Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 2. Wanita Itu


__ADS_3

Reyhan merebahkan dirinya di kasur. dilihatnya kedua keponakannya itu tampak tidur terlelap disampingnya. Senyum Reyhan pun mengembang dan pikiran jahatnya mulai menguasai dirinya.


Andai saja jika itu adalah anaknya dengan Aurel, pasti ia merasa sangat bahagia memiliki putra yang cantik dan tampan.


"Apakah kau sudah gila berpikiran seperti itu Reyhan" ujarnya yang bermonolog dan menampar wajahnya sendiri untuk menyadarkannya.


Kembali dipandangnya lagi kedua keponakan kembar yang tidak identik itu. Ia pun mengecup kening keduanya secara bergantian.


"Mari kita tidur" gumam Reyhan yang ikut berbaring disamping kedua keponakannya itu. Ia pun memejamkan matanya dan larut dalam kantuk beratnya.


...----------------...


"Kurang merah" ujar Aretha.


"Ini ya.." ucap Arden mengambil brush dan memberikannya pada Aretha.


"Bukan ini.. ini sapu" ujar Aretha memberikan kembali brush kepada Arden.


"Yang buat merah-merah itu namanya liptik, yang sering mama pakai itu" jelas wanita kecil tersebut.


"Ahh itu.." gumam Arden yang kemudian turun dari tempat tidur yang berukuran king size tersebut.


Arden pun setengah berlari kecil menuju ke kamar Irsya. Dilihatnya sang nenek yang masih berada didepan cermin tengah menyisir rambutnya yang mulai memutih.


"Arden jangan lari-larian, nanti kamu jatuh" seru Irsya.


"Nenek.. Arden boleh pinjem tiktik" ujar pria kecil tersebut dengan nafas yang sedikit tersengal setelah berlarian tadi.


"Tiktik apa?"


"Tiktik untuk merah-merah itu nek" ujar pria kecil tersebut seraya memperagakan tangannya dibibir.


"Oh lipstik, untuk apa?" tanya sang nenek.


"Tha belajar main rias-rias nenek" celoteh bocah kecil tersebut sembari memperagakan gaya centil ala Aretha yang bertopang dagu.


Irsya pun terkekeh melihat tingkah cucunya yang menggemaskan itu. Ia pun memberikan salah satu lipstik yang dipakainya.


"Ini lipstiknya" ucap Irsya yang memberikan lipstik tersebut, namun sebelumnya wanita itu mencium pipi gembul cucu laki-lakinya itu.


Arden pun kembali berlari kecil setelah mendapatkan lipstik yang kini sudah berada ditangannya.


.


.


.


"Assalamualaikum" ucap Rasya dan Aurel yang baru saja datang.


"Waalaikumsalam nak" ujar Abizar.


Keduanya pun mencium punggung tangan yang mulai berkeriput milik Abizar. Belum lama kemudian, Irsya yang baru saja menuju ruang tengah. Ia pun menyambut hangat kedatangan menantu kesayangannya itu.

__ADS_1


"Ehhh Aurel sayang.." ujar Irsya menghadiahi pelukan kepada sang menantu dan putra sulungnya itu.


"Reyhan mana ma?" tanya Rasya.


"Tadi dia masih tidur, seharian kelelahan mengurus dua keponakannya" timpal Irsya.


Rasya dan Aurel pun terkekeh.


Belum lama kemudian, teriak dari si kembar pun memenuhi ruangan tersebut.


"Ayah.."


"Bunda.."


Ucap mereka bersamaan sembari berlarian menghampiri dan kemudian menghambur ke pelukan orang tuanya. Aretha yang menghambur ke pelukan Aurel sedangkan Arden menghambur ke pelukan Rasya.


"Kalian tadi main sama om Han ya?" tanya Rasya. Kedua anak tersebut pun mengangguk serentak.


"Om Han belum bangun?" tanya Irsya kepada kedua cucunya.


"Belum nek.." ucap keduanya


"Bangunin dulu om Han, bilangin sama om Han dicariin ayah" ujar Rasya menyuruh kedua anaknya.


Keduanya pun saling melemparkan pandangan, seolah menggunakan bahasa isyarat dan hanya mereka berdua lah yang mengerti.


"Ada apa?" tanya Aurel yang tampak heran dengan sikap kedua anaknya itu.


"Kita mau panggilin om Han dulu ma" ujar Arden.


Aretha tampak ragu, namun ia pun langsung mengikuti langkah saudara kembarnya itu.


