Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 47. Trauma


__ADS_3

Irene beberapa kali melirik ke arah Reyhan yang masih fokus mengemudi. Namun saat Reyhan melihat ke arahnya gadis itu pun langsung mengalihkan pandangannya.


"Ada apa? bicarakan saja" ucap Reyhan seraya tersenyum melihat sekilas ke arah istrinya itu.


"Emmm.. itu.. terimakasih untuk hari ini" ujar Irene.


Reyhan tersenyum sekilas, akhirnya semua yang direncanakannya berjalan dengan sempurna. Kini istrinya itu telah mengetahui asal-usul dirinya dan bisa memaafkan kedua orang tuanya.


"Seharusnya ucapan terimakasih saja tidak cukup, namun karena aku adalah orang yang baik jadi aku bisa menerima ucapan terimakasihmu itu" ucap Reyhan yang mulai memasuki mode menyebalkan.


"Lantas kau mau bagaimana? jika kau mau uang sebagai imbalannya tentu saja aku tidak akan bisa membayarmu. Kau bahkan tidur ditumpukkan uang" tukas Irene.


Entah kenapa memancing amarah istrinya itu membuatnya candu. Terkadang bahkan Irene sedang tenang-tenangnya justru Reyhan memancing perseteruan hanya karena suka mendengar celotehan dari istrinya itu.


Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Reyhan pun memasuki halaman rumahnya. Reyhan langsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi tanpa menurunkan Irene terlebih dahulu.


"Entahlah aku tidak akan berteriak untuk kau menuruniku didepan karena aku tahu kau melakukannya dengan sengaja" ujar Irene acuh dan langsung turun dari mobil.


Reyhan tertawa terbahak-bahak saat melihat istrinya yang terlihat acuh namun wajahnya menunjukkan hal yang lain lagi.


Pria itu pun langsung turun dan menyusul istrinya yang terlebih dulu menuju ke kamar.


...


"Aku mandi terlebih dahulu" ujar Irene sembari meletakkan tas tangannya.


"Kau nanti saja setelahku"


"Bisakah untuk tidak bersikap menyebalkan sekali saja" ucap Irene dengan penuh penekanan.


"Jika kau tidak mau mengalah ya sudah kita mandi berdua saja" celetuk Reyhan dengan santainya.


Pria itu pun mengambil langkah cepat hendak memasuki kamar mandi, namun Irene pun tak kalah cepat. Gadis itu langsung melesat dan menutup pintu kamar mandi itu dengan segera.


Reyhan mencoba menahan pintu tersebut yang masih belum tertutup sempurna, namun Irene segera menggigit tangan Reyhan hingga pria itu melepaskan pintu tersebut sembari meringis kesakitan.


"Kau..." ucap Reyhan terpotong karena merasa jarinya hampir putus akibat ulah Irene.


"Rasakan kesakitan ku..." ujar Irene sedikit mengolok karena dirinya merasa kesal dengan sikap Reyhan sedari tadi.


Reyhan pun menjauh dari depan pintu kamar mandi. Membiarkan istrinya itu membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.

__ADS_1


Irene melepaskan seluruh pakaiannya, dan berdiri di bawah air shower yang membasahi seluruh tubuhnya. Gadis itu pun tersenyum karena merasa beban yang dipikulnya telah terangkat.


Semua itu karena suaminya. Meskipun ia adalah pria yang paling menyebalkan didunia ini, namun pengorbanan yang dilakukannya amat lah besar.


Terkadang Irene bertanya-tanya, apakah pria itu melakukannya hanya merasa kasihan terhadap dirinya atau ia memiliki perasaan yang sama dengan Irene.


Namun pilihan kedua tampak berlebihan bagi Irene. Karena yang Irene ketahui, Reyhan hanya merasa iba bukan cinta.


...


Setelah membersihkan dirinya, Reyhan mengeringkan rambutnya menggunakan handuk. Dilihatnya istrinya itu sudah tertidur pulas.


Reyhan pun mendekati istrinya itu, menaikkan selimut yang menyingkap tubuh istrinya. Dipandanginya gadis yang selalu menjadi mood booster nya setiap hari.


"Sepertinya kau lelah sekali hari ini, maaf karena selalu membuatmu kesal" ucap Reyhan tersenyum tipis.


Ia pun meraih Ipad-nya, mengecek beberapa email yang berurusan dengan pekerjaannya. Kening Reyhan berkerut saat menerima laporan bahwa proyek yang selama ini ia garap ternyata hingga hari ini belum selesai juga. Padahal suntikan dana terus berjalan.


Reyhan membuat sebuah proyek yang diberi nama Rumah Sehat disuatu desa terpencil. Hal tersebut dipergunakan agar masyarakat yang kurang mampu dapat berobat disana secara gratis.


