Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 33


__ADS_3

maafkan typo yang bertebaran🙏🙏🙏


selamat membaca😉


.


.


.


Alea POV :


Aku mengunci kamarku lalu merebahkan diriku dikasur. air mataku tak berhenti menetes. disinilah aku menumpahkan seluruh kesedihanku.


aku berharap suatu saat suamiku akan membalas perasaanku, akan tetapi tampaknya keinginanku merupakan suatu kemustahilan untuk diwujudkannya.


disaat aku melihat mereka berdua yang tampak sangat akrab dan bagaimana suamiku memperlakukan wanita itu dengan sangat manis.


apakah ia sadar jika aku akan terluka?


ia memang kurang mampu menghargaiku sebagai istrinya.


disaat ia berjanji selalu ada untuk wanita itu, hatiku sungguh hancur !! hancur berkeping-keping.


bagaimana bisa ia berjanji seperti itu disaat aku ada disana?


dan bagaimana bisa ia berjanji untuk wanita lain bukan untuk istrinya sendiri !!


sungguh aku merasa bahwa aku lah orang ketiga diantara mereka.


Author POV :


semenjak pulang dari pemakaman, Alviro belum melihat Alea . entah mengapa Alea tiba-tiba saja mendiamkannya seperti itu.


Alviro mengerti jika kemarahan Alea itu karena tingkah Clara siang tadi. namun Alviro berfikir seharusnya Alea untuk tidak berlaku egois.


Clara hanya butuh sandaran untuk bersandar, hidup yang dijalani Clara cukup sulit menurut Alviro.


dimana keluarganya yang sudah berantakan ditambah lagi dengan status Alviro yang sudah menikah.


tidak lama kemudian Alea keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"ada apa denganmu Alea? kenapa kamu mendiamkan aku seperti ini" tanya Alviro.


"mungkin menurut mas saja seperti itu" jawab Alea acuh tak acuh


"aku tau kamu marah Leah, gara-gara sikap Clara tadi kan?" tukas Alviro


Alea hanya diam saja tanpa menjawab perkataan suaminya itu.


"kamu tau sendiri Leah, Clara itu merasa hancur untuk saat ini. mama dan papanya bercerai, dia hanya punya aku walaupun aku udah nikah. tolong Leah jangan egois. harusnya kamu ngerti jika kamu berada diposisi Clara" ucap Alviro panjang lebar


"aku harus mengerti posisi Clara apakah Clara mengerti posisi aku? dan coba kalau mas yang berada diposisi aku. dan tadi kamu bilang kalau aku egois. ya mas aku egois tapi kamu lebih egois" tukas Alea yang pergi meninggalkan Alviro.


Alviro menggeram kesal, entah mengapa Alea kali ini tidak ingin mendengarkan perkataannya.


keesokan paginya Alviro menuruni anak tangga, ia melihat ke sekitar biasanya Alea selalu menyambutnya namun pagi ini ia tidak menemukan keberadaan istrinya itu.


"bik liat Alea gak?" tanya Alviro pada bik Ijah yang kebetulan lewat.


"nyonya sudah berangkat dari tadi tuan" ujar bik Ijah.


Alviro mengangguk dan langsung menuju kantor.


tokkk. . tokkk. .


"pak ini ada dokumen yang harus bapak tanda tangani" ujar Roland langsung menyerahkan dokumen tersebut.


Alviro membaca dokumen tersebut sekilas kemudian langsung membubuhkan tanda tangannya.


KRUKKKK. . .


bersamaan dengan itu perut Alviro berbunyi, sebelum berangkat bekerja Alviro memang melewatkan sarapannya. ia merasa sangat malu dengan Roland yang ada dihadapannya.


Roland pun tersenyum geli


"bapak lapar?" tanya Roland sambil terkekeh.


" tolong belikan saya makanan" ujar Alviro


"baik pak" tukas Roland sambil melirik arloji yang berada di pergelangab tangannya.


"oh ya pak, untuk sarapan atau untuk makan siang?" Roland kembali terkekeh karena Alviro yang pernah memintanya makan siang dipagi hari.

__ADS_1


"belikan saya makanan atau gaji kamu. ."


"jangan potong gaji saya pak" tukas Roland menyerobot kata-kata Alviro sambil nyengir kuda.


Roland pun keluar dari ruangan tersebut.


"sungguh ini benar-benar memalukan" gumam Alviro.


disaat Alviro menunggu Roland membawakan makanan, tiba-tiba Clara muncul.


"hay Vi. ." sapa Clara yang tampak senyam senyum


"ada apa Ara?" tanya Alviro.


"Vi kamu mau ya pergi sama aku menghadiri resepsi pernikahan Risa, temen aku waktu kuliah dulu" ujar Clara.


"mungkin aku gak bisa Ara" tukas Alviro.


"ayolah Vi pliss" bujuk Clara.


"kamu sendiri aja kesana, atau aku suruh Roland yang temenin kamu" ujar Alviro.


"gak mau Vi, tuh kan kamu udah ingkar janji terus kenapa hal spele ini aja kamu gak mau" tukas Clara membuang muka.


"ya udah aku temenin kamu" Alviro mengalah.


"terimakasih Alvi. ." ujar Clara tampak senang.


Roland masuk keruangan Alviro dengan membawa makanan yang dibelinya tadi.


ia terkejut Clara sudah berada diruangan Alviro sepagi ini.


"ini makanan yang bapak minta" tukas Roland


"makasih ya Land" ujar Alviro.


Roland mengangguk kemudian menatap Clara dengan sinis dan langsung pergi dari ruangan tersebut.


"apakah wanita sinting itu tidak mempunyai kerjaan selain berada disana" gumam Roland yang tidak suka dengan sikap Clara.


terimakasih telah membaca sejauh ini. ikuti terus ya kisah selanjutnya di episode yang akan datang .

__ADS_1


dan jangan lupa like dan komennya😊


salam manis RPS😊


__ADS_2