Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 82


__ADS_3

Alea merebahkan dirinya di kamar. Hari ini cukup melelahkan baginya. Bagaimana tidak? ia harus berdiri berjam-jam menyalami tamu yang tidak bisa dibilang sedikit.


Cekelek. .


Suara pintu kamar mandi pun terbuka. Alviro menampakkan dirinya dari belakang pintu dengan rambut basah serta kain handuk yang masih melilit dipinggangnya.


Alea pun langsung bangkit dari tidurnya dan mengalihkan pandangannya.


"ada apa denganmu?" ujar Alviro yang melihat gerakan cepat Alea.


"lain kali mas pakai bajunya dari kamar mandi aja" sahut Alea.


"memangnya ada apa Leah, aku kan suamimu. kelak kamu akan terbiasa" ujar Alviro sembari mengambil baju di lemari dan memakainya.


"aku belum terbiasa mas" ucap Alea setengah berbisik.


Sementara Alviro hanya diam mendengar penuturan Alea.


Alea merasa bersalah mengucapkan kata-kata tersebut. bagaimana pun juga Alviro adalah suaminya. Seharusnya Alea membiasakan diri mulai dari sekarang.


"kamu gak ganti baju? gaun itu sepertinya kurang nyaman jika dibawa tidur" tukas Alviro


"ehh iya mas" ucap Alea gugup.


Alea pun mulai menurunkan resleting gaunnya yang terletak dibelakang, namun Alea tampak kesusahan untuk menjangkaunya.


Alviro yang melihat Alea pun langsung membantunya membuka gaun tersebut.


Perlahan demi perlahan punggung Alea pun semakin terbuka. Alviro yang melihatnya pun langsung menelan salivanya.


Sungguh ia ingin memakan Alea saat ini juga, namun Alviro tidak ingin menyakiti Alea dengan hal tersebut. Pastinya ia tidak akan menyentuh Alea sampai Alea benar-benar siap.


"ya udah kamu mandi dulu,sayang. gak usah takut. aku tidak akan memintanya jika kamu belum siap" ujar Alviro lembut.


"ya udah. kalau begitu aku mandi dulu ya mas" ucap Alea yang kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


.


.


Alea berdiri dibawah guyuran shower. Ia masih memikirkan ucapan suaminya barusan.


aku tidak akan memintanya jika kamu belum siap


Alea sungguh merasa bersalah sudah bersikap seperti itu pada suaminya. Bagaimana pun juga melayani sang suami adalah kewajiban dari seorang istri.

__ADS_1


Alea mematikan kran dan langsung mengenakan handuknya.


Alviro yang sedari tadi mati-matian menahan gejolaknya. Saat pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan sang istri yang dengan hanya menggunakan kain handuk yang terlilit di tubuh rampingnya, serta rambut panjangnya yang basah membuat Alviro susah untuk bernafas.


"sial bagaimana bisa aku menahan godaan seperti ini" umpat Alviro dalam hati.


"Leah. . aku. . aku keluar dulu biar kamu nyaman ganti baju" ujar Alviro gugup.


Namun disaat Alviro hendak melangkahkan kakinya pergi, Alea langsung menahan Alviro.


"mas, aku akan memberikan hak mu malam ini" ujar Alea.


"tapi Leah. ."


"aku gak apa-apa mas, itu adalah kewajibanku" ucap Alea.


Alviro menatap kedalam manik mata istrinya itu, Alviro sungguh tidak bisa mengelak bahwa ia benar-benar menginginkan Alea.


"baiklah, aku akan melakukannya dengan perlahan" ucap Alviro seraya membaringkan tubuh Alea di tempat tidur.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Alea mengernyitkan dahinya karena pantulan sirna matahari menerpa wajahnya. Ia melihat wajah tampan suaminya itu berada tepat didepan wajahnya.


Alea pun memberanikan dirinya menyentuh hidung tinggi suaminya tersebut kemudian beralih ke bulu mata lentik Alviro.


"aku tahu kamu pura-pura tidur sayang" ujar Alviro.


Alea pun membuka matanya perlahan. Alviro yang melihat tingkah lucu istrinya itu langsung terkekeh.


"selamat pagi istriku" ucap Alviro seraya memberikan ciuman singkat di bibir Alea.


"mas,kamu mandi dulu sana" ujar Alea


Alviro kembali mengecup singkat bibir Alea dan langsung beranjak dari tempat tidur.


Alea mencoba untuk beranjak dari tempat tidurnya namun ia mengernyit menahan sakit yang luar biasa di pangkal pahanya. Hal tersebut tentunya akibat dari pergulatannya semalam bersama suaminya.


Bagaimana pun juga ini adalah hal pertama kali baginya karena dipernikahannya terdahulu Alea tidak pernah melakukannya dengan Alviro.


Alviro keluar dari kamar mandi seraya mengelap rambutnya dengan handuk.


Alea pun bergantian masuk ke dalam kamar mandi tersebut dan membersihkan dirinya.


❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇❇

__ADS_1


Alea dan Alviro menuruni tangga. Dilihatnya Regita dan Reksa sudah menunggunya di meja makan.


Mereka pun ikut bergabung sarapan bersama kedua orang tuanya.


"ehemmm. . pengantin baru bangunnya kesiangan" goda Regita.


"apaan sih ma. ." ujar Alviro.


Alea hanya tersenyum seraya mengambilkan sarapan untuk Alviro.


"kamu gak ngajak Alea honeymoon Al?" tanya Regita.


"kamu mau honeymoon kemana sayang?" tanya Alviro pada Alea.


"gak usah deh mas, kerjaan kamu numpuk. kita jalan-jalan lain kali aja sekalian sama mama dan papa" ucap Alea.


"loh kenapa Leah? Kerjaan Al biar papa yang urus" tukas Regita.


"Bakalan ngerepotin papa lagi ma, kemarin mas Al ke New York, papa juga yang ngurusin kerjaannya mas Al. Leah gak mau ngerepotin mama dan papa" ucap Alea.


Regita pun tersenyum mendengar penuturan Alea.


"iya ma, kami honeymoonnya bisa dimana aja" sahut Alviro terkekeh.


"oh ya, ma rencananya siang ini Al sama Leah mau pindah kerumah kami" imbuh Alviro.


"ya udah kalau gitu mama minta cucu yang banyak yah biar rame" ujar Regita.


Reksa pun menyetujui ucapan istrinya tersebut.


"siap ma" ucap Alviro.


Sementara Alea hanya nyengir kuda.


.


.


.


Terimakasih sudah membaca😊 jangan lupa untuk like, komen, dan vote ceritanya supaya author lebih semangat lagi nulisnya😊


salam manis RPS😊


__ADS_1



__ADS_2