki yang telah menghamilinya"


.


.


.


Bersambung ..


Uwwuu cut.. cut.. lanjut buat chapter selanjutnya 😌.


Jangan lupa untuk like, coment, dan votenya ya😆


Ngga vote, up buat besok di pending😌 wkwkwk aku malak mode on😂🙈


Yang belum tekan bintang 5, cuss gih di tekan Ampe penuh ampe luber biar makin cinta😘


sampai jumpa di chapter selanjutnya..


salam sayang dari aku si remahan rengginang😘


.

__ADS_1


__ADS_2