Jangan Pergi

Jangan Pergi
SH Chapter 36


__ADS_3

Dahulu jantungku berdebar sangat kencang saat bersamamu, namun seiringnya waktu akan tawar dan bahkan hambar.


###


Alviro duduk di teras seraya menggeser tab yang ada ditangannya. Alea pun menghampiri suaminya itu sembari membawa nampan yang berisi teh hangat serta camilan yang menjadi pendampingnya.


"Sedang apa pa? sepertinya sibuk sekali" tanya Alea.


"Ini ma, papa lagi ngecek keuangan perusahaan yang dikirim Roland melalui email" sahut Alviro.


"Jangan terlalu sibuk dengan perusahaan pa, kalau dirumah waktunya istirahat. Takutnya papa drop lagi" ucap Alea.


"Ya mau gimana lagi ma, coba kalau kita punya anak laki-laki, mungkin sekarang papa bisa bersantai. Aurel sibuk dengan Shopie Apparel" tutur Alviro.


"Mau bagaimana lagi pa, andai saja waktu itu mama tidak terkena kista yang mengharuskan untuk rahim ini diangkat, pastinya mama sudah memberikan Aurel seorang adik" gumam Alea lirih.


Alviro pun langsung melepaskan tab dan diletakkannya diatas meja. Ia pun meraih kedua tangan istrinya yang sudah dengan raut wajah sedih.


"Ma.. papa sangat bersyukur mama diberikan kesehatan sampai saat ini. Dan papa juga berterima kasih karena mama telah melahirkan putri yang cantik. Saat ini papa tidak mengharapkan apa-apa lagi. Papa hanya ingin keharmonisan dalam sebuah keluarga. Tak perduli kekurangan apapun dari diri mama, papa akan terima dengan lapang" ucap Alviro dengan lugas.


"Terima kasih pa, lelaki terhebatku" ujar Alea penuh haru.


Alviro hanya menganggukkan kepalanya. Sesaat kemudian, putri semata wayangnya pun muncul dari belakang pintu. Ia mengambil posisi yang duduk didekat Alea.


"Nak, kapan kira-kira kamu menikah. Papa sudah waktunya pensiun dari dunia perbisnisan. Papa ingin menghabiskan hari tua bersama mama kamu" ujar Alviro.


"Menikah?"


"Iya menikah, biar suami kamu nanti yang menggantikan posisi papa" tukas Alviro.


"Tapi Rasya sibuk diklinik pa, lagi pula dunia bisnis hal baru baginya. Yang ia pahami hanya dunia medis" ucap Aurel.


"Ehh.." Alea yang terperangah, sementara Alviro sudah menahan senyumnya sedari tadi.


"Rasya sudah menjadi kandidat suami Aurel ma" ujar Alviro yang tertawa sembari menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Sepertinya sih iya pa" ucap Alea singkat sembari tersenyum.


"Mama.. papa.." seru Aurel sembari menutup wajahnya yang mulai memerah karena rasa malu.


Alea dan Alviro pun menertawakan tingkah putrinya itu. Sedangkan wajah Aurel merah padam karena rasa malu


❤️❤️❤️❤️


Rasya saat ini tengah berada dikontrakan adiknya itu. Belum lama kemudian Reyhan datang dengan membawa dua gelas kopi ditangan kiri dan kanannya.


"Ngopi bang" tawar Reyhan.


"Thanks han" ujar Rasya.


Rasya memperhatikan secara seksama saat adiknya menyesap kopi yang dibawanya tadi. Reyhan pun memergoki pandangan Rasya yang selalu memperhatikannya sedari tadi.


"Ada apa bang? dibadan gue ada yang aneh?" tanya Reyhan yang terheran dengan sikap abangnya yang tak biasa


"Maafin gue Han" satu kalimat lolos dibibir pria itu.


"Maaf karena gue merebut posisi lo dihatinya Aurel, gue abang yang egois yang mementingkan kepentingan gue sendiri, tanpa sadar lo terluka dalam karena gue" tutur Rasya dengan rasa bersalah.


