
untuk para readers, author boleh ya minta tolong untuk dukung novel ini dengan cara vote🙏🙏🙏.
terimakasih😊
.
.
.
Alea tiba dirumah dengan perasaan hancur. ia langsung menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur. air matanya terus mengalir deras dari pelupuk matanya. ia merasa bahwa kali ini lebih menyakitkan lagi dibandingkan yang kemarin.
Alea berencana malam ini untuk menemui suaminya karena ia tidak ingin terlalu berlama-lama bertengkar dengan suaminya dan Alea juga mencoba untuk menyingkirkan sikap egois yang dikatakan suaminya kemarin, namun apa yang ia lihat malam ini merupakan sebuah pengecualian. tidak ada wanita yang ikhlas jika suaminya dikecup oleh wanita lain.
"aku benci kamu mas. aku benci!!" teriak Alea sambil menyingkirkan apa saja yang ada dihadapannya saat itu.
bik Ijah mendengar hal tersebut hanya bisa berdiam diri sambil menitikan air mata. bagaimana tidak, Alea selama ini sudah cukup tersakiti oleh suaminya.
bik Ijah merupakan saksi bisu atas apa yang terjadi dengan rumah tangga majikannya.
Alea keluar dari kamarnya dengan mata yang sembab. ia terkejut melihat bik Ijah yang tidak jauh dari kamarnya tampak mengusap air matanya.
Alea langsung berhambur ke pelukan bik Ijah. air matanya langsung tertumpah begitu pula dengan bik Ijah. mereka pun menangis bersama.
__ADS_1
"bik. tolong jangan pernah kasih tau mama dan papa tentang semua ini bik, Leah mohon" pinta Alea sambil sesegukan.
"iya nyonya, saya janji gak akan cerita apa-apa" ucap bik Ijah sambil menghapus air mata Alea.
"makasih bik" ujar Alea tersenyum lirih.
Alea mencoba memejamkan matanya, namun matanya tetap saja enggan untuk terpejam. diliriknya jam di ponselnya sudah menunjukan pukul 2 dini hari.
ingatannya kembali pada kejadian tadi, dimana saat Clara bergelayut manja dengan Alviro dan langsung mencium pipi suaminya itu, yang membuat Alea lebih sakit lagi tampakbya suaminya tidak ada penolakan sama sekali.
"ternyata aku salah menilaimu mas, aku kira kamu lelaki yang baik tapi kenyataannya tidak" gumam Alea lirih.
air matanya kembali mengalir. kesedihan Alea sudah tak terbendung lagi. mengingat hal tadi membuatnya sakit serasa pedang yang sedang dihunuskan oleh Alviro menembus ke jantungnya.
di lain tempat, Alviro yang tampak tidak nyaman tidur di kantor. ia masih geram atas perlakuan Clara di parkiran tadi. untung saja tidak ada orang lain disana, jika ada orang yang melihat mereka bisa menghancurkan reputasi Alviro dan pastinya akan sampai ke telinga orang tua nya.
suara adzan subuh telah berkumandang, Alea langsung bangun untuk menunaikan sholat subuh. saat ia hendak beranjak dari tempat tidur, tiba-tiba saja rasa sakit kepala mulai menyerangnya.
"mungkin aku kurang tidur semalam" gumam Alea.
Alea tetap saja memaksakan dirinya bangun karena hendak menunaikan sholat.
setelah berwudhu, tiba-tiba saja bik Ijah menghampiri Alea dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
"nyonya saya minta izin untuk pulang kampung karena cucu saya sakit lagi dan sedang berada dirumah sakit. setelah 3 hari saya janji akan langsung kesini lagi" ujar bik Ijah.
"bibik urusin aja dulu sampai cucu bibik sampai benar-benar sembuh ya bik, kalau belum pulih dalam waktu tiga hari, bibik bisa perpanjang cuti bibik" ujar Alea
"terimakasih banyak nyonya, saya sangat berterimakasih karena diberikan keringanan. ya udah nyonya kalau begitu saya pamit dulu" tukas bik Ijah.
"iya bik, hati-hati di jalan" ujar Alea.
sepeninggal bik Ijah, Alea menuju kamarnya untuk menunaikan sholat, namun tiba-tiba rasa sakit kepalanya kian menjadi dan Alea pun langsung jatuh pingsan.
Alviro memarkirkan mobilnya di depan rumahnya. ia sengaja pulang pagi-pagi sekali. Alviro membuka pintu dan ia merasa rumahnya menjadi sangat sepi.
ia berjalan melewati kamar Alea, namun Alviro memberhentikan langkahnya dan langsung mengetuk pintu kamar Alea.
tok. . tokkk. .
"Leah. bolehkah aku masuk? aku ingin bicara sesuatu ke kamu" ujar Alviro dengan maksud untuk minta maaf pada istrinya itu.
setelah beberapa kali mengetuk tetap saja tidak ada jawaban.
Alviro pun memberanikan diri untuk langsung memasuki kamar Alea. Alviro terkejut melihat Alea yang tergeletak di lantai masih mengenakan mukena.
"Alea. . ." ujar Alviro menggerakan tubuh Alea .
__ADS_1
terimakasih para readers yang selalu setia dengan novel ini, jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian ya.
salam manis RPS😊