
maaf typo yang bertebaran🙏🙏
happy reading😉
"berapa semuanya biar saya yang bayar" ujar Abizar.
kasir tersebut menyebutkan nominalnya, abizar langsung mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya.
setelah melakukan transaksi pembayaran, Abizar mengeluarkan uang 500ribu lalu diletakkan di meja kasir dengan sedikit hentakan. wanita tersebut terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Abizar
"ini untuk membeli mulut kamu yang kasar kepada pelanggan. lain kali kamu harus sabar menghadapi pelanggan, bukankah kamu digaji hanya untuk itu"
ujar Abizar.
"udah mas ayo kita pulang" tukas Alea
"untung kamu gak saya laporin sama atasan kamu" oceh Abizar sambil menenteng belanjaan Alea dan menarik Alea keluar.
"kamu lain kali ngelawan dong, jangan mau di injak-injak seperti itu" ujar Abizar emosi
Alea hanya terdiam. namun ketika ia melihat tong sampah yang tak jauh dari situ, ia menemukan dompet yang sedari tadi ia cari.
"itu dompetku" ujar Alea bersemangat.
Alea memeriksa dompet tersebut dan benar saja, rupiah yang ada didalamnya raib tak tersisa.
"kenapa? uangnya udah gak ada?" tanya Abizar.
Alea hanya mengangguk.
"tapi setidaknya dompet ini tidak hilang mas, karena ini adalah kado terakhir dari keluargaku tepat sebelum mereka pergi" ujar Alea mengelus dompet tersebut.
"nanti uangnya akan aku kembalikan mas" lanjut Alea
"gak usah, lebih baik kamu simpan uang itu" jawab Abizar
"tapi mas"
"pokoknya gak ada tapi-tapian. mari pulang biar aku yang antar" ujar Abizar.
__ADS_1
Alea pun langsung menuruti kata Abizar.
sesampainya mereka didepan rumah, Abizar mengeluarkan semua belanjaan Alea.
"mas taruh disini aja" tukas Alea.
"biar aku yang bawa kedalam belanjaan kamu lumayan banyak" ujar Abizar.
Alea langsung menuju ke dapur diikuti oleh Abizar.
"makasih mas, maaf udah ngerepotin" ujar Alea setelah semua belanjaannya diletakkan oleh Abizar di meja.
"gak ngerepotin kok" jawab Abizar.
"mas mau minum apa?" tanya Alea
"gak usah Leah, aku langsung pulang aja" ujar Abizar
ketika Alea mengantarkan Abizar pulang namun ia melihat Alviro yang baru pulang dari kantor.
wajah Alviro tampak mengeras ketika mendapati istrinya membawa lelaki lain di dalam rumahnya.
"Abizar. ." ujar Alviro yang langsung memotong perkataan Alea.
"kok mas Al tau? apakah kalian saling kenal?" tanya Alea.
Abizar menganggukan kepalanya.
"hey Alviro gimana kabar lo? oh ya tadi gue cuma nganterin belanjaan bini loe" ujar Abizar berbasa-basi
"seperti yang lo liat, kabar gue baik" ujar Alviro yang tampak menyipit tak suka.
"gue pamit pulang" tukas Abizar sambil menepuk pundak Alviro yang tampaknya mulai mengetahui raut wajah tak suka dari Alviro.
"mas, tadi dompetku hilang terus ada mas Abi lagi disana. dia bayarin semua belanjaan tadi" ujar Alea menjelaskan
"yah bodo amat, aku juga gak perduli" jawab Alviro langsung meninggalkan Alea.
"tapi kamu tampaknya sudah salah paham mas" gumam Alea lirih.
__ADS_1
Alviromenghempaskan tas kerjanya di kasur. ia tampak kesal dengan kejadian yang baru saja ia lihat. istrinya memang tidak bermesraan dengan Abizar, namun entah mengapa ia merasa begitu cemburu disaat mengetahui bagaimana Abizar memperlakukan Alea jauh berbeda dengan Alviro.
"dia bilang cuma bayar belanjaan tapi kenapa harus sampai dibawa ke rumah" ujar Alviro kesal.
* * *
keesokan harinya, Alea yabg sudah rapi hendak berangkat bekerja. dilihatnya Alviro yang sudah menunggunya sedari tadi di dalam mobil.
"mas, gak usah nunggu kalau aku lama. nanti mas telat ke kantornya" ujar Alea
"terserah aku mau nunggu kamu apa enggak!" tukas Alviro acuh tak acuh.
Alea hanya terdiam. sesampainya ditempat tujuan, Alea turun dari mobil, Alviro pun langsung melaju ke jalanan dengan sedikit terburu-buru.
sebenarnya hari ini dia ada rapat dikantornya.
hanya karena takut jika istrinya diantar lagi oleh lelaki lain, Alviro rela terlambat datang ke kantornya hari ini.
setibanya disana, ia melihat Roland yang sudah menunggunya sedari tadi.
"pak. . semua orang sudah kumpul diruang rapat" ujar Roland.
"baiklah. saya akan segera kesana" jawab Alviro tegas.
Roland pun hanya mengikuti langkah Alviro dan menuju ruang rapat.
"tumben datangnya siang biasanya si Alviro selalu datang tepat waktu" ujar Roland dalam hati.
.
.
.
terimakasih telah setia mengikuti cerita ini.
ikuti terus yah kisah selanjutnya.
jangan lupa like dan komen nya😁
__ADS_1
salam manis RPS😊