Hal tersebut sengaja dilakukannya karena dulu saat dirinya berada di negara orang lain, ia berbaur dengan masyarakat kecil dan biaya pengobatan yang begitu tinggi. Dari situlah Reyhan tergerak hatinya jika suatu hari nanti pria itu dapat membantu walaupun hanya dalam hal yang kecil.


...


Malam itu hujan turun sangat deras, kilat pun terdengar begitu menggelegar. Reyhan terbangun dari tidurnya dan langsung melihat kesamping. Benar saja, istrinya sudah tidak lagi berada disampingnya.


Reyhan pun segera mencari keberadaan istrinya itu, pria itu menghidupkan lampu kamarnya dan melihat istrinya tengah meringkuk sembari memeluk lututnya.


"Tolong jangan sakiti aku" lirih Irene yang membuat dada Reyhan terasa nyeri saat itu juga melihat kondisi istrinya saat ini.


Entah seberapa berat dan bejat orang yang memperlakukan istrinya itu di masa lalu. Namun jika Reyhan kembali mengusik masa lalunya akan lebih berat lagi untuk istrinya itu.


"Aku tidak akan menyakitimu" ucap Reyhan mendekati Irene.


Namun tidak seperti kemarin, kali ini gadis itu sedikit memberontak tak mau didekati oleh Reyhan.


Mau tak mau pria itu pun menjauh dari istrinya, memutar otak agar istrinya itu kembali merasa tenang.


Reyhan bergegas keluar dari kamarnya. Ia mengambil semua lilin hias yang disimpannya digudang belakang. Jangan tanyakan bagaimana Reyhan mendapat benda tersebut, karena rencananya ia akan membuat kejutan setelah istrinya itu bertemu dengan keluarganya.


Hal yang direncanakan jauh-jauh hari tampaknya gagal. Karena ia harus membuat persiapan tersebut malam ini juga. Reyhan tahu jika keesokan harinya Irene akan melupakan semua yang terjadi malam ini. Namun tetap saja Reyhan tak perduli dengan semua itu.

__ADS_1


Pria itu kembali ke kamar, menyusun lilin hias tersebut dengan sendiri. Sesekali ia melirik istrinya itu yang masih meringkuk ketakutan.


Setelah menata lilin didalam kamarnya, Reyhan menghidupkan lilin tersebut satu persatu. Pria itu kemudian mematikan lampu kamar. Menyulap ruangan tersebut menjadi indah dengan lilin yang tertata rapi berbentuk hati dengan ukuran besar.


"Seharusnya aku menambahkan ribuan kelopak mawar agar terlihat sempurna, namun persiapanku belum matang" gumam Reyhan.


Irene melihat ke arahnya, memperhatikan hiasan yang dibuat suaminya itu secara seksama.


Reyhan dengan perlahan mendekati istrinya, mengulurkan tangannya. Walaupun sedikit ragu, Irene menerima uluran tangan Reyhan, dengan perlahan berjalan mendekati lilin yang berbentuk hati tersebut.


Irene menatap wajah Reyhan dengan tatapan kosong, namun Reyhan membalas tatapan tersebut sembari tersenyum tulus.


"Aku mengerti mungkin kau melalui semua ini dengan berat" ucap Reyhan.


"Namun aku ingin kau melupakan hal yang membuatmu sakit, hal yang pahit dalam hidupmu dan menggantikannya dengan malam ini" imbuh Reyhan.


Mata Irene tertuju ke dalam manik mata Reyhan seolah gadis itu hendak mempercayainya sepenuhnya. Namun saat mendengar suara gemuruh membuat Irene kembali takut dan menutup telinganya.


Reyhan pun kembali berusaha menenangkan Irene, membingkai wajah gadis itu.


"Hapus semua ketakutanmu, mulai malam ini aku akan menggantikannya dengan hal yang indah. Tak perduli jika kau terjaga keesokkan harinya dan melupakan semuanya, namun saat ketakutan itu kembali mengganggumu ada aku yang akan menciptakan hal yang indah untuk menghapus ketakutanmu. Aku tak akan pernah lelah untuk melakukan hal itu" ujar Reyhan tulus.


Tanpa disadari air mata Irene pun menetes, Reyhan menyeka air mata tersebut dengan lembut.


"Aku mencintaimu Irene" ucap Reyhan.


Pria itu pun mendekatkan wajahnya, mengecup bibir istrinya dengan lembut membuat Irene terbuai saat itu juga.


Kecupan yang ringan menjadi sebuah pagutan. Membopong tubuh Irene dan membaringkannya di atas tempat tidur. Saat melihat Irene yang bak kehabisan nafas, Reyhan segera melepas pagutannya. Mengakhirinya dengan memberikan kecupan hangat dikening Irene.


"Tidurlah, aku tidak akan melakukan apapun" ucap Reyhan seraya memeluk tubuh istrinya itu.


Pria itu berusaha keras menahannya walaupun dirinya begitu menginginkannya. Karena Reyhan tahu bahwa irene akan melupakan semuanya keesokan harinya.


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2