Sesampainya di kamar Reyhan, kedua bocah tersebut kembali bertukar pandang satu sama lain. Dengan sedikit ragu, Arden pun mulai membangunkan Reyhan.


"Om bangun om" ujar Arden sembari mengguncang tubuh Reyhan.


"Om, dicariin sama ayah" kini Aretha lah yang bersuara.


Selang beberapa lama kemudian, Reyhan pun terbangun. Kedua anak tersebut sontak berlari sembari menyerukan " Ayah didepan om"


Reyhan pun turun dari kasurnya dengan sedikit malas. Ia menuju ke ruang tengah untuk menemui Abangnya itu.


"Bang.." ucap Reyhan yang masih belum sadar betul dari kantuknya.


Rasya dan yang lainnya pun menatap ke arah Reyhan sembari tertawa terbahak-bahak. Sedangkan si kembar bersembunyi dibelakang kedua orang tuanya.


"Ada apa dengan wajahmu Han" ujar Rasya yang tak bisa menghentikan tawanya.


Reyhan tampak kebingungan dengan semua orang yang menertawakan dirinya tersebut.


"Ternyata om kalian yang dibuat cantik-cantik tadi" ujar Irsya terkekeh.


"Cantiknya mirip Joker ma" celetuk Rasya yang kembali mengundang tawa semua orang.

__ADS_1


"Lebih baik kamu segera bercermin Reyhan" ujar Abizar.


Reyhan pun segera kembali ke kamar dan melihat pantulan dirinya di cermin. Betapa terkejutnya ia saat melihat wajahnya penuh dengan coretan lipstik dimana-mana serta bedak yang begitu tebal.


"Astaga ulah mereka" gumam Reyhan


"Lelap sekali tidurku bahkan aku tidak menyadari bahwa wajahku menjadi bahan percobaan kedua keponakannku" lanjut Reyhan yang langsung menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


...


Setelah membersihkan wajahnya, Reyhan kembali menemui Rasya yang tengah menunggunya di depan bersama dengan Abizar. Pria itu pun merangkul abangnya yang sudah lama tak ditemuinya itu.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Rasya pada adiknya itu.


"Baik bang, abang sendiri?"


"Seperti yang kamu lihat" ujar Rasya singkat.


Drrttt..


Ponsel Abizar bergetar, pria itu pun meraih ponselnya.


"Papa angkat telepon dulu" ucap Abizar melangkah berlalu.


Kini tinggallah Rasya dan Reyhan yang berada diruang tengah. Sementara Irsya dan Aurel mengobrol di teras sembari bermain bersama si kembar.


"Kenapa kamu sangat betah di negeri orang?" tanya Rasya serius.


"Karena aku suka berkelana" jawab Reyhan sembari melemparkan senyumnya.


Reyhan pun mengalihkan pandangannya ke luar. Tanpa sengaja ia melihat Aurel yang tengah tertawa lebar bersama ibu serta kedua keponakannya.


"Apakah dia alasanmu untuk pergi?" tanya Rasya menatap Reyhan.


Reyhan pun yang tersadar langsung mengarahkan pandangannya ke sembarang. Ia tak mampu menjawab pertanyaan dari abangnya itu. Lidahnya terasa kaku saat ia hendak berkilah.


Apa yang diucapkan oleh Rasya memang benar adanya. Wanita itu lah alasan terbesar untuk Reyhan berkelana dalam jangka waktu yang lama. Wanita yang masih membuatnya merasakan debaran yang sama, wanita yang kini adalah miliknya, yang tak lain adalah milik abangnya.


.


.


.


Bersambung...


Ini bonus pict nya si kembar yang jahil ya guys.



Aku mau cerita sedikit nih, beberapa kali rate novel ini turun guys. Jujur aku sedih kalau sampai rate-nya turun. Aku nggak maksa buat kalian suka sama karya yang masih acak adul ini, tapi pliss yang nggak suka sama novel ini stop baca aja udah nggak apa-apa, janganlah sampai lempar bintang satu😭


Aku nulis sampe bergadang, karena aku ikhlas nyuguhin hiburan untuk kalian. Aku juga minta vote nggak memaksa, cuma seikhlasnya. Tapi tolong hargai tulisanku untuk tidak menurunkan rating pada novel ini, aku akan selesaikan cerita ini semampuku tapi jangan buat aku down😔

__ADS_1


Untuk yang udah setia ngikutin sampai kesini aku berterimakasih banyak sama kalian. karena aku nggak ada apa-apanya jika tanpa kalian❤️


__ADS_2