"Bang.. Aurel cinta sama lo bukan karena lo egois. Tapi karena pengorbanan lo lebih besar bang. Gue cuma bisa buat hatinya sakit bang, dia nggak bahagia sama gue" ujar Reyhan.


"Jujur, sampai saat ini pun jantung gue berdebar hanya dengan mendengar namanya saja. Tapi itu semua percuma bang. Dia cinta sama abang bukan gue. Jikalau pun nantinya dia bersama gue, malah gue yang sakit bang. Sakit lihat dia nggak bahagia. Maka dari itu gue minta bang, buat Aurel bahagia bersama abang" jelas Reyhan panjang lebar.


Rasya pun merangkul adiknya seraya menepuk pundak sang adik.


"Terima kasih Han, gue janji gak akan menyakiti hati Aurel" gumam Rasya.


Reyhan hanya menganggukkan kepalanya sembari mengulas senyumnya.


❤️❤️❤️❤️


David berbaring dikamarnya. Pikirannya melayang entah kemana. Ia pun meraih ponselnya yang berada di atas nakas tak jauh dari tempat tidurnya. Dibukanya galeri foto yang hampir penuh oleh fotonya bersama wanita yang paling istimewa baginya.

__ADS_1


Perlahan demi perlahan ia menggeser satu persatu foto yang ada digalerinya. Dengan perasaan yang hancur akan sebuah penantian yang berujung sebuah pengkhianatan.


Setelah membuka galeri foto tersebut, ia pun beralih membuka sosial medianya satu persatu. Dimana galeri sosial medianya penuh dengan foto mereka berdua. Dimulai dari gaya yang konyol, tawa bahagia dan masih banyak lagi.


Tess..


Setetes air mata dengan tidak sopannya jatuh dipipinya. Mewaklili perasaan hancur yang dialaminya saat ini. Ia ingin murka karena ini sungguh tidak adil baginya. Namun kemurkaannya hanya ditumpahkannya melalui air mata. Biarlah ia dianggap lelaki yang cengeng karena menangisi sesuatu yang hilang. Sesuatu yang amat berharga baginya.


Setelah lama memandangi foto yang ada disosial medianya satu persatu. Ia pun menekan delete disetiap foto tersebut. Walaupun semua terasa berat baginya, kenangan yang membuatnya bahagia seakan menjadi bumerang saat ini juga.


Hingga sampai pada foto terakhir, dimana foto yang memperlihatkan sebuah gelang couple titanium emas silver, yang memiliki ukiran endless love dikedua gelang tersebut. David pun menekan delete hingga foto terakhirnya serta video yang berdurasi 15 detik, saat memperlihatkan kekasihnya itu melambaikan tangannya seraya menyerukan kalimat I love you so much.


David pun mendelete video tersebut dan melemparkan ponselnya disisi tempat ia berbaring. Dilihatnya tangan yang masih memakai gelang yang berukuran sama dengan milik pasangannya. Ia pun melepas gelang tersebut dan menaruhnya di laci nakasnya.


"Jantungku berdebar kencang setiap mengingat kenangan manis itu, namun debaran itu akan tawar dengan seiringnya waktu. Saat aku ingat semua atas pengkhianatan yang kamu buat" ucapnya lirih dan menutup kembali laci tersebut.


❤️❤️❤️❤️


Di lain tempat, di waktu yang berbeda. Seorang wanita menangis sembari memegang ponselnya. Membuka sosial media milik seseorang yang pernah mengisi tawa dihidupnya.


Dilihatnya foto yang dulunya hanya ada dirinya dan pria itu, namun kini tak satu pun yang tersisa.


"Maafkan aku.. andai kamu tahu bahwa hatiku pun sama hancurnya saat ini" ucap wanita tersebut sesegukan. Tubuhnya bergetar dan air matanya pun tak berhenti mengalir dengan derasnya.


.


.


.




